Tarif listrik PLN untuk periode April hingga Juni 2026 resmi dipastikan tidak mengalami kenaikan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan bahwa semua golongan pengguna, baik yang mendapat subsidi maupun tidak, akan tetap menggunakan tarif yang sama seperti triwulan sebelumnya.
Kebijakan ini memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha agar tidak terbebani kenaikan biaya penggunaan listrik. Dengan tetapnya tarif, diharapkan stabilitas ekonomi rumah tangga dan operasional bisnis bisa terjaga lebih baik.
Tarif Listrik Subsidi Rumah Tangga
Golongan rumah tangga berdaya rendah masih mendapat perhatian khusus melalui skema subsidi. Tarif ini berlaku untuk penggunaan listrik sehari-hari yang umumnya tidak terlalu besar.
- Golongan R-1/TR daya 450 VA: Rp415 per kWh
- Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp605 per kWh
Kedua golongan ini umumnya digunakan oleh keluarga berpenghasilan rendah atau rumah tangga sederhana yang penggunaan listriknya terbatas.
Tarif Listrik Nonsubsidi untuk Keperluan Rumah Tangga
Untuk rumah tangga dengan daya lebih tinggi, tarif listrik dikenakan tanpa subsidi. Golongan ini mencakup berbagai kapasitas daya yang disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan listrik yang lebih besar.
- Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp1.352 per kWh
- Golongan R-1/TR daya 1.300 VA: Rp1.444,70 per kWh
- Golongan R-1/TR daya 2.200 VA: Rp1.444,70 per kWh
- Golongan R-2/TR daya 3.500-5.500 VA: Rp1.699,53 per kWh
- Golongan R-3/TR daya 6.600 VA ke atas: Rp1.699,53 per kWh
Tarif ini berlaku untuk rumah tangga yang menggunakan listrik untuk kebutuhan lebih intens, seperti penggunaan peralatan elektronik banyak atau AC.
Tarif Listrik untuk Kebutuhan Bisnis
Pelaku usaha kecil hingga menengah juga memiliki tarif khusus. Tarif ini disesuaikan dengan kapasitas daya yang digunakan agar sesuai dengan kebutuhan operasional.
- Golongan B-2/TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp1.444,70 per kWh
- Golongan B-3/TM, TT daya di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh
Tarif ini dirancang agar pengelolaan biaya operasional bisnis tetap efisien, terutama untuk usaha yang membutuhkan daya cukup besar.
Tarif Listrik untuk Sektor Industri
Industri besar memiliki tarif listrik yang berbeda lagi. Tarif ini lebih rendah karena penggunaan dalam skala besar dan biasanya sudah menggunakan sistem distribusi tegangan tinggi.
- Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh
- Golongan I-4/TT daya di atas 30.000 kVA: Rp996,74 per kWh
Tarif ini membantu industri menjaga efisiensi produksi tanpa terbebani biaya energi yang tinggi.
Tarif Listrik untuk Pemerintah dan Penerangan Umum
Instansi pemerintah dan fasilitas umum seperti penerangan jalan juga memiliki aturan tarif tersendiri. Ini mencerminkan penggunaan listrik untuk kepentingan publik.
- Golongan P-1/TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp1.699,53 per kWh
- Golongan P-2/TM tegangan menengah daya di atas 200 kVA: Rp1.522,88 per kWh
- Golongan P-3/TR keperluan jalan umum: Rp1.699,53 per kWh
- Golongan L/TR, TM, TT, daya pada berbagai tegangan: Rp1.644,52 per kWh
Tarif ini membantu pemerintah dalam pengelolaan anggaran untuk fasilitas umum.
Tarif Listrik untuk Pelayanan Sosial
Lembaga sosial seperti panti asuhan, pusat rehabilitasi, dan fasilitas kesehatan juga mendapat tarif khusus. Ini sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan publik berbasis sosial.
- Golongan S-1/TR daya 450 VA: Rp325 per kWh
- Golongan S-1/TR daya 900 VA: Rp455 per kWh
- Golongan S-1/TR daya 1.300 VA: Rp708 per kWh
- Golongan S-1/TR daya 2.200 VA: Rp760 per kWh
- Golongan S-1/TR daya 3.500 VA-200 kVA: Rp900 per kWh
- Golongan S-2/TR daya lebih dari 200 kVA: Rp925 per kWh
Tarif ini dirancang agar lembaga sosial tetap bisa beroperasi dengan biaya listrik yang terjangkau.
Rangkuman Tarif Listrik PLN Triwulan II 2026
Berikut adalah ringkasan tarif listrik PLN untuk periode April-Juni 2026 berdasarkan golongan pengguna:
| Golongan | Daya | Tarif per kWh |
|---|---|---|
| R-1/TR | 450 VA | Rp415 |
| R-1/TR | 900 VA | Rp605 |
| R-1/TR | 900 VA (nonsubsidi) | Rp1.352 |
| R-1/TR | 1.300 VA | Rp1.444,70 |
| R-1/TR | 2.200 VA | Rp1.444,70 |
| R-2/TR | 3.500-5.500 VA | Rp1.699,53 |
| R-3/TR | 6.600 VA ke atas | Rp1.699,53 |
| B-2/TR | 6.600 VA-200 kVA | Rp1.444,70 |
| B-3/TM | >200 kVA | Rp1.114,74 |
| I-3/TM | >200 kVA | Rp1.114,74 |
| I-4/TT | >30.000 kVA | Rp996,74 |
| P-1/TR | 6.600 VA-200 kVA | Rp1.699,53 |
| P-2/TM | >200 kVA | Rp1.522,88 |
| P-3/TR | – | Rp1.699,53 |
| L/TR, TM, TT | Berbagai daya | Rp1.644,52 |
| S-1/TR | 450 VA | Rp325 |
| S-1/TR | 900 VA | Rp455 |
| S-1/TR | 1.300 VA | Rp708 |
| S-1/TR | 2.200 VA | Rp760 |
| S-1/TR | 3.500 VA-200 kVA | Rp900 |
| S-2/TR | >200 kVA | Rp925 |
Tarif ini berlaku selama triwulan kedua tahun 2026. Namun, perlu diingat bahwa kebijakan energi bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi ekonomi dan pasokan energi nasional. Selalu cek informasi resmi dari PLN untuk pembaruan terbaru.
Disclaimer: Data di atas bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah dan PLN.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.












