Nasional

Nilai Dolar AS Terjun Bebas Melawan 6 Mata Uang Terkuat Dunia Tahun 2026 Ini Data Lengkapnya

Fadhly Ramadan
×

Nilai Dolar AS Terjun Bebas Melawan 6 Mata Uang Terkuat Dunia Tahun 2026 Ini Data Lengkapnya

Sebarkan artikel ini
Nilai Dolar AS Terjun Bebas Melawan 6 Mata Uang Terkuat Dunia Tahun 2026 Ini Data Lengkapnya

Dolar Amerika Serikat (AS) sempat terpuruk dalam sepekan terakhir, seiring berbagai tekanan dari sentimen geopolitik dan dinamika global. Meski begitu, mata cadangan dunia ini masih menunjukkan ketahanan tertentu, terutama ketika ketegangan di kawasan Timur Tengah mulai mereda. Pergerakan nilai tukarnya terhadap enam mata uang utama dunia pun menjadi cerminan dari situasi ekonomi dan politik global.

Indeks Dolar, yang mengukur dolar terhadap sekeranjang mata uang penting seperti euro, yen, dan poundsterling, mencatat penurunan 0,25 persen pada perdagangan akhir pekan lalu. Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya selera di kalangan , yang mulai beralih dari aset aman ke aset berisiko setelah munculnya isyarat pembicaraan damai antara AS dan Iran.

Dolar Melemah Terhadap Mata Uang Utama

Pergerakan dolar terhadap mata uang utama dunia menunjukkan tren yang cukup variatif. Investor global tampaknya mulai mengurangi eksposur terhadap dolar sebagai safe haven, seiring optimisme akan penyelesaian konflik di Timur Tengah. Berikut adalah rincian pergerakan nilai tukar dolar terhadap beberapa mata uang penting:

Mata Uang Kurs Sebelumnya Kurs Terkini (%)
Euro (EUR) 1,1685 1,1713 +0,24%
Poundsterling (GBP) 1,3468 1,3521 +0,39%
Yen Jepang (JPY) 159,74 159,44 -0,19%
Franc Swiss (CHF) 0,7862 0,7855 -0,09%
Dolar Kanada (CAD) 1,3701 1,3673 -0,20%
Krona Swedia (SEK) 9,2576 9,2304 -0,29%

Penurunan ini menunjukkan bahwa investor mulai mengurangi eksposur terhadap dolar sebagai aset aman. Namun, ketegangan di Selat Hormuz masih menjadi faktor penopang permintaan terhadap dolar, terutama jika situasi kembali tidak menentu.

1. Sentimen Geopolitik yang Berubah

Salah satu faktor utama yang menyebabkan melemahnya dolar adalah perubahan sentimen geopolitik. Setelah pekan sebelumnya dolar menjadi pilihan utama investor karena ketidakpastian, kini muncul tanda-tanda bahwa AS dan Iran bersedia kembali ke meja perundingan.

Langkah ini memicu optimisme pasar, dan investor mulai menggeser portofolio mereka ke aset berisiko yang menjanjikan return lebih tinggi. Namun, perubahan ini masih sangat rapuh dan bisa berbalik kapan saja jika situasi di kawasan kembali memanas.

2. Peran Federal Reserve dan Politik Dalam Negeri AS

Tidak hanya faktor eksternal, dinamika internal AS juga turut memengaruhi performa dolar. Investigasi terhadap renovasi gedung Federal Reserve yang dihentikan, misalnya, dianggap sebagai langkah untuk meredam ketegangan antara Trump dan Ketua Fed Jerome Powell.

Langkah ini membuka kemungkinan kedatangan Kevin Warsh sebagai pengganti Powell, yang dianggap lebih sejalan dengan kebijakan moneternya Trump. Perubahan kepala bank sentral bisa berdampak besar pada kebijakan suku bunga dan nilai tukar dolar ke depannya.

3. Pergerakan Dolar Terhadap Mata Uang Utama

Berikut adalah penjabaran pergerakan dolar terhadap beberapa mata uang utama dunia:

Euro (EUR)

Dolar melemah terhadap euro, yang naik dari USD1,1685 ke USD1,1713. Kenaikan ini mencerminkan optimisme terhadap kawasan Eropa, terutama setelah data inflasi di zona euro menunjukkan penurunan yang lebih dari ekspektasi.

Poundsterling (GBP)

Poundsterling juga menguat menjadi USD1,3521 dari level sebelumnya di USD1,3468. Penguatan ini didukung oleh ekspektasi positif terhadap kebijakan moneternya Bank of England.

Yen Jepang (JPY)

Dolar sedikit melemah terhadap yen, turun dari 159,74 menjadi 159,44. Yen tetap menjadi pilihan investor saat ketidakpastian global meningkat, meski kali ini permintaan terhadapnya tidak terlalu tinggi.

Franc Swiss (CHF)

Franc Swiss sedikit menguat menjadi 0,7855 dari 0,7862. Stabilitas ekonomi Swiss menjadikan franc sebagai alternatif safe haven, meski tidak sepopuler dolar atau yen.

Dolar Kanada (CAD)

Dolar Kanada menguat menjadi 1,3673 dari 1,3701. Kenaikan harga global memberikan dukungan terhadap mata uang ini.

Krona Swedia (SEK)

Krona Swedia melemah menjadi 9,2304 dari 9,2576. Meski Swedia bukan negara anggota Uni Eropa, mata uang ini tetap dipengaruhi oleh dinamika pasar Eropa.

Negosiator AS-Iran Kembali ke Meja Perundingan

Langkah penting diambil oleh kedua belah pihak untuk kembali membuka dialog. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan kunjungan ke Islamabad, Muscat, dan Moskow untuk membahas perkembangan regional. Meski belum ada konfirmasi pertemuan langsung dengan utusan AS, langkah ini dianggap sebagai sinyal positif.

Di sisi lain, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi bahwa utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan pengusaha Jared Kushner akan melakukan perjalanan ke Pakistan untuk pembicaraan lanjutan.

Presiden Trump juga menyatakan bahwa Iran berencana mengajukan tawaran yang sesuai dengan tuntutan AS. Meski belum jelas isi tawaran tersebut, langkah ini menunjukkan bahwa kedua negara bersiap untuk mencari titik temu.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan situasi geopolitik dan kebijakan moneternya bank sentral global. Nilai tukar mata uang sangat rentan terhadap pasar dan kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, pembaca disarankan untuk selalu memantau perkembangan terkini sebelum membuat keputusan keuangan atau investasi.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.