Ilustrasi menu makan bergizi gratis (MBG) saat disajikan di salah satu lokasi pelaksanaan. Foto: Metrotvnews.com/Hendrik Simorangkir.
Ramai isu di media sosial soal anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya mendapat respons langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN). Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, memastikan bahwa anggaran bahan baku makanan dalam program ini tidak mencapai Rp15.000 per porsi, seperti yang sering beredar.
Menurut BGN, anggaran yang dialokasikan untuk bahan baku makanan dibagi berdasarkan kelompok usia penerima manfaat. Untuk balita hingga kelas 3 SD, anggaran bahan baku hanya sebesar Rp8.000 per porsi. Sedangkan untuk kelas 4 SD ke atas hingga ibu menyusui, anggarannya naik menjadi Rp10.000 per porsi.
Rincian Alokasi Anggaran MBG
Angka Rp13.000 hingga Rp15.000 yang sering disebut masyarakat sebenarnya adalah total anggaran per porsi, bukan hanya untuk bahan baku. Total ini mencakup berbagai komponen lain seperti operasional dan insentif fasilitas. BGN menjelaskan bahwa pembagian anggaran ini dirancang agar program bisa berjalan efektif dan berkelanjutan.
1. Anggaran Bahan Baku Makanan
Anggaran utama untuk bahan baku makanan dibedakan berdasarkan kelompok usia penerima manfaat:
- Balita hingga kelas 3 SD: Rp8.000 per porsi
- Kelas 4 SD hingga ibu menyusui: Rp10.000 per porsi
2. Biaya Operasional
Selain bahan baku, ada alokasi Rp3.000 per porsi untuk biaya operasional. Dana ini digunakan untuk:
- Pembayaran listrik, gas, air, dan BBM
- Biaya internet
- Insentif relawan SPPG, guru PIC, dan kader posyandu
- Iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk relawan lapangan
3. Insentif Fasilitas
Alokasi Rp2.000 per porsi dialokasikan sebagai insentif fasilitas. Dana ini digunakan untuk:
- Sewa lahan dan bangunan (dapur, gudang, mes)
- Pembangunan IPAL dan sistem filterisasi air
- Fasilitas pendukung lainnya
Total Anggaran dan Asumsi Pelayanan
Dalam juknis terbaru nomor 401.1, BGN menyebut bahwa total anggaran per porsi mencapai Rp13.000 hingga Rp15.000. Namun, jumlah ini bukan hanya untuk bahan baku, melainkan pembagian dari beberapa komponen penting agar program bisa berjalan maksimal.
Asumsi satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mampu melayani 3.000 penerima manfaat per hari. Dengan alokasi insentif fasilitas sebesar Rp2.000 per porsi, maka total insentif yang diterima mitra mencapai Rp6 juta per hari.
Transparansi dan Masukan Masyarakat
BGN menegaskan bahwa pembagian anggaran ini sudah dirancang secara matang dan transparan. Meski demikian, pihaknya tetap terbuka terhadap masukan dari masyarakat. Jika ada indikasi bahwa menu yang disajikan tidak sesuai dengan alokasi anggaran, BGN siap melakukan evaluasi dan tindak lanjut.
Program MBG bukan hanya soal menyediakan makanan, tetapi juga memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan nilai gizi dan manfaat yang sebesar-besarnya bagi penerima.
Tabel Rincian Alokasi Anggaran per Porsi
| Komponen Biaya | Balita – Kelas 3 SD | Kelas 4 SD – Ibu Menyusui |
|---|---|---|
| Bahan Baku Makanan | Rp8.000 | Rp10.000 |
| Biaya Operasional | Rp3.000 | Rp3.000 |
| Insentif Fasilitas | Rp2.000 | Rp2.000 |
| Total | Rp13.000 | Rp15.000 |
Penutup
Program Makan Bergizi Gratis terus dikembangkan agar lebih efektif dan efisien. Dengan rincian anggaran yang jelas, diharapkan masyarakat bisa memahami bagaimana dana tersebut digunakan dan turut menjaga kualitas program ini.
Meski anggaran bahan baku tidak mencapai Rp15.000, BGN menekankan bahwa fokus utama adalah pada pemenuhan gizi yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Setiap porsi dirancang untuk memberikan manfaat gizi maksimal sesuai dengan kebutuhan kelompok usia penerima.
Disclaimer: Angka dan rincian anggaran dalam artikel ini bersifat informasional dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan terbaru dari Badan Gizi Nasional.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













