Nasional

Mengapa Kebijakan Trump Picu Keresahan Pasar Minyak Global?

Danang Ismail
×

Mengapa Kebijakan Trump Picu Keresahan Pasar Minyak Global?

Sebarkan artikel ini
Mengapa Kebijakan Trump Picu Keresahan Pasar Minyak Global?

dunia terperosok pada awal pekan ini. Penurunan terjadi tak lama setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif impor secara mendadak. Langkah ini memicu kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global dan berimbas langsung pada permintaan energi.

Minyak mentah Brent tercatat turun 45 sen atau sekitar 0,63 persen, ke posisi USD71,31 per barel. minyak mentah AS (West Texas Intermediate) berada di USD65,98 per barel, turun 50 sen atau 0,75 persen. Penurunan ini mencerminkan sentimen pasar yang mulai waspada terhadap kebijakan perdagangan dari pemerintahan Trump.

Kebijakan Tarif Trump Picu Ketidakpastian Pasar

Langkah Trump menaikkan tarif impor sementara dari 10 persen menjadi 15 persen datang begitu saja. Pengumuman ini disampaikan hanya beberapa hari setelah Mahkamah Agung membatalkan kebijakan sebelumnya yang dianggap melampaui kewenangan eksekutif. Kebijakan baru ini menggunakan undang-undang yang belum pernah digunakan sebelumnya, dan membutuhkan persetujuan Kongres jika ingin diperpanjang lebih dari 150 hari.

1. Kebijakan Tarif Universal Baru

Trump mengumumkan tarif universal sebesar 15 persen untuk semua impor. Ini merupakan lonjakan dari tarif sebelumnya yang berada di kisaran 10 persen. Langkah ini diambil sebagai bentuk proteksionisme terhadap industri lokal Amerika Serikat.

2. Reaksi Pasar dan Negara Mitra Dagang

Negara-negara besar yang baru saja menandatangani perjanjian perdagangan dengan AS mulai mempertanyakan kebijakan ini. Banyak dari mereka menginginkan kejelasan lebih lanjut atau bahkan membuka kemungkinan negosiasi ulang.

3. Dampak pada Biaya Hidup

Kenaikan tarif secara langsung berdampak pada harga barang impor. Ini termasuk bahan baku, komponen industri, hingga produk konsumen akhir. Masyarakat mulai merasakan tekanan dari lonjakan biaya hidup, yang salah satunya dipicu oleh kebijakan ini.

Dinamika Harga Minyak dalam Konteks Geopolitik

Penurunan harga minyak saat ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang sebelumnya mendorong kenaikan harga. Hanya beberapa hari sebelumnya, ketegangan antara AS dan Iran menyebabkan lonjakan harga Brent dan WTI lebih dari 5 persen. Namun, global akibat kebijakan perdagangan Trump justru membalikkan tren tersebut.

4. Pengaruh pada Permintaan Energi Global

Ketika pertumbuhan ekonomi global mulai melambat, permintaan energi juga ikut terkoreksi. dan produsen minyak mulai menyesuaikan ekspektasi terhadap konsumsi global, terutama dari negara-negara yang sangat bergantung pada impor.

5. Data Perdagangan Desember 2025

Data resmi yang dirilis pekan lalu menunjukkan bahwa tarif sebelumnya ternyata hanya sedikit membantu dalam mengurangi defisit perdagangan AS. Artinya, ekonomi dari kebijakan ini belum sebesar yang diharapkan, sementara efek sampingnya mulai terasa di berbagai .

Perbandingan Harga Minyak Sebelum dan Sesudah Kebijakan Tarif

Berikut adalah perbandingan harga minyak sebelum dan sesudah pengumuman kenaikan tarif oleh Trump:

Jenis Minyak Harga Sebelum (USD/barel) Harga Setelah (USD/barel) Perubahan (%)
Brent 71,76 71,31 -0,63%
WTI 66,48 65,98 -0,75%

Catatan: Data bersifat estimasi berdasarkan laporan perdagangan pada 23 Februari 2026.

Respons dari Pasar dan Pelaku Industri

Investor mulai memindahkan portofolio mereka ke aset yang dianggap lebih aman. Sementara produsen minyak besar seperti dan Rusia belum menunjukkan tanda-tanda akan menaikkan produksi sebagai respons terhadap penurunan harga.

6. Spekulasi Kelanjutan Kebijakan

Banyak pihak masih menunggu kejelasan apakah tarif 15 persen ini akan menjadi permanen atau hanya bersifat sementara. Ketidakjelasan ini semakin memperbesar volatilitas pasar komoditas, termasuk minyak.

7. Potensi Resesi Global

Jika tarif ini berlangsung lama dan tidak diimbangi dengan kebijakan ekonomi yang mendukung pertumbuhan, ada risiko global memasuki fase resesi ringan. Ini akan semakin menekan permintaan minyak dan memperpanjang tren penurunan harga.

Proyeksi Jangka Pendek Harga Minyak

Dalam jangka pendek, harga minyak akan sangat sensitif terhadap perkembangan kebijakan perdagangan global. Jika tidak ada kejutan besar dari AS atau negara produsen minyak lainnya, tren penurunan bisa berlanjut.

8. Faktor Pendukung Penurunan

  • Perlambatan pertumbuhan ekonomi global
  • Kebijakan proteksionis yang menghambat perdagangan
  • Penyesuaian ekspektasi investor terhadap permintaan energi

9. Faktor yang Dapat Membatasi Penurunan

  • pasokan dari kawasan Timur Tengah
  • Kebijakan OPEC+ terkait produksi
  • Kebijakan fiskal dari negara pengimpor besar

Kesimpulan

Kebijakan tarif mendadak dari Trump menciptakan gelombang ketidakpastian di pasar global. Harga minyak yang turun adalah cerminan dari kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dan penurunan permintaan energi. Meski dampak jangka pendeknya terlihat jelas, perkembangan kebijakan ke depan akan menjadi penentu arah pasar minyak dunia.

Disclaimer: Data dan kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan kebijakan, geopolitik, dan lainnya. Informasi dalam artikel ini bersifat estimasi dan tidak menjadi rekomendasi investasi.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.