Harga minyak dunia sempat terjun bebas lebih dari 6 persen dalam sehari, membuat gelegar di pasar global. Pergerakan ini terjadi setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Meski begitu, pemerintah tetap menjamin harga Pertalite tidak akan naik, meskipun harga minyak mentah internasional mencapai USD118 per barel.
Penurunan harga minyak ini dipicu oleh beberapa faktor eksternal, termasuk optimisme pasar terhadap langkah-langkah stabilisasi dari berbagai negara penghasil minyak serta sentimen investor yang mulai berhati-hati. Dampaknya dirasakan di berbagai sektor, termasuk energi dan keuangan.
Penyebab Penurunan Harga Minyak Dunia
-
Kebijakan Produksi OPEC+ yang Lebih Fleksibel
Organisasi negara pengekspor minyak (OPEC+) dikabarkan bersiap menyesuaikan target produksi guna menjaga keseimbangan pasar. Langkah ini memberi sinyal bahwa pasokan bisa meningkat dalam waktu dekat. -
Melemahnya Permintaan Global Akibat Ketidakpastian Ekonomi
Banyak negara mulai membatasi pengeluaran karena ketidakpastian ekonomi global. Permintaan minyak pun ikut melambat, terutama dari sektor industri. -
Kekhawatiran Resesi di Negara Maju
Indikator ekonomi dari Amerika Serikat dan Eropa menunjukkan perlambatan. Investor mulai menghindari komoditas berisiko tinggi seperti minyak mentah.
Dampak pada Harga BBM Bersubsidi di Indonesia
Meskipun harga minyak dunia fluktuatif, pemerintah menjamin kenaikan harga Pertalite tidak akan terjadi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa subsidi untuk BBM jenis ini akan tetap dipertahankan.
Beberapa poin penting terkait kebijakan ini:
- Subsidi tetap dijaga meski harga minyak mentah dunia tinggi.
- Pemerintah memiliki cadangan anggaran untuk menutup selisih harga jual dan harga pokok BBM.
- Harga Pertalite dijamin tidak naik meski harga beli minyak dunia mencapai USD118 per barel.
Perbandingan Harga Minyak Mentah Dunia dan Harga Pertalite
| Tanggal | Harga Minyak Mentah (USD/barel) | Harga Pertalite (Rp/liter) |
|---|---|---|
| 8 Maret 2026 | 118 | 10.000 |
| 9 Maret 2026 | 115 | 10.000 |
| 10 Maret 2026 | 108 | 10.000 |
Catatan: Harga minyak mentah global berdasarkan Brent Crude. Data harga Pertalite berdasarkan harga eceran di SPBU wilayah Jabodetabek.
Kebijakan Bank Indonesia Menjelang Idulfitri 2026
Bank Indonesia (BI) juga mengeluarkan aturan baru terkait operasional perbankan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Kebijakan ini dirancang agar layanan perbankan tetap bisa diakses masyarakat meski dalam periode libur panjang.
Beberapa poin penting dari kebijakan BI:
- Jadwal operasional bank disesuaikan dengan libur nasional dan cuti bersama.
- Layanan digital tetap aktif selama 24 jam.
- Layanan kas tetap tersedia di lokasi-lokasi strategis.
Pergerakan Harga Emas Antam
Sementara itu, harga emas batangan dari PT Aneka Tambang (Antam) mengalami kenaikan. Investor cenderung beralih ke aset aman seperti emas saat ketidakpastian ekonomi meningkat.
Berikut rincian harga emas Antam per 10 Maret 2026:
- 1 gram: Rp 1.050.000
- 1/2 gram: Rp 525.000
- 1/4 gram: Rp 262.500
Kondisi IHSG di Awal Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, 10 Maret 2026, mengalami kenaikan di awal perdagangan. IHSG dibuka di level 7.443,046, menunjukkan sentimen positif dari investor terhadap pasar modal domestik.
Kesimpulan
Penurunan harga minyak dunia lebih dari 6 persen menjadi angin segar bagi stabilitas ekonomi nasional. Meski harga minyak sempat menyentuh level tinggi, pemerintah tetap menjaga harga Pertalite agar tidak naik. Subsidi BBM tetap dipertahankan sebagai bentuk perlindungan terhadap daya beli masyarakat.
Namun, dinamika harga global tetap perlu diwaspadai. Perubahan kebijakan dari negara produsen minyak besar, gejolak geopolitik, dan kondisi ekonomi global bisa memengaruhi tren harga ke depannya.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan pasar dan kebijakan pemerintah setempat.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













