Kabupaten Bintan kembali menjadi sorotan setelah berhasil menuntaskan pembayaran THR untuk seluruh ASN dan tenaga pendukung di lingkungan pemerintah daerah. Tidak hanya PNS dan PPPK full time, bahkan PPPK paruh waktu serta tenaga harian lepas juga turut merasakan manfaatnya. Total anggaran yang disiapkan mencapai lebih dari Rp33 miliar, dan seluruhnya telah mengalir ke rekening penerima sejak 12 Maret 2026.
Langkah cepat ini diambil sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras aparatur daerah selama setahun penuh. Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menekankan bahwa percepatan pembayaran THR merupakan komitmen serius pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan pegawai. Namun, di sisi lain, ia juga mengingatkan agar setiap rupiah THR yang diterima menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Penerima THR di Lingkungan Pemkab Bintan
Distribusi THR tahun ini mencakup berbagai kategori pegawai, mulai dari ASN tetap hingga tenaga kontrak. Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah berusaha memastikan tidak ada pihak yang tertinggal dalam mendapatkan haknya menjelang Idul Fitri.
1. ASN dan PPPK Full Time
PNS dan PPPK full time menjadi tulang punggung penerima THR. Jumlah mereka tercatat sebanyak 2.696 orang untuk PNS dan 2.471 orang untuk PPPK full time. Semua sudah menerima THR sesuai jadwal yang ditetapkan.
2. PPPK Paruh Waktu
THR juga tidak melupakan PPPK paruh waktu. Meski jumlahnya hanya 23 orang, keberadaan mereka tetap diakui dan mendapat bagian dalam pembagian THR tahun ini.
3. Tenaga Harian Lepas (THL)
Selain ASN, 373 THL dari berbagai unit kerja seperti Satgas DLH, Dishub, Perkim, dan BPBD juga ikut menerima THR. Ini menjadi bagian dari upaya inklusif pemerintah daerah dalam memberikan penghargaan kepada seluruh tenaga yang membantu pelayanan publik.
4. Tenaga Outsourcing dan Petugas Sosial
Sebanyak 85 tenaga outsourcing yang bekerja di bidang kebersihan di berbagai OPD juga turut merasakan manfaat THR. Selain itu, petugas sosial dan keagamaan seperti RT/RW, guru ngaji, imam masjid, mubaligh, petugas fardhu kifayah, hingga penjaga makam juga mendapat insentif sebagai bentuk apresiasi.
Rincian THR dan Penerima
Berikut adalah rincian jumlah penerima THR dan alokasi anggaran berdasarkan kategori:
| Kategori Pegawai | Jumlah Penerima | Alokasi THR (Rp) |
|---|---|---|
| PNS | 2.696 | 15.200.000.000 |
| PPPK Full Time | 2.471 | 12.800.000.000 |
| PPPK Paruh Waktu | 23 | 150.000.000 |
| Tenaga Harian Lepas (THL) | 373 | 3.000.000.000 |
| Tenaga Outsourcing | 85 | 800.000.000 |
| Petugas Sosial/Keagamaan | ±150 | 1.050.000.000 |
| Total | 5.798 | 33.000.000.000 |
Catatan: Jumlah penerima dan alokasi dapat berubah tergantung verifikasi akhir dan kebijakan teknis daerah.
Apresiasi dan Harapan dari Bupati Bintan
Bupati Roby Kurniawan menyampaikan bahwa THR bukan hanya sebagai bentuk penghargaan, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral pemerintah daerah. Menurutnya, kesejahteraan aparatur harus terus dijaga agar semangat kerja tetap tinggi.
“Anggaran ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan kesejahteraan aparatur tetap terjaga. Namun, saya ingatkan bahwa setiap rupiah yang diterima harus dibayar dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Roby.
Momentum THR untuk Meningkatkan Kinerja
THR yang telah cair bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari semangat baru dalam bekerja. Pemerintah daerah berharap THR ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh aparatur untuk terus memberikan yang terbaik dalam melayani masyarakat.
Selain itu, pemberian THR juga diharapkan bisa mendorong peningkatan produktivitas kerja. Dengan kondisi finansial yang lebih stabil menjelang lebaran, diharapkan pegawai bisa lebih fokus dan semangat dalam menjalankan tugasnya.
Perlakuan Khusus untuk Tenaga Kontrak dan Non-ASN
Salah satu hal yang patut diapresiasi adalah inklusivitas dalam pembagian THR. Tidak hanya ASN tetap, tetapi juga PPPK paruh waktu, THL, dan tenaga outsourcing turut merasakan manfaatnya. Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah peduli terhadap seluruh elemen yang terlibat dalam roda pemerintahan.
Petugas sosial dan keagamaan juga tidak ketinggalan. Mereka yang biasanya tidak masuk dalam struktur kepegawaian formal, tetap diakui dan diberikan insentif sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya.
Kebijakan THR: Refleksi Kebijakan Pro Rakyat
THR yang cair dengan lancar dan tepat waktu mencerminkan kesiapan pemerintah daerah dalam mengelola keuangan publik. Ini juga menjadi indikator bahwa sistem penganggaran dan penyaluran dana sudah berjalan dengan baik.
Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun kepercayaan publik terhadap kinerja birokrasi. Dengan memastikan hak-hak pegawai terpenuhi, maka kinerja pelayanan publik pun bisa meningkat secara bertahap.
Disclaimer
Data dan angka dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada hasil verifikasi akhir dan kebijakan teknis dari Pemerintah Kabupaten Bintan. THR yang telah disalurkan merupakan bagian dari anggaran APBD 2026 yang telah disetujui dan dialokasikan secara transparan.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













