Nasional

Pertamina Resmi Beberkan Penyebab Kenaikan Harga Pertamax pada April 2026 Ini Dia Penjelasan Lengkapnya

Danang Ismail
×

Pertamina Resmi Beberkan Penyebab Kenaikan Harga Pertamax pada April 2026 Ini Dia Penjelasan Lengkapnya

Sebarkan artikel ini
Pertamina Resmi Beberkan Penyebab Kenaikan Harga Pertamax pada April 2026 Ini Dia Penjelasan Lengkapnya

Ilustrasi harga Pertamax yang diperkirakan naik pada April sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak pihak memprediksi kenaikan hingga Rp5.550 per liter, menjadikan harga eceran baru sebesar Rp17.850 per liter. Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari Pertamina yang membenarkan kabar tersebut.

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, secara tegas menyatakan bahwa belum ada kebijakan resmi terkait perubahan harga BBM jenis Pertamax per . Ia menyarankan masyarakat untuk tidak mudah percaya informasi yang belum tentu valid dan mengimbau agar selalu merujuk pada saluran resmi Pertamina di www.pertamina.com.

Harga Pertamax yang Beredar di Media Sosial

Beredar di berbagai platform sosial, kabar mengenai Pertamax didasari oleh beberapa faktor eksternal seperti nilai tukar rupiah dan kenaikan harga indeks pasar (HIP) BBM RON 92. Disebutkan bahwa harga Pertamax akan naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp17.850 per liter.

Faktor lain yang disebut memicu kenaikan adalah melonjaknya harga minyak mentah global. Dikabarkan bahwa HIP BBM RON 92 naik sebesar 62,44 persen, dari USD73,91 per barel menjadi USD120 per barel. Lonjakan ini berdampak langsung pada harga jual eceran di tingkat ritel.

Selain Pertamax, produk BBM lain juga diperkirakan bakal mengalami kenaikan harga. Misalnya Pertamax Green 95 yang naik dari Rp12.900 menjadi Rp19.150 per liter, dan Pertamax Turbo dari Rp13.100 menjadi Rp19.450 per liter.

Produk solar seperti Pertamina Dex juga tidak luput dari prediksi kenaikan. Harganya diperkirakan naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.950 per liter. Sementara Dexlite naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.650 per liter.

Meski begitu, perlu dicatat bahwa semua informasi tersebut masih bersifat spekulatif. Belum ada kebijakan resmi dari Pertamina atau yang mengonfirmasi kenaikan harga tersebut.

Faktor-Faktor yang Memicu Spekulasi Kenaikan Harga

  1. Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
    Pada Maret 2026, nilai tukar rupiah dikabarkan melemah dari Rp16.819 menjadi Rp16.877 per USD1. Melemahnya rupiah berpotensi meningkatkan harga impor, termasuk bahan bakar minyak.

  2. Lonjakan harga minyak mentah global.
    Indeks harga minyak mentah dunia sempat melonjak hingga USD120 per barel. Lonjakan ini berdampak pada harga bahan baku BBM di dalam negeri.

  3. Kebijakan energi pemerintah.
    Pemerintah tengah meninjau ulang energi dan kebijakan penggunaan energi secara efisien. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi soal kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Perbandingan Prediksi Harga BBM April 2026

Berikut adalah rincian prediksi harga BBM nonsubsidi yang beredar di media sosial:

Jenis BBM Harga Maret 2026 (Rp) Prediksi Harga April 2026 (Rp) Kenaikan (Rp)
Pertamax 12.300 17.850 5.550
Pertamax Green 95 12.900 19.150 6.250
Pertamax Turbo 13.100 19.450 6.350
Pertamina Dex 14.500 23.950 9.450
Dexlite 14.200 23.650 9.450

Disclaimer: Tabel di atas merupakan informasi yang beredar di media sosial dan belum terkonfirmasi secara resmi oleh Pertamina atau pemerintah.

Penjelasan Resmi dari Pertamina

Pertamina selaku Badan Usaha Milik Negara yang mengelola distribusi BBM di menegaskan bahwa belum ada kebijakan resmi terkait kenaikan harga Pertamax atau produk BBM lainnya per 1 April 2026. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Muhammad Baron selaku wakil humas perusahaan.

Baron juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan informasi yang belum tentu benar. Ia menyarankan agar selalu mengacu pada situs resmi Pertamina atau media komunikasi resmi lainnya untuk mendapatkan informasi terkini dan valid.

Kebijakan Pemerintah terhadap BBM Bersubsidi

Sementara itu, pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, bersama Purbaya Yudhi Sadewa, tengah berupaya menjaga agar harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap menengah ke bawah di tengah tekanan kenaikan global. Namun, untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax, belum ada penegasan apakah akan mengikuti tren kenaikan harga global atau tidak.

Tips Mengantisipasi Kenaikan Harga BBM

  1. Gunakan BBM dengan bijak dan hemat.
    Efisiensi penggunaan BBM dapat membantu mengurangi beban biaya, terutama jika harga benar-benar naik.

  2. Alihkan ke bahan bakar alternatif.
    Bahan bakar ramah lingkungan seperti atau hybrid bisa menjadi pilihan jangka panjang.

  3. Selalu cek informasi resmi.
    Hindari hoaks dengan memverifikasi informasi melalui situs resmi Pertamina atau instansi terkait.

  4. Gunakan aplikasi resmi untuk cek harga.
    Aplikasi seperti MyPertamina sering memberikan informasi terbaru soal harga dan promo BBM.

Kesimpulan

Hingga saat ini, belum ada kebijakan resmi dari Pertamina atau pemerintah terkait kenaikan harga Pertamax per April 2026. Informasi yang beredar di media sosial masih bersifat spekulatif dan belum terbukti kebenarannya.

Masyarakat disarankan untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya isu yang belum tentu valid. Selalu pastikan informasi berasal dari sumber resmi agar tidak terjebak hoaks yang bisa memicu kekhawatiran berlebihan.

Sebagai catatan, harga BBM bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika harga minyak global dan kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu mengikuti perkembangan informasi resmi secara berkala.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.