Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif pada perdagangan Rabu sore. Penguatan ini terjadi beriringan dengan optimisme investor terhadap meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sentimen kuat datang dari pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut bahwa keterlibatan militer AS di Iran bisa selesai dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan.
Angka IHSG naik 136,22 poin atau sekitar 1,93 persen, mencatatkan penutupan di level 7.184,44. Indeks LQ45 juga ikut menguat, naik 10,98 poin atau 1,53 persen ke 726,79. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi domestik, tapi juga oleh dinamika global, terutama yang berkaitan dengan stabilitas politik dan keamanan internasional.
Sentimen Global dan Geopolitik yang Membawa Dampak Positif
Optimisme investor global meningkat setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan kesiapan untuk mengakhiri permusuhan dengan negara-negara Barat. Syaratnya? Ada jaminan internasional yang kuat. Pernyataan ini dianggap sebagai langkah awal penting dalam meredam ketegangan yang selama ini memicu volatilitas pasar saham dunia.
-
Pernyataan Donald Trump Soal Iran
- Presiden AS menyebut bahwa keterlibatan militer Amerika di Iran akan selesai dalam 2-3 minggu.
- Ini memberi isyarat bahwa tekanan militer terhadap Iran akan berkurang, sehingga mengurangi risiko eskalasi konflik.
-
Respons Iran Terhadap Diplomasi Internasional
- Presiden Iran menyatakan kesiapan untuk berdamai dengan syarat tertentu.
- Jaminan internasional menjadi kunci utama dalam proses normalisasi hubungan.
Sentimen ini tidak hanya memengaruhi pasar saham global, tapi juga memberikan dampak langsung pada pergerakan IHSG. Investor lokal mulai melihat peluang di tengah situasi yang lebih stabil, terutama di sektor-sektor yang sensitif terhadap risiko geopolitik.
Kondisi Domestik yang Masih Menopang Optimisme
Di tengah sentimen global yang positif, kondisi ekonomi dalam negeri juga turut memperkuat IHSG. Meski data manufaktur menunjukkan sedikit perlambatan, namun tetap berada di zona ekspansi. S&P Global mencatat Indeks PMI Manufaktur Indonesia turun dari 53,8 pada Februari menjadi 50,1 pada Maret 2026. Angka di atas 50 masih menunjukkan ekspansi, meski pertumbuhan agak melambat.
Penurunan ini dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya ketidakpastian geopolitik, gangguan rantai pasok, dan kenaikan harga bahan baku. Meski begitu, pasar masih menilai bahwa kondisi ini belum mengancam stabilitas ekonomi secara keseluruhan.
Data Neraca Perdagangan dan Inflasi
Neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 mencatat surplus sebesar USD1,28 miliar. Angka ini menjadi indikator positif bagi ketahanan eksternal perekonomian nasional. Surplus neraca dagang menunjukkan bahwa ekspor masih lebih tinggi daripada impor, yang merupakan kabar baik bagi investor.
Sementara itu, laju inflasi Maret tercatat sebesar 0,41 persen secara bulanan (month-to-month) dan 3,48 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini masih berada dalam target Bank Indonesia, yaitu 2,5 persen plus minus 1 persen. Artinya, tekanan inflasi masih terkendali dan tidak mengganggu stabilitas makroekonomi.
Pergerakan Saham dan Sektor yang Mendominasi
Pada sesi perdagangan Rabu, IHSG sempat membuka di zona hijau dan bertahan di sana hingga penutupan. Dari 10 sektor yang ada, sebanyak 9 sektor mencatatkan kenaikan. Sektor industri menjadi yang paling dominan, naik sebesar 5,57 persen. Diikuti oleh sektor barang konsumen non primer (5,01 persen) dan sektor barang baku (3,59 persen).
Sebaliknya, hanya satu sektor yang mencatatkan penurunan, yaitu sektor kesehatan yang turun 0,14 persen. Meski kecil, penurunan ini menunjukkan bahwa tidak semua sektor mendapat sentimen positif secara merata.
Saham yang Paling Naik dan Turun
Berikut adalah daftar saham dengan pergerakan paling signifikan pada hari itu:
Saham Penguatan Terbesar:
- CHEM
- ALKA
- YPAS
- KOCI
- BULL
Saham Pelemahan Terbesar:
- DATA
- NZIA
- WEHA
- TALF
- ATAP
Frekuensi perdagangan saham tercatat mencapai 2.014.275 kali transaksi dengan volume sebanyak 31,54 miliar lembar saham senilai Rp16,47 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 475 saham naik, 209 saham turun, dan 135 saham stagnan.
Pergerakan Bursa Saham Asia
Sentimen positif juga terlihat di bursa saham Asia lainnya. Indeks Nikkei di Jepang naik 5,31 persen, Shanghai Composite naik 1,46 persen, Hang Seng naik 2,04 persen, dan Straits Times naik 1,99 persen. Semua ini menunjukkan bahwa investor Asia tengah merespons baik terhadap perkembangan geopolitik dan ekonomi global.
Disclaimer
Data dan informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Keputusan investasi sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi dari satu sumber, termasuk artikel ini. Harap selalu melakukan analisis mandiri atau berkonsultasi dengan ahli keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













