Nasional

Indeks Harga Saham Gabungan Melemah 0,61 Persen Pada Perdagangan Hari Ini

Retno Ayuningrum
×

Indeks Harga Saham Gabungan Melemah 0,61 Persen Pada Perdagangan Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Indeks Harga Saham Gabungan Melemah 0,61 Persen Pada Perdagangan Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup di zona merah pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2026. Pergerakan ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih belum sepenuhnya pulih meski sepanjang sesi pagi sempat menunjukkan perlawanan.

Secara teknis, IHSG tercatat turun 43,448 poin atau sekitar 0,61 persen ke level 7.048. Pagi harinya, indeks sempat dibuka di angka 7.122, lalu bergerak antara level tertinggi 7.155 dan terendah 7.031. Dari sisi volume, total saham yang diperdagangkan mencapai 27,236 miliar dengan nilai transaksi Rp14,952 triliun. Kapitalisasi pasar sendiri tercatat di angka Rp12,447 triliun.

Kondisi Saham Hari Ini

Pergerakan saham hari ini cukup bervariasi. Ada 262 saham yang menguat, tetapi lebih banyak saham yang melemah, yaitu sebanyak 406 saham. itu, 151 saham lainnya stagnan atau tidak menunjukkan perubahan harga signifikan.

Dari segi frekuensi transaksi, terjadi sekitar 1,748 juta kali transaksi sepanjang hari. Angka ini menunjukkan bahwa perdagangan tetap tinggi meski sentimen pasar sedang tidak terlalu positif.

Faktor yang Mempengaruhi IHSG

1. Sentimen Global dari The Fed

Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang di masih terkendali. Namun, bank sentral tetap waspada terhadap dampak dari ketegangan antara AS dan Iran, yang berpotensi memicu volatilitas pasar.

Pernyataan Powell ini memberikan sedikit optimisme kepada investor bahwa kenaikan suku bunga tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Namun, ketidakpastian geopolitik masih menjadi penghalang bagi penguatan lebih lanjut.

2. Lonjakan Harga Minyak Mentah

Harga minyak dunia terus naik dan mencatat level tertinggi baru. Kenaikan ini telah mencapai 90 persen sejak awal tahun. Lonjakan harga minyak ini memicu kekhawatiran di pasar modal karena berdampak langsung pada biaya produksi dan inflasi.

Investor khawatir bahwa kenaikan harga energi akan memicu tekanan pada sektor riil, terutama yang bergantung pada energi sebagai input utama.

3. Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Iran kembali menegaskan bahwa tuntutan dari AS terhadap dirinya terlalu berlebihan dan tidak logis. Sementara negara-negara seperti Mesir, Pakistan, dan Turki menyerukan agar Presiden AS mengakhiri yang terus berlarut.

Belum adanya titik temu dalam diplomasi membuat investor cenderung waspada. Ketidakjelasan ini berpotensi memicu volatilitas lebih lanjut di pasar global, termasuk pasar saham Indonesia.

Analisis Teknikal IHSG

1. Support dan Resistance

Dari sisi teknikal, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo , Maximilianus Nico Demus, menyebut bahwa IHSG berpotensi melemah terbatas. Support berada di kisaran 7.000, sementara resistance berada di 7.240.

2. Pola Pergerakan

IHSG cenderung bergerak sideways dalam range yang sempit. Pola ini menunjukkan bahwa investor masih menunggu isyarat kuat dari sentimen global atau kebijakan domestik yang bisa mendorong pergerakan lebih signifikan.

3. Volume Perdagangan

Volume perdagangan yang tinggi namun tidak diikuti oleh penguatan indeks menunjukkan bahwa investor lebih banyak melakukan take profit atau jual beli jangka pendek. Ini bisa menjadi indikator bahwa tren jangka panjang belum berubah.

Sektor-Saham yang Melemah

Beberapa sektor sempat tertekan pada perdagangan hari ini. Di antaranya adalah sektor pertambangan, perbankan, dan konsumsi. Saham-saham blue-chip seperti BCA, Astra International, dan Freeport sempat terkoreksi.

Namun, tidak semua sektor melemah. Saham-saham pada sektor infrastruktur dan farmasi justru menunjukkan pergerakan positif, meski tidak terlalu signifikan.

Perbandingan IHSG Hari Ini dengan Periode Sebelumnya

Berikut adalah perbandingan IHSG hari ini dengan perdagangan sebelumnya:

Tanggal IHSG (Poin) Perubahan (%) Volume (Miliar) Nilai Transaksi (Triliun)
30 Maret 2026 7.105 +0,25 25,120 13,800
31 Maret 2026 7.048 -0,61 27,236 14,952

Dari tabel di atas, terlihat bahwa meski volume dan nilai transaksi meningkat, IHSG justru terkoreksi. Ini menunjukkan bahwa investor lebih banyak melakukan penjualan daripada pembelian.

Strategi Investasi di Tengah Volatilitas

1. Fokus pada Saham Defensive

Di tengah ketidakpastian, saham-saham defensive seperti konsumsi, farmasi, dan properti menjadi pilihan utama. Saham-saham ini cenderung meski di tengah tekanan pasar.

2. Jangan Panik Jual

pasar adalah hal yang wajar. Investor jangka panjang disarankan untuk tidak terburu-buru menjual saham hanya karena jangka pendek.

3. Pantau Sentimen Global

Pergerakan IHSG sangat dipengaruhi oleh sentimen global. Oleh karena itu, memantau perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global sangat penting.

Kesimpulan

Perdagangan Selasa (31/3/2026) menunjukkan bahwa IHSG masih berada di bawah tekanan. Sentimen global yang belum stabil, lonjakan harga minyak, dan ketegangan geopolitik menjadi faktor utama yang membatasi penguatan lebih lanjut.

Namun, dengan adanya support teknikal di level 7.000, potensi rebound tetap terbuka. Investor disarankan untuk tetap waspada dan tidak terjebak emosi dalam mengambil keputusan investasi.

Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar. Keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi terkini dan pertimbangan risiko masing-masing investor.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.