Nasional

Menkeu Ungkap Libur Bersama Saat Lebaran Bisa Hemat Anggaran Negara Triliunan Rupiah

Rista Wulandari
×

Menkeu Ungkap Libur Bersama Saat Lebaran Bisa Hemat Anggaran Negara Triliunan Rupiah

Sebarkan artikel ini
Menkeu Ungkap Libur Bersama Saat Lebaran Bisa Hemat Anggaran Negara Triliunan Rupiah

Libur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat Idulfitri ternyata bukan sekadar teknis, melainkan langkah strategis untuk menghemat anggaran negara. Menteri Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penghentian penyaluran MBG selama masa bisa menghemat anggaran hingga beberapa triliun rupiah.

Menurut Purbaya, keputusan ini sudah disampaikan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Dalam pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Menkeu menyebut bahwa penghematan ini cukup signifikan, meskipun penyaluran program akan kembali berjalan normal setelah libur Lebaran berakhir.

Program MBG yang biasanya memberikan bergizi kepada anak sekolah serta ibu hamil dan menyusui, dihentikan sementara selama periode 18-24 Maret 2026. Penyaluran terakhir ke sekolah dilakukan pada 13 Maret, sementara untuk kelompok non- didik terakhir kali disalurkan pada 17 Maret. Rencananya, distribusi akan kembali berjalan mulai 31 Maret.

Penghematan Anggaran yang Cukup Signifikan

Langkah libur sementara ini memang terdengar sederhana, tapi dampaknya cukup besar. Kepala BGN menyebut penghematan yang bisa dicapai dari penundaan distribusi ini mencapai sekitar Rp5 triliun. Angka ini bukan jumlah yang kecil, terutama di tengah upaya menjaga defisit APBN tetap di bawah tiga persen.

Penghematan ini dilakukan dengan cara menunda distribusi selama masa libur, sementara distribusi sebelumnya dilakukan lebih awal agar tetap mendapat asupan gizi selama periode libur. Ini bukan pengurangan manfaat, melainkan penyesuaian yang efisien secara logistik dan finansial.

1. Penundaan Penyaluran Selama Libur Lebaran

Selama periode 18-24 Maret 2026, tidak ada penyaluran MBG ke sekolah maupun kelompok non-peserta didik. Ini adalah langkah antisipatif karena pembelajaran dan pelayanan kesehatan juga libur selama Idulfitri.

2. Distribusi Dilakukan Lebih Awal

Sebagai antisipasi, distribusi dilakukan lebih awal menjelang libur. Misalnya, penyaluran terakhir ke sekolah dilakukan pada 13 Maret dan untuk ibu hamil serta balita pada 17 Maret. Ini memastikan bahwa penerima manfaat tetap mendapat asupan gizi meski tidak ada distribusi selama libur.

3. Penyaluran Normal Kembali Dimulai 31 Maret

Setelah libur berakhir, penyaluran MBG kembali berjalan normal mulai 31 Maret. Ini menunjukkan bahwa libur sementara ini tidak mengurangi manfaat jangka panjang dari program, melainkan hanya penyesuaian waktu agar lebih efisien.

Efisiensi Program MBG Masih Bisa Ditingkatkan

juga menyampaikan bahwa masih ada ruang untuk efisiensi lebih lanjut dalam pelaksanaan MBG. Program ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp335 triliun, dan Purbaya menilai bahwa penggunaan dana tersebut masih bisa dioptimalkan.

Menurutnya, MBG adalah program yang sangat membantu masyarakat, terutama kalangan ekonomi lemah. Namun, cara pelaksanaannya masih bisa diperbaiki agar lebih tepat sasaran dan efisien.

1. Evaluasi Pola Penyaluran

Salah satu area yang bisa ditingkatkan adalah pola penyaluran. Dengan menyesuaikan waktu distribusi dengan kalender pendidikan dan hari libur nasional, efisiensi bisa dicapai tanpa mengurangi manfaat program.

2. Penggunaan Teknologi untuk Monitoring

Pemanfaatan teknologi dalam monitoring dan evaluasi program juga bisa menjadi solusi. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, pelaksanaan bisa lebih transparan dan efisien.

3. Penyesuaian Sasaran Program

Penajaman sasaran juga penting. Dengan memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai pada kelompok yang membutuhkan, maka anggaran bisa digunakan lebih tepat sasaran dan tidak terbuang sia-sia.

Menjaga Defisit APBN Tetap Terkendali

Langkah efisiensi ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga defisit APBN tetap di bawah tiga persen. Dengan melakukan penghematan di berbagai program, termasuk MBG, pemerintah berusaha menjaga keseimbangan fiskal tanpa mengorbankan kualitas program sosial.

Tabel Perbandingan Efisiensi Anggaran MBG

Keterangan Sebelum Efisiensi Setelah Efisiensi
Penyaluran saat libur Ya Tidak
Penghematan anggaran Rp5 triliun
Waktu distribusi normal Setiap hari kerja Disesuaikan kalender libur
Sasaran program Tetap Lebih fokus

Langkah libur sementara Program MBG saat Idulfitri adalah contoh kecil dari upaya besar untuk menjaga keberlanjutan program sosial dengan tetap memperhatikan efisiensi anggaran. Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya peduli pada penyaluran bantuan, tapi juga pada bagaimana bantuan itu dikelola secara bijak dan berkelanjutan.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini berdasarkan informasi hingga Maret 2026. Kebijakan dan anggaran bisa berubah sesuai perkembangan kebijakan pemerintah.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.