PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) tengah menimbang sejumlah peluang untuk naik kelas ke Kelompok Bina Modal Inti (KBMI) 4. Meski belum ada rencana konkret dalam waktu dekat, langkah strategis tetap disiapkan agar perseroan bisa menempati posisi di antara para raksasa perbankan nasional. Target jangka pendek belum menjadi prioritas, mengingat kondisi industri yang masih dinamis dan penuh tantangan.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, mengungkapkan bahwa pihaknya membuka ruang untuk bisa masuk ke KBMI 4 dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Namun, langkah ini harus didukung oleh perencanaan matang agar kenaikan kelas tersebut benar-benar membawa dampak positif bagi bisnis. “Kalau ke Buku 4 tidak tahu mau ngapain, ya percuma juga,” ujar Steffano seusai menghadiri RUPS WOM Finance di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Potensi dan Rencana Maybank Menuju KBMI 4
Langkah menuju KBMI 4 bukan perkara yang bisa dilakukan sembarangan. Banyak faktor yang harus disiapkan, mulai dari modal inti hingga strategi bisnis jangka panjang. Maybank saat ini masih berada di KBMI 3 dengan modal inti sebesar Rp30,88 triliun per akhir 2025. Untuk bisa masuk ke KBMI 4, bank ini harus menaikkan modal inti di atas Rp70 triliun.
1. Evaluasi Strategi Bisnis
Maybank sedang menyusun strategi jangka panjang sebelum memutuskan langkah konkret. Evaluasi ini mencakup potensi pertumbuhan bisnis, efisiensi operasional, hingga kemampuan menarik investor baru. Langkah ini penting agar naik kelas tidak hanya menjadi pencapaian simbolis, tetapi juga memberikan nilai tambah nyata.
2. Penguatan Modal Inti
Salah satu syarat utama untuk masuk ke KBMI 4 adalah memiliki modal inti yang besar. Maybank perlu menambah modal melalui berbagai cara, seperti penerbitan saham baru, laba ditahan, atau suntikan modal dari pemegang saham. Peningkatan modal ini harus dilakukan secara bertahap dan terencana agar tidak memberatkan struktur keuangan.
3. Konsolidasi Operasional
Langkah konsolidasi operasional juga menjadi bagian penting. Ini mencakup efisiensi biaya, digitalisasi layanan, serta optimalisasi jaringan kantor cabang. Dengan operasional yang lebih efisien, Maybank bisa meningkatkan profitabilitas dan memperkuat posisi keuangannya.
Perbandingan KBMI 3 dan KBMI 4
Untuk lebih memahami tantangan yang dihadapi Maybank, berikut adalah perbandingan antara KBMI 3 dan KBMI 4 berdasarkan kriteria modal inti dan jumlah bank peserta:
| Kelompok | Rentang Modal Inti (Rp Triliun) | Jumlah Bank |
|---|---|---|
| KBMI 3 | 14 – 17 | 10 Bank |
| KBMI 4 | > 70 | 4 Bank |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa gap antara KBMI 3 dan KBMI 4 cukup signifikan. Maybank saat ini berada di ujung atas KBMI 3, tetapi masih butuh peningkatan besar untuk bisa menyamai empat bank raksasa yang ada di KBMI 4.
Bank-Bank Penghuni KBMI 4 Saat Ini
KBMI 4 saat ini hanya dihuni oleh empat bank besar yang memiliki modal inti di atas Rp70 triliun. Keempat bank tersebut adalah:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA)
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI)
Keempat bank ini memiliki pangsa pasar yang besar dan jaringan yang luas. Untuk bisa menyamai mereka, Maybank harus melakukan ekspansi agresif dan meningkatkan kapasitas operasionalnya.
Harapan Regulator terhadap KBMI 4
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki harapan agar jumlah bank di KBMI 4 bisa bertambah dalam beberapa tahun ke depan. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyebutkan bahwa dalam dua hingga tiga tahun ke depan, OJK berharap ada tambahan enam bank yang bergeser dari KBMI 3 ke KBMI 4.
1. Konsolidasi Perbankan
Upaya konsolidasi tidak hanya berlaku untuk BPR dan BPD, tetapi juga untuk bank umum. Ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat struktur permodalan, dan meningkatkan daya saing industri perbankan nasional.
2. Peningkatan Kualitas Layanan
Bank yang masuk ke KBMI 4 diharapkan tidak hanya memiliki modal besar, tetapi juga mampu memberikan layanan terbaik bagi nasabah. Ini mencakup digitalisasi layanan, keamanan transaksi, serta pelayanan pelanggan yang responsif.
3. Stabilitas Sistem Keuangan
Dengan semakin banyaknya bank di KBMI 4, diharapkan stabilitas sistem keuangan nasional semakin terjaga. Bank-bank besar ini memiliki peran penting dalam menopang likuiditas dan kepercayaan publik terhadap sistem perbankan.
Tantangan yang Dihadapi Maybank
Meski peluang untuk naik kelas masih terbuka, Maybank juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kondisi industri yang masih menantang, terutama dalam hal pertumbuhan kredit dan tekanan margin bunga. Selain itu, persaingan di sektor perbankan juga semakin ketat, terutama dari bank digital dan fintech.
1. Persaingan di Sektor Digital
Bank digital dan fintech terus berkembang dan menawarkan layanan yang lebih fleksibel dan mudah diakses. Maybank harus terus berinovasi agar tidak tertinggal dalam persaingan ini.
2. Manajemen Risiko
Dengan naik kelas ke KBMI 4, Maybank akan menghadapi tuntutan pengelolaan risiko yang lebih tinggi. Bank harus mampu mengelola risiko kredit, pasar, dan operasional dengan lebih baik.
3. Regulasi yang Ketat
Bank di KBMI 4 juga akan menghadapi pengawasan yang lebih ketat dari OJK. Ini mencakup pelaporan keuangan, manajemen risiko, hingga tata kelola perusahaan. Maybank harus siap menghadapi regulasi ini dengan profesional.
Kesimpulan
Maybank Indonesia membuka peluang untuk naik kelas ke KBMI 4 dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Langkah ini bukan hanya soal peningkatan modal, tetapi juga strategi bisnis yang matang. Dengan tantangan dan harapan regulator di depan, Maybank harus terus berbenah agar bisa menyamai para raksasa perbankan nasional.
Disclaimer: Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Data dan informasi dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













