Nasional

OJK Prediksi Peningkatan Signifikan Pembiayaan Jelang Hari Raya Idulfitri

Fadhly Ramadan
×

OJK Prediksi Peningkatan Signifikan Pembiayaan Jelang Hari Raya Idulfitri

Sebarkan artikel ini
OJK Prediksi Peningkatan Signifikan Pembiayaan Jelang Hari Raya Idulfitri

Ilustrasi. Foto: Metrototvnews.com/Husen.

Reporter: Husen Miftahudin

Jakarta: Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman memproyeksikan penyaluran pembiayaan berpotensi meningkat menjelang Hari Raya Hijriah.

Periode Ramadan hingga menjelang Lebaran menjadi momentum peningkatan penyaluran pembiayaan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat serta tambahan modal kerja UMKM secara musiman.

Penyaluran Pembiayaan Diprediksi Melejit

Menjelang Lebaran, permintaan pembiayaan dari masyarakat cenderung naik. Hal ini terjadi karena banyak orang membutuhkan dana tambahan untuk kebutuhan lebaran, seperti belanja, , atau modal usaha. OJK mencatat tren ini sudah terjadi secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Industri pergadaian, multifinance, dan pinjaman (pindar) menjadi tiga sektor utama yang mengalami lonjakan permintaan. Agusman menyebut bahwa pertumbuhan ini bukan fenomena , melainkan siklus tahunan yang bisa diandalkan oleh pelaku industri keuangan.

1. Pergadaian Tetap Jadi Pilihan Utama

Industri pergadaian masih menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan kemudahan akses dan sistem pembiayaan berbasis agunan. Dibandingkan produk pembiayaan lainnya, pergadaian menawarkan kepastian hukum dan transparansi yang lebih tinggi.

Pada Maret 2024, penyaluran pembiayaan pergadaian tumbuh 1,78 persen secara bulanan. Di Maret , pertumbuhan ini sedikit melambat menjadi 1,66 persen. Meski begitu, angka ini tetap menunjukkan tren positif yang konsisten.

2. Permintaan Izin Pergadaian Meningkat

Sepanjang 1 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026, tercatat ada 165 pelaku usaha yang mengajukan izin usaha pergadaian. Total perusahaan pergadaian berizin hingga Januari 2026 mencapai 223 perusahaan.

Dua perusahaan sedang dalam proses meningkatkan lingkup usaha menjadi nasional. Proses ini mempertimbangkan aspek permodalan, tata kelola, dan kesiapan operasional agar bisa memenuhi standar nasional.

3. Multifinance Ikut Naik Daun

Selain pergadaian, industri multifinance juga menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan menjelang Lebaran. Pada Maret 2024, penyaluran pembiayaan multifinance naik 2,05 persen secara bulanan. Tingkat pembiayaan bermasalah (NPF gross) terjaga di angka 2,45 persen.

Di Maret 2025, pertumbuhan penyaluran turun sedikit menjadi 0,78 persen. Namun, NPF gross naik menjadi 2,71 persen. Meski ada peningkatan , kualitas pembiayaan secara umum masih terkendali.

4. Pinjaman Daring (Pindar) Tumbuh Paling Cepat

Industri pinjaman daring (pindar) mencatat pertumbuhan tertinggi di antara ketiga sektor. Pada Maret 2024, penyaluran meningkat 8,9 persen secara bulanan. Di Maret 2025, pertumbuhan turun menjadi 3,8 persen.

Meskipun pertumbuhan melambat, kualitas pendanaan (TWP90) industri pindar tetap terjaga di bawah persen. Ini menunjukkan bahwa meskipun permintaan tinggi, risiko kredit masih bisa dikelola dengan baik.

Perbandingan Pertumbuhan Penyaluran Pembiayaan (Maret 2024 vs Maret 2025)

Sektor Pertumbuhan Maret 2024 (mtm) Pertumbuhan Maret 2025 (mtm) NPF Gross Maret 2024 NPF Gross Maret 2025
Pergadaian 1,78% 1,66%
Multifinance 2,05% 0,78% 2,45% 2,71%
Pindar 8,9% 3,8% <5% <5%

Tips Menjaga Kualitas Pembiayaan Jelang Lebaran

Menjelang Lebaran, permintaan pembiayaan meningkat drastis. Agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan, pelaku industri perlu memperkuat beberapa aspek penting.

1. Perkuat Sistem Credit Scoring

Credit scoring yang akurat membantu menilai risiko calon peminjam secara lebih tepat. Dengan sistem ini, lembaga keuangan bisa menghindari pemberian pinjaman kepada pihak yang tidak layak.

2. Tingkatkan Verifikasi Peminjam

Verifikasi data peminjam harus dilakukan secara ketat. Ini termasuk memastikan keabsahan dokumen, riwayat pinjaman sebelumnya, dan kapasitas penghasilan calon peminjam.

3. Edukasi Konsumen

Masyarakat perlu diberi edukasi keuangan agar tidak terjebak pinjaman ilegal atau rentenir. Edukasi ini bisa dilakukan melalui kampanye digital, seminar, atau kolaborasi dengan komunitas lokal.

4. Pantau Kualitas Pendanaan

Monitoring kualitas pendanaan secara real-time penting dilakukan, terutama saat permintaan meningkat. Ini membantu mencegah penumpukan pinjaman bermasalah.

5. Siapkan Modal Cadangan

Menjelang musim tinggi, lembaga keuangan perlu memastikan ketersediaan modal yang cukup. Ini akan mendukung kelancaran penyaluran tanpa mengorbankan kualitas .

Proyeksi Penyaluran Pembiayaan di Tiga Sektor Utama

Sektor Proyeksi Pertumbuhan Jelang Lebaran Catatan
Pergadaian Stabil positif Permintaan konsisten, risiko rendah
Multifinance Naik moderat Perlu pengawasan ketat terhadap NPF
Pindar Naik signifikan Risiko tetap terkendali jika sistem kuat

Disclaimer

Data dan proyeksi dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi yang tersedia hingga Maret 2025. Angka dan kondisi bisa berubah tergantung situasi ekonomi, regulasi, dan faktor eksternal lainnya menjelang Idulfitri 1447 H.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.