Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
Reporter: Eko Nordiansyah
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui BPJS Kesehatan kini semakin mempermudah masyarakat dalam melakukan skrining kesehatan secara mandiri hanya dengan smartphone. Layanan ini memungkinkan deteksi dini berbagai risiko penyakit serius seperti hipertensi, diabetes, TBC, anemia, hingga beberapa jenis kanker seperti kanker payudara, kanker usus, dan kanker serviks tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.
Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) sendiri diatur dalam regulasi BPJS Kesehatan Nomor 3 Tahun 2024. Layanan ini ditujukan untuk peserta aktif BPJS Kesehatan dan tidak dikenakan biaya. Pemeriksaannya dilakukan secara digital melalui kuesioner yang mencakup riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, serta pola hidup sehari-hari. Ini menjadi langkah proaktif yang penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Cara Melakukan Skrining BPJS Kesehatan 2026
Untuk mendapatkan hasil skrining secara mandiri, ada dua cara utama yang bisa dipilih. Keduanya cukup praktis dan bisa dilakukan kapan saja selama memiliki koneksi internet. Prosesnya juga tidak memakan waktu lama, sehingga sangat cocok untuk gaya hidup yang sibuk.
1. Melalui Aplikasi Mobile JKN
Langkah pertama adalah membuka aplikasi Mobile JKN yang bisa diunduh di ponsel Android atau iOS. Setelah itu, pengguna perlu login menggunakan NIK dan password yang sudah terdaftar. Di halaman utama, cari menu “Lainnya” dan pilih “Skrining Riwayat Kesehatan”.
Setelah itu, klik “Mulai” untuk mengisi kuesioner. Pertanyaan mencakup data diri, riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, serta kebiasaan sehari-hari seperti pola makan dan aktivitas fisik. Setelah semua pertanyaan diisi, tekan tombol “Simpan” atau “Kirim”. Hasil akan langsung muncul di layar ponsel.
2. Melalui Website Resmi BPJS Kesehatan
Selain aplikasi, skrining juga bisa dilakukan lewat website resmi BPJS Kesehatan di https://webskrining.bpjs-kesehatan.go.id/. Buka browser di ponsel atau komputer, lalu akses alamat tersebut.
Login dilakukan dengan memasukkan NIK, tanggal lahir, dan kode Captcha. Setelah data diverifikasi, pengguna akan diarahkan ke halaman persetujuan. Klik “Setuju” untuk melanjutkan ke kuesioner.
Isi semua pertanyaan dengan lengkap. Setelah selesai, klik “Setuju” dan “Simpan” untuk menyimpan hasil. Sama seperti di aplikasi, hasil skrining akan langsung ditampilkan di layar.
Manfaat Skrining Riwayat Kesehatan
Melakukan skrining secara berkala bukan sekadar iseng mengisi kuesioner. Ini adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Berikut beberapa manfaat utama yang bisa dirasakan.
1. Deteksi Dini Risiko Penyakit
Banyak penyakit kronis tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Melalui skrining, potensi risiko seperti diabetes, hipertensi, gangguan ginjal, atau jantung bisa terdeteksi lebih awal. Ini memungkinkan tindakan pencegahan yang lebih efektif sebelum kondisi semakin parah.
2. Mencegah Komplikasi Lebih Lanjut
Jika hasil skrining menunjukkan risiko sedang atau tinggi, sistem akan memberikan rekomendasi untuk berkonsultasi ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas. Ini penting untuk mencegah perkembangan penyakit menjadi lebih serius.
3. Meningkatkan Kesadaran Pola Hidup Sehat
Kuesioner skrining tidak hanya mengumpulkan data, tapi juga mengingatkan peserta untuk lebih memperhatikan gaya hidup. Pertanyaan tentang pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok bisa menjadi refleksi pribadi untuk memperbaiki kebiasaan sehari-hari.
Perbandingan Metode Skrining
| Metode | Platform | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|
| Mobile JKN | Aplikasi | Mudah diakses di ponsel, fitur lengkap | Perlu unduh aplikasi terlebih dahulu |
| Website Resmi | Browser | Tidak perlu unduh aplikasi, bisa diakses via PC | Butuh koneksi internet stabil |
Syarat dan Ketentuan Skrining
Sebelum melakukan skrining, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar prosesnya berjalan lancar:
- Peserta harus aktif sebagai peserta BPJS Kesehatan.
- Memiliki NIK yang terdaftar dalam sistem BPJS.
- Menggunakan perangkat dengan koneksi internet yang stabil.
- Mempersiapkan data diri dan riwayat kesehatan sebelum mengisi kuesioner.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini berdasarkan regulasi dan layanan yang berlaku hingga tahun 2024. Kebijakan dan fitur layanan BPJS Kesehatan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Disarankan untuk selalu memeriksa laman resmi BPJS Kesehatan atau menghubungi layanan pelanggan untuk informasi terbaru.
Melalui skrining riwayat kesehatan, bukan hanya kesehatan pribadi yang terjaga, tapi juga kualitas hidup keluarga secara keseluruhan. Jadi, tidak ada salahnya mencoba skrining ini secara berkala sebagai langkah awal menjaga kesehatan.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













