Nasional

Indeks Harga Saham Gabungan Anjlok 1,89 Persen Menembus Level 7.164 Dipicu Sentimen Global dan Volatilitas Harga Minyak

Retno Ayuningrum
×

Indeks Harga Saham Gabungan Anjlok 1,89 Persen Menembus Level 7.164 Dipicu Sentimen Global dan Volatilitas Harga Minyak

Sebarkan artikel ini
Indeks Harga Saham Gabungan Anjlok 1,89 Persen Menembus Level 7.164 Dipicu Sentimen Global dan Volatilitas Harga Minyak

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok pada Kamis, 26 Maret 2026. Penutupan hari ini mencatatkan penurunan tajam sebesar 1,89% atau setara 138,029 poin, hingga berada di level 7.164. Pergerakan ini mencerminkan tekanan dari sentimen global yang masih terus berfluktuasi, terutama akibat ketegangan geopolitik dan lonjakan harga minyak dunia.

Sejak awal perdagangan, IHSG memang sudah menunjukkan kecenderungan melemah. Indeks sempat dibuka di level 7.313, namun sepanjang berlangsung, tekanan jual terus terasa. Puncaknya, IHSG menyentuh level terendah harian di angka 7.152. Total volume perdagangan mencapai 31,144 miliar saham senilai Rp32,348 triliun, dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12,620 triliun.

IHSG Melemah Dipicu Sentimen Eksternal

Pergerakan tidak lepas dari dinamika global, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Investor masih menunggu perkembangan terkait upaya yang diusulkan AS melalui proposal damai berisi 15 poin. Salah satunya adalah pembukaan kembali Selat Hormuz dan pembongkaran fasilitas nuklir Iran.

Namun, Iran menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan damai yang sedang berlangsung. Negara tersebut bahkan menyatakan tidak akan menghentikan konflik sebelum semua syaratnya terpenuhi. Iran menuntut penghentian penuh perang, pengakuan atas kontrol Selat Hormuz, pencabutan sanksi, kompensasi, serta untuk menjalankan program militer.

Komunikasi antara kedua belah pihak masih berlangsung melalui mediator seperti Pakistan, Turki, dan Mesir. Namun, gap antara tuntutan dan tawaran masih sangat lebar. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyebut pasar saat ini berada dalam kondisi "hope vs reality".

Setiap headline positif memang bisa memicu rebound sesaat, tetapi langsung diimbangi dengan penyangkalan atau sikap keras dari Iran. Hal ini membuat investor cenderung waspada dan memilih menahan diri dari mengambil posisi agresif.

Dinamika Harga Minyak dan Ekspektasi Suku Bunga Global

Harga minyak dunia juga menjadi faktor pendorong utama pelemahan IHSG. Brent dan WTI kini berada di kisaran USD80 hingga USD100 per barel. Bank of America (BofA) menyebut bahwa harga minyak saat ini sudah masuk ke zona hawkish bagi The Fed.

Jika harga minyak bertahan di level tersebut, risiko rate hike atau pengetatan kebijakan moneter dari akan semakin besar. Namun, jika kenaikan harga bersifat sementara dan mampu menekan konsumsi global, maka The Fed bisa kembali bersikap dovish.

Sebelumnya, pasar masih mengantisipasi dua kali pemangkasan suku bunga oleh The Fed dalam tahun ini. Namun, ekspektasi itu kini mulai berubah. Investor mulai tidak lagi memasukkan skenario rate cut ke dalam harga aset, menunjukkan bahwa sentimen global sedang mengalami pergeseran.

Performa Saham di Bursa Hari Ini

Dari catatan transaksi, sebanyak 292 saham mengalami kenaikan harga. Sementara itu, 380 saham lainnya justru melemah. Ada juga 148 saham yang stagnan dan tidak menunjukkan pergerakan signifikan.

Performa ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi. Investor lebih banyak memilih untuk mengamankan posisi atau melakukan profit taking, terutama di tengah ketidakpastian global yang tinggi.

Rekomendasi untuk Investor

Liza Camelia menyarankan investor untuk tetap menjaga strategi . Ia menyarankan untuk melakukan average up secara hati-hati dan disiplin dalam menerapkan money management. Investor juga disarankan untuk tidak terlalu terbawa emosi terhadap setiap headline yang muncul.

Investor jangka pendek mungkin bisa memanfaatkan volatilitas ini untuk mencari peluang, tetapi harus tetap waspada terhadap risiko yang muncul dari sentimen . Sementara investor jangka panjang sebaiknya tetap fokus pada fundamental saham dan tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi jangka pendek.

Ringkasan Data Perdagangan IHSG 26 Maret 2026

Berikut adalah ringkasan data perdagangan IHSG pada Kamis, 26 Maret 2026:

Keterangan Nilai
7.164
Perubahan Poin -138,029
Perubahan Persen -1,89%
Volume Perdagangan 31,144 miliar saham
Nilai Transaksi Rp32,348 triliun
Kapitalisasi Pasar Rp12,620 triliun
Frekuensi Transaksi 1.725.785 kali
Saham Naik 292
Saham Turun 380
Saham Stagnan 148

Disclaimer: Data di atas bersifat sementara dan dapat berubah sesuai dengan pembaharuan dari bursa efek. Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi dan pembaca disarankan untuk melakukan analisis sebelum mengambil keputusan.

Langkah Menjaga Portofolio di Tengah Volatilitas

  1. Evaluasi ulang portofolio
    Tinjau kembali komposisi saham yang dimiliki. Pastikan tidak terlalu terkonsentrasi pada sektor yang sensitif terhadap sentimen global.

  2. Gunakan strategi diversifikasi
    Sebarkan risiko ke berbagai sektor dan instrumen investasi lainnya seperti obligasi atau reksa dana.

  3. Tetapkan target profit dan stop loss
    Menetapkan batas keuntungan dan kerugian bisa membantu menghindari pengambilan keputusan emosional.

  4. Pantau sentimen global secara rutin
    Ikuti perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global yang dapat memengaruhi pasar saham.

  5. Gunakan prinsip money management
    Jangan terlalu agresif dalam mengambil posisi. Selalu sisihkan dana cadangan untuk mengantisipasi volatilitas.

Penutup

Pergerakan IHSG hari ini mencerminkan situasi global yang penuh ketidakpastian. Ketegangan antara AS dan Iran serta lonjakan harga minyak dunia menjadi pemicu utama pelemahan indeks. Investor dituntut untuk lebih selektif dan disiplin dalam mengelola portofolio.

Meski tekanan jual masih terasa, peluang tetap bisa muncul bagi investor yang mampu membaca situasi dengan tepat. Yang terpenting adalah tetap tenang dan tidak terbawa arus emosi pasar yang sedang tidak menentu.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.