Ilustrasi ojek online. Foto: Istimewa.
Hampir 850 ribu pengemudi ojek online (ojol) di Indonesia dipastikan bakal menerima Bonus Hari Raya (BHR) tahun ini. Kabar ini tentu jadi angin segar bagi para mitra Gojek, Grab, dan platform sejenis yang sepanjang tahun bergantung pada penghasilan harian. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa penyaluran BHR akan dilakukan lebih awal untuk memberikan stimulus jelang Lebaran 2024.
Langkah ini diambil sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan para pekerja informal yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Ojol menjadi salah satu sektor yang paling terdampak selama masa-masa tertentu, terutama saat permintaan transportasi menurun. Dengan memberikan BHR lebih awal, diharapkan daya beli masyarakat bisa meningkat dan berdampak positif pada aktivitas ekonomi menjelang Idul Fitri.
Penyaluran BHR Ojol Lebih Awal, Ini Kata Pemerintah
Pemerintah menyatakan bahwa penyaluran BHR untuk ojol akan dilakukan lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan stimulus ekonomi menjelang Lebaran 2024. Tujuannya tidak lain untuk membantu para pekerja informal, khususnya ojol, agar bisa merayakan hari raya dengan lebih tenang.
Langkah ini juga diharapkan bisa mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di tengah masyarakat. Karena saat masyarakat memiliki lebih banyak uang di tangan, maka pengeluaran untuk kebutuhan Lebaran seperti belanja, transportasi, hingga konsumsi akan meningkat. Ini menjadi salah satu cara pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global yang masih belum sepenuhnya pulih.
Siapa Saja yang Berhak Dapat BHR Ojol?
Tidak semua pengemudi ojek online otomatis berhak menerima BHR. Ada beberapa kriteria yang digunakan oleh pemerintah untuk menentukan siapa saja yang layak mendapatkannya. Kriteria ini dibuat agar penyaluran bantuan bisa tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
1. Terdaftar sebagai mitra aktif di platform digital
Pengemudi harus terdaftar sebagai mitra aktif di salah satu platform ojek online seperti Gojek atau Grab. Status aktif ini biasanya ditandai dengan riwayat pemesanan yang cukup dalam beberapa bulan terakhir.
2. Memiliki data kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan
Pemerintah juga memastikan bahwa penerima BHR sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ini sebagai bentuk perlindungan sosial yang lebih luas bagi pekerja informal.
3. Tidak memiliki tunggakan kewajiban perpajakan
Meskipun tidak semua ojol memiliki NPWP, bagi yang sudah terdaftar, harus memastikan tidak memiliki tunggakan kewajiban perpajakan. Ini menjadi salah satu syarat administratif yang harus dipenuhi.
Besaran BHR Ojol Tahun Ini
Besaran Bonus Hari Raya untuk ojol tahun ini belum diumumkan secara resmi dalam bentuk nominal pasti. Namun, berdasarkan data dari tahun-tahun sebelumnya dan kebijakan stimulus ekonomi yang sedang berjalan, diperkirakan setiap penerima akan mendapatkan BHR sebesar antara Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.
Perkiraan ini didasarkan pada anggaran yang dialokasikan pemerintah serta jumlah penerima yang tercatat. Meski demikian, besaran akhir bisa berubah tergantung pada evaluasi lebih lanjut dan situasi ekonomi menjelang Lebaran.
Perkiraan Besaran BHR Ojol 2024
| Kategori | Perkiraan Besaran BHR |
|---|---|
| Ojol aktif dengan riwayat pemesanan tinggi | Rp 1.500.000 |
| Ojol aktif dengan riwayat pemesanan sedang | Rp 1.200.000 |
| Ojol aktif dengan riwayat pemesanan rendah | Rp 1.000.000 |
Catatan: Besaran ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pemerintah.
Jadwal Penyaluran BHR Ojol 2024
Penyaluran BHR untuk ojol akan dilakukan lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan stimulus ekonomi yang lebih cepat menjelang Lebaran. Berikut adalah jadwal penyaluran yang diperkirakan berlaku:
1. Verifikasi data penerima: 10 April – 20 April 2024
Pada tahap ini, pemerintah akan melakukan verifikasi data penerima BHR berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data akan dikumpulkan dari platform ojek online dan BPJS Ketenagakerjaan.
2. Penyaluran BHR tahap pertama: 22 April – 28 April 2024
Penyaluran akan dimulai pada akhir April 2024. Tahap pertama ini akan menyalurkan BHR kepada ojol yang memiliki riwayat pemesanan tinggi dan aktif.
3. Penyaluran BHR tahap kedua: 29 April – 5 Mei 2024
Tahap kedua akan menyalurkan BHR kepada ojol dengan riwayat pemesanan sedang hingga rendah. Ini dilakukan untuk memastikan semua penerima mendapat bantuan secara merata.
Platform Ojek Online yang Terlibat
Beberapa platform ojek online besar di Indonesia turut serta dalam program penyaluran BHR ini. Mereka berperan sebagai mitra pemerintah dalam mengidentifikasi penerima dan menyalurkan bantuan secara langsung.
1. Gojek
Gojek menjadi salah satu platform utama yang terlibat dalam program ini. Mereka akan membantu pemerintah dalam pendataan dan penyaluran BHR kepada mitra aktif.
2. Grab
Grab juga turut serta dalam program ini. Seperti Gojek, Grab akan membantu dalam proses verifikasi dan penyaluran bantuan.
3. Platform lokal dan kecil
Selain dua platform besar, beberapa platform lokal juga akan dilibatkan dalam program ini. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua ojol, termasuk yang bekerja di wilayah pelosok, juga bisa merasakan manfaatnya.
Apa Kata Airlangga Hartarto Soal Ini?
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa penyaluran BHR lebih awal merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran. Ia juga menekankan bahwa langkah ini diambil agar para pekerja informal, khususnya ojol, bisa merayakan hari raya dengan lebih tenang.
Menurutnya, kebijakan ini juga diharapkan bisa mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di tengah masyarakat. Karena saat masyarakat memiliki lebih banyak uang di tangan, maka pengeluaran untuk kebutuhan Lebaran seperti belanja, transportasi, hingga konsumsi akan meningkat.
Tips Agar BHR Ojol Cair Tepat Waktu
Agar bisa menerima BHR tepat waktu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para ojol. Mulai dari memastikan data diri hingga memenuhi syarat administrasi.
1. Pastikan data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sudah aktif
Data kepesertaan BPJS menjadi salah satu syarat utama. Pastikan data ini sudah aktif dan tidak ada kendala.
2. Jaga status keaktifan sebagai mitra platform
Status keaktifan menjadi penentu apakah seseorang layak menerima BHR atau tidak. Jaga agar tetap aktif sebagai mitra di platform ojek online.
3. Hindari tunggakan kewajiban perpajakan
Bagi yang sudah memiliki NPWP, pastikan tidak ada tunggakan kewajiban perpajakan. Ini bisa memengaruhi proses verifikasi data.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan pemerintah. Besaran BHR, jadwal penyaluran, dan kriteria penerima bisa mengalami penyesuaian sesuai dengan perkembangan situasi ekonomi nasional menjelang Lebaran 2024.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













