Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah mencatatkan pencapaian finansial yang mengesankan di tahun 2025. Laba bersih perusahaan setelah pajak mencapai Rp163,18 miliar, naik 19,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp136,80 miliar. Angka ini menjadi cerminan kinerja keuangan yang solid sekaligus bukti bahwa strategi bisnis yang diterapkan selama ini mulai membuahkan hasil.
Pertumbuhan laba yang signifikan ini tidak datang begitu saja. Ada sejumlah faktor yang mendukung, mulai dari peningkatan pendapatan kafalah hingga pengelolaan risiko yang lebih disiplin. Plt. Direktur Utama Askrindo Syariah, Aviantono Yudihariadi, menyebut bahwa pencapaian ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjaga tata kelola yang baik dan menerapkan prinsip-prinsip bisnis yang prudent.
Kinerja Keuangan Askrindo Syariah di Tahun 2025
Pencapaian keuangan Askrindo Syariah di tahun 2025 tidak hanya terbatas pada laba bersih. Ada sejumlah indikator penting lainnya yang juga menunjukkan kinerja positif. Pertumbuhan aset, ekuitas, dan pendapatan kafalah menjadi bagian dari cerita sukses ini.
1. Laba Bersih Naik 19,29 Persen
Laba bersih Askrindo Syariah mencapai Rp163,18 miliar pada akhir 2025. Angka ini naik dari Rp136,80 miliar di tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengelola pendapatan dan biaya dengan efektif.
2. Aset Perusahaan Tembus Rp3,28 Triliun
Total aset Askrindo Syariah pada akhir 2025 mencapai Rp3,28 triliun. Ini merupakan pertumbuhan sebesar 9,80 persen dibandingkan tahun 2024. Dengan pencapaian ini, Askrindo Syariah menjadi perusahaan dengan aset terbesar di industri penjaminan syariah nasional.
3. Ekuitas Naik Jadi Rp1,17 Triliun
Ekuitas perusahaan juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dari Rp996,56 miliar di 2024, ekuitas naik menjadi Rp1,17 triliun di 2025. Peningkatan ini mencerminkan modal yang semakin kuat dan kepercayaan investor terhadap perusahaan.
4. Pendapatan Kafalah Capai Rp538,93 Miliar
Pendapatan dari kafalah meningkat dari Rp436,60 miliar pada 2024 menjadi Rp538,93 miliar di 2025. Ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk penjaminan syariah terus meningkat.
5. Imbal Jasa Kafalah (IJK) Bruto Naik 1,63 Persen
Imbal Jasa Kafalah Bruto juga mengalami peningkatan, dari Rp820,65 miliar menjadi Rp834,07 miliar. Meski kenaikannya tidak terlalu besar, angka ini tetap menunjukkan bahwa bisnis inti perusahaan terus berkembang.
Dukungan untuk UMKM dan Transformasi Digital
Selain pencapaian keuangan, Askrindo Syariah juga aktif mendukung pengembangan ekonomi syariah nasional. Salah satu caranya adalah melalui pemberian penjaminan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
1. Penjaminan untuk 29,2 Juta Debitur
Hingga akhir 2025, Askrindo Syariah telah memberikan penjaminan kepada 29,2 juta debitur. Dari jumlah tersebut, 4,63 juta di antaranya adalah debitur baru yang bergabung pada tahun ini. Total nilai kafalah yang dikelola mencapai Rp47,21 triliun.
2. Perluasan Akses Pembiayaan Syariah
Perusahaan berperan aktif dalam berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan inklusi pembiayaan berbasis syariah. Langkah ini diharapkan bisa membuka akses lebih luas bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
3. Implementasi Transformasi Digital
Untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, Askrindo Syariah melakukan transformasi digital. Salah satu inisiatifnya adalah penggunaan sistem host to host dan core system end-to-end. Selain itu, platform MAASya (Mobile Application Askrindo Syariah) juga diperkuat untuk memudahkan proses penjaminan.
Peringkat Investasi dan Stabilitas Bisnis
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kredibilitas dan kepercayaan publik, Askrindo Syariah berhasil memperoleh peringkat idA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat ini memiliki prospek stabil dan mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang solid.
1. Peringkat idA+ dari Pefindo
Peringkat idA+ menunjukkan bahwa Askrindo Syariah memiliki risiko kredit yang rendah dan kemampuan membayar kewajiban keuangan yang baik. Ini merupakan apresiasi terhadap kinerja perusahaan selama ini.
2. Dukungan dari Induk Usaha
Peringkat ini juga mencerminkan kuatnya dukungan dari induk usaha. Dengan backing yang kuat, Askrindo Syariah bisa terus mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.
3. Rasio Keuangan yang Sehat
Gearing Ratio perusahaan tetap terjaga di angka 29,07 kali, jauh di bawah batas maksimum regulasi. Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak terlalu bergantung pada utang dan memiliki struktur modal yang sehat.
Tabel Ringkasan Kinerja Keuangan Askrindo Syariah 2025
| Indikator | 2024 | 2025 | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp136,80 miliar | Rp163,18 miliar | 19,29% |
| Total Aset | Rp2,99 triliun | Rp3,28 triliun | 9,80% |
| Ekuitas | Rp996,56 miliar | Rp1,17 triliun | 17,26% |
| Pendapatan Kafalah | Rp436,60 miliar | Rp538,93 miliar | – |
| Imbal Jasa Kafalah (IJK) Bruto | Rp820,65 miliar | Rp834,07 miliar | 1,63% |
| Gearing Ratio | – | 29,07x | – |
Penutup
Pencapaian Askrindo Syariah di tahun 2025 menjadi cerminan dari strategi bisnis yang tepat dan komitmen kuat terhadap pertumbuhan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi, perluasan akses pembiayaan syariah, serta pengelolaan risiko yang disiplin, perusahaan terus memperkuat posisinya di industri penjaminan syariah nasional.
Disclaimer: Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi resmi hingga April 2026. Angka-angka bisa berubah seiring dengan pelaporan resmi dan kebijakan regulasi yang berlaku.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













