Nasional

Viral Sampai ke Malaysia, Apakah Kamu Sudah Tahu Arti dan Sejarah Panjang di Balik Kata Ngabuburit?

Danang Ismail
×

Viral Sampai ke Malaysia, Apakah Kamu Sudah Tahu Arti dan Sejarah Panjang di Balik Kata Ngabuburit?

Sebarkan artikel ini
Viral Sampai ke Malaysia, Apakah Kamu Sudah Tahu Arti dan Sejarah Panjang di Balik Kata Ngabuburit?

Istilah ngabuburit yang selalu bergema setiap kali bulan Ramadan tiba ternyata menyimpan akar budaya yang mendalam. Fenomena ini tidak lagi sekadar aktivitas pengisi waktu luang, melainkan sudah menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat Indonesia saat menjalankan ibadah . Siapa sangka, istilah yang awalnya bersifat lokal ini kini telah bertransformasi menjadi kosakata nasional yang bahkan mulai melintasi batas negara hingga ke Malaysia.

Popularitas ngabuburit didorong oleh fungsinya yang sangat relevan dengan kebutuhan psikologis selama berpuasa, yaitu mencari distraksi positif untuk mengalihkan rasa lapar dan haus menjelang berbuka. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ngabuburit secara resmi diartikan sebagai aktivitas menunggu azan magrib menjelang berbuka puasa. Penyerapan istilah ini ke dalam bahasa nasional membuktikan betapa kuatnya pengaruh budaya daerah terhadap struktur komunikasi masyarakat urban saat ini.

Arti ngabuburit secara bahasa dan makna sebenarnya

Secara etimologis, ngabuburit berasal dari bahasa Sunda yang berakar pada kata “burit”. Dalam penggunaan aslinya, istilah ini tidak terbatas hanya pada bulan Ramadan saja, melainkan merujuk pada aktivitas apa pun yang dilakukan untuk menikmati waktu senja. Berikut adalah rincian makna ngabuburit berdasarkan perspektif yang berbeda:

Konteks Penggunaan Makna atau Arti
Bahasa Sunda (Asal) Mengisi waktu sore hari
Konteks Umum Menunggu waktu menjelang malam
Konteks Ramadan Menunggu waktu berbuka puasa/Magrib
Konteks Modern Aktivitas santai atau nongkrong sebelum berbuka

1. Struktur Pembentukan Kata

Kata ini terbentuk dari awalan “nga-” yang dalam morfolagi bahasa Sunda berfungsi sebagai pembentuk kata kerja atau tindakan. Ketika digabungkan dengan kata “burit” yang berarti sore, maka terciptalah kata “ngabuburit” yang secara harfiah berarti melakukan kegiatan di waktu sore.

2. Pergeseran Makna ke Religius

Meskipun secara bahasa bermakna umum, penggunaan kata ini mengalami penyempitan makna secara sosiologis di Indonesia. Masyarakat lebih sering mengaitkannya dengan momen penantian takjil atau azan Magrib dibandingkan dengan sekadar jalan-jalan sore di bulan-bulan biasa.

Faktor Penyebaran dan Pengaruh Regional

ngabuburit dari istilah lokal Jawa Barat menjadi istilah nasional terjadi melalui proses yang panjang. Media massa memiliki peran krusial dalam memperkenalkan kata ini ke luar lingkup penutur bahasa Sunda melalui tayangan televisi dan nasional.

1. Peran Media Televisi dan Sinetron

Sejak dekade 1990-an, banyak program spesial Ramadan di televisi nasional menggunakan kata “ngabuburit” sebagai judul acara atau jargon utama. Hal ini membuat penduduk di luar Pulau Jawa mulai mengadopsi istilah tersebut dalam percakapan sehari-hari.

2. Migrasi Penduduk

Perpindahan penduduk atau urbanisasi dari wilayah Jawa Barat ke kota-kota besar lainnya turut membawa dialek dan istilah lokal yang kemudian diterima secara luas karena dianggap unik dan .

3. Ekspansi ke Malaysia

Belakangan ini, tren ngabuburit merambah ke Malaysia melalui konten digital di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram. Meskipun warga Malaysia memiliki istilah sendiri seperti “jalan petang”, pengaruh budaya pop Indonesia membuat istilah ngabuburit mulai digunakan oleh kaum muda di sana.

Aspek Karakteristik di Indonesia Karakteristik di Malaysia
Istilah Utama Ngabuburit Jalan petang / Tunggu berbuka
Status Istilah Kosakata resmi dalam KBBI Istilah serapan/viral dari media sosial
Tradisi Utama Berburu takjil di kaget Mengunjungi Bazar Ramadan

Evolusi Aktivitas Ngabuburit di Masyarakat

Seiring perubahan gaya hidup dan teknologi, cara orang menghabiskan waktu menjelang berbuka pun mengalami pergeseran yang cukup signifikan.

1. Era Tradisional

Dahulu, aktivitas ini bersifat sangat komunal dan sederhana. Anak-anak biasanya bermain di lapangan desa, mengaji di musala, atau sekadar duduk-duduk di teras rumah sambil berbincang dengan tetangga.

2. Era Modern dan Digital

Di masa sekarang, ngabuburit bertransformasi menjadi kegiatan yang lebih variatif:

  • Berburu takjil melalui aplikasi pesan antar makanan.
  • Membuat konten video estetik tentang suasana berbuka di media sosial.
  • Olahraga di pusat kebugaran atau area publik kota.
  • Mengadakan kopi darat atau pertemuan di kafe.

Disclaimer: Makna bahasa dan tren aktivitas sosial dapat terus berkembang mengikuti perubahan perilaku masyarakat dan kemajuan teknologi digital di masa depan.

Ngabuburit membuktikan bahwa bahasa bukan sekadar , melainkan jembatan budaya yang menyatukan masyarakat dalam satu tradisi yang hangat. Berasal dari bahasa Sunda “burit”, istilah ini kini menjadi simbol kebersamaan nasional setiap kali Ramadan tiba.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.