Harga emas perhiasan hari ini, 20 April 2026, kembali menarik perhatian masyarakat. Bukan karena melonjak, melainkan justru karena terjadi penurunan harga di beberapa toko besar. Bagi yang berencana membeli emas sebagai investasi atau perhiasan, ini bisa jadi momen yang ditunggu-tunggu.
Fluktuasi harga emas memang sudah menjadi hal biasa. Namun, kali ini penurunan cukup terasa, terutama untuk emas dengan kadar tinggi seperti 24 karat. Di Raja Emas Indonesia, misalnya, emas 24K kini dibanderol Rp2.525.000 per gram, turun dari harga sebelumnya Rp2.550.000 per gram.
Perbandingan Harga Emas di Beberapa Toko
Perbedaan harga antartoko memang lumrah terjadi. Namun, penting untuk memantau pergerakannya agar tidak terjebak harga yang kurang menguntungkan. Berikut adalah rincian harga emas perhiasan di dua toko populer saat ini.
1. Harga Emas Raja Emas Indonesia
Raja Emas Indonesia mencatat penurunan harga emas cukup signifikan. Perubahan ini terlihat di hampir semua jenis kadar emas yang mereka jual.
- Emas 24K (99,9%): Rp2.525.000 per gram (turun Rp25.000)
- Emas 22K: Rp2.310.000 per gram
- Emas 20K: Rp2.100.000 per gram
- Emas 18K: Rp1.890.000 per gram
- Emas 14K: Rp1.470.000 per gram
- Emas 10K: Rp1.050.000 per gram
- Emas 8K: Rp840.000 per gram
- Emas 5K: Rp468.000 per gram
2. Harga Emas Lakuemas Indonesia
Di sisi lain, Lakuemas Indonesia menawarkan harga yang sedikit berbeda. Meski tidak semua jenis emas mengalami penurunan, perbandingan harga tetap penting untuk dicermati.
- Emas 24K: Rp2.540.000 per gram
- Emas 22K: Rp2.320.000 per gram
- Emas 20K: Rp2.110.000 per gram
- Emas 18K: Rp1.900.000 per gram
- Emas 14K: Rp1.480.000 per gram
- Emas 10K: Rp1.060.000 per gram
- Emas 8K: Rp850.000 per gram
- Emas 5K: Rp470.000 per gram
Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Harga Emas
Penurunan harga emas tidak datang begitu saja. Ada beberapa faktor eksternal dan internal yang turut memengaruhi pergerakan harga di pasaran.
1. Kebijakan Bank Sentral Global
Bank sentral, terutama The Federal Reserve, kerap menjadi pemicu utama fluktuasi harga emas. Ketika suku bunga naik, investor cenderung beralih ke instrumen berbunga tinggi, sehingga permintaan emas sebagai aset non-yield berkurang.
2. Stabilitas Geopolitik
Ketegangan global yang mereda bisa membuat harga emas turun. Emas biasanya dijadikan “pelabuhan aman” saat situasi dunia tidak menentu. Jika ancaman itu berkurang, maka minat terhadap emas juga bisa menurun.
3. Dinamika Pasar dan Permintaan Lokal
Permintaan emas di pasar lokal juga turut menentukan harga. Jika permintaan rendah, penjual bisa menurunkan harga untuk menarik minat pembeli. Sebaliknya, saat permintaan tinggi, harga bisa naik.
4. Penyesuaian Harga Produsen
Toko perhiasan besar biasanya menyesuaikan harga berdasarkan harga dasar yang dikeluarkan produsen atau supplier utama. Jika produsen menurunkan harga beli, maka pengecer juga akan mengikuti.
Tips Membeli Emas Perhiasan yang Menguntungkan
Membeli emas saat harga turun memang terdengar menggiurkan. Namun, tetap butuh pertimbangan matang agar tidak terjebak harga palsu atau kualitas rendah.
1. Bandingkan Harga di Beberapa Toko
Jangan langsung beli di toko pertama yang ditemui. Cek harga di minimal tiga toko berbeda, baik online maupun offline. Ini membantu menemukan harga terbaik dan menghindari overpricing.
2. Perhatikan Kadar dan Sertifikat
Pastikan emas yang dibeli memiliki kadar yang sesuai dengan klaim penjual. Emas 24K harus memiliki kemurnian 99,9%. Jika membeli secara online, pastikan ada sertifikat resmi dari produsen.
3. Cek Kebijakan Retur dan Garansi
Toko terpercaya biasanya menyediakan kebijakan retur atau garansi. Ini penting jika nanti ditemukan masalah pada produk, seperti berat yang tidak sesuai atau kerusakan fisik.
4. Beli dari Sumber Terpercaya
Pilih toko atau platform yang sudah terbukti kredibel. Banyak toko online dan offline yang menawarkan harga murah namun ternyata menjual emas palsu atau berkualitas rendah.
Kapan Waktu Terbaik Membeli Emas?
Menunggu waktu yang tepat untuk membeli emas memang sulit. Namun, ada beberapa indikator yang bisa dijadikan pertimbangan.
1. Saat Inflasi Tinggi
Emas sering dijadikan lindung nilai saat inflasi tinggi. Nilai uang menurun, sementara harga emas cenderung stabil atau naik. Ini membuat emas menjadi pilihan aman.
2. Saat Suku Bunga Dunia Rendah
Saat suku bunga rendah, investor cenderung mencari aset alternatif seperti emas. Ini bisa menjadi peluang untuk membeli emas dengan harga lebih terjangkau.
3. Jelang Perayaan atau Musim Belanja
Menjelang hari raya atau musim belanja besar, harga emas bisa naik karena permintaan meningkat. Beli sebelum momen itu tiba agar bisa mendapat harga lebih murah.
Disclaimer
Harga emas sangat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar global dan lokal. Data dalam artikel ini bersifat terbatas dan hanya berlaku pada tanggal 20 April 2026. Sebaiknya selalu cek harga terbaru sebelum melakukan transaksi.
Investasi emas juga memiliki risiko. Pastikan untuk memahami kondisi pasar dan konsultasi dengan ahli keuangan jika diperlukan. Artikel ini dimaksudkan sebagai informasi umum dan bukan sebagai saran investasi.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













