Nasional

InJourney Airports Catatkan 38,20 Juta Penumpang Pesawat pada Kuartal I 2026 dengan Peningkatan Signifikan

Rista Wulandari
×

InJourney Airports Catatkan 38,20 Juta Penumpang Pesawat pada Kuartal I 2026 dengan Peningkatan Signifikan

Sebarkan artikel ini
InJourney Airports Catatkan 38,20 Juta Penumpang Pesawat pada Kuartal I 2026 dengan Peningkatan Signifikan

PT Angkasa Pura Indonesia atau Airports mencatat pencapaian menonjol di kuartal pertama tahun 2026. Sebanyak 38,20 juta penumpang telah melintasi 37 bandara yang dikelola perusahaan ini. Angka ini naik sekitar persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 36,38 juta penumpang.

ini tidak hanya terjadi di sisi jumlah penumpang. Total pergerakan pesawat juga membukukan kenaikan hingga 8,7 persen, dari 275.782 menjadi 299.759 penerbangan. Lonjakan ini sejalan dengan tingginya perjalanan saat libur Natal dan Tahun Baru di Januari serta Angkutan Lebaran 1447 H di Maret.

Kinerja Bandara di Kuartal I 2026

Kenaikan jumlah penumpang dan penerbangan menjadi cerminan dari pemulihan sektor penerbangan pasca-pandemi. InJourney Airports berhasil menjawab lonjakan permintaan dengan optimalisasi operasional dan kolaborasi erat dengan berbagai pihak, termasuk maskapai penerbangan dan otoritas bandara.

1. Penumpang Domestik dan Internasional

Penumpang rute domestik mencatatkan angka sebesar 28,38 juta orang. Sementara itu, penumpang internasional menyentuh angka 9,82 juta orang. Perbandingan ini menunjukkan bahwa rute domestik masih menjadi tulang punggung lalu lintas penerbangan nasional.

Kategori Jumlah Penumpang (Kuartal I 2026)
Domestik 28,38 juta
Internasional 9,82 juta

2. Peningkatan Penerbangan

Total penerbangan yang dilayani naik dari 275.782 menjadi 299.759. Artinya, ada peningkatan sekitar 8,7 persen. Lonjakan ini terutama terjadi di masa-masa puncak libur, seperti Natal-Tahun Baru dan Lebaran.

3. Penyesuaian Layanan di Masa Peak Season

Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, seluruh bandara yang dikelola InJourney Airports beroperasi 24 jam selama periode peak season. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan penerbangan dan optimalisasi slot waktu yang ada.

4. Pembukaan Rute Baru

Salah satu faktor dorong kenaikan jumlah penumpang adalah pembukaan sejumlah rute baru. Kolaborasi dengan maskapai penerbangan memungkinkan penambahan konektivitas, baik di rute domestik maupun internasional.

5. Bandara Tersibuk di Kuartal I

Lima bandara dengan jumlah penumpang tertinggi di kuartal I 2026 adalah:

  1. Bandara Soekarno-Hatta Tangerang: 13,48 juta penumpang
  2. Bandara I Gusti Ngurah Rai : 5,34 juta penumpang
  3. Bandara Juanda : 3,21 juta penumpang
  4. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar: 2,34 juta penumpang
  5. Bandara Kualanamu Deli Serdang: 1,80 juta penumpang

Strategi Jangka Pendek Menuju Layanan Kelas Dunia

Menghadapi lonjakan permintaan di kuartal II, InJourney Airports menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah pelayanan bagi calon jemaah haji yang akan melaksanakan ibadah di Mekkah. Selain itu, periode libur sekolah juga menjadi fokus utama dalam upaya menjaga kualitas pelayanan.

1. Persiapan Angkutan Haji

Periode angkutan haji menjadi momen bagi operasional bandara. InJourney Airports telah menyiapkan berbagai fasilitas dan layanan khusus untuk memastikan kenyamanan jemaah selama proses keberangkatan.

2. Layanan Libur Sekolah

Libur sekolah biasanya diikuti lonjakan perjalanan keluarga. Untuk itu, seluruh bandara diperintahkan meningkatkan kesiapan personel, fasilitas, dan sistem operasional agar tetap nyaman dan aman.

Transformasi Berkelanjutan Menuju Bandara Modern

InJourney Airports terus menjalankan transformasi berkelanjutan di tiga pilar utama: premises, people, dan process. Ditambah satu pilar pendukung, yaitu teknologi sebagai enabler.

1. Premises: Infrastruktur dan Fasilitas Kelas Dunia

Upaya peningkatan kualitas infrastruktur terus dilakukan. Bandara-bandara diperbarui dengan fasilitas modern yang ramah pengguna dan mendukung mobilitas tinggi.

2. People: Peningkatan Kompetensi SDM

Pelatihan dan sertifikasi ulang bagi staf bandara menjadi bagian dari peningkatan layanan. SDM yang profesional dan ramah menjadi kunci utama pengalaman positif penumpang.

3. Process: Operasional Berbasis Ekosistem

InJourney Airports mengadopsi pendekatan sistem ekosistem dalam operasionalnya. Ini mencakup integrasi antar divisi, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.

4. Teknologi: Fungsi Enabler

Teknologi menjadi tulang punggung transformasi digital. Mulai dari sistem check-in otomatis, pengawasan keamanan berbasis AI, hingga aplikasi mobile untuk penumpang.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Lonjakan jumlah penumpang menunjukkan bahwa sektor penerbangan nasional semakin pulih. Namun, di balik pencapaian ini, ada tantangan besar dalam menjaga kualitas layanan dan keamanan.

InJourney Airports harus terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan dinamika pasar. Termasuk dalam menghadapi persaingan dari bandara swasta dan kebutuhan penumpang yang semakin tinggi terhadap kenyamanan.

Disclaimer

Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari keterangan resmi InJourney Airports per . Angka dapat berubah sewaktu-waktu seiring dengan perkembangan operasional dan pelaporan resmi dari perusahaan.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.