Sudah berkali-kali klik “Kirim Ulang OTP” tapi kode verifikasi tidak kunjung masuk ke HP?
Masalah OTP tidak diterima di aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) menjadi keluhan yang sering dialami jutaan peserta BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia. Per Januari 2026, BPJS Ketenagakerjaan mencatat ribuan laporan terkait kendala OTP setiap bulannya — mulai dari SMS yang tidak masuk sama sekali, tertunda berjam-jam, hingga masuk ke nomor yang salah.
Kabar baiknya, sebagian besar masalah OTP bisa diatasi sendiri tanpa harus datang ke kantor cabang. Artikel ini menyajikan 9 penyebab utama OTP JMO tidak masuk beserta solusi lengkapnya — disusun berdasarkan informasi resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan dan panduan teknis BPJS Ketenagakerjaan.
Apa Itu Kode OTP dan Fungsinya di Aplikasi JMO
OTP (One-Time Password) adalah kode verifikasi sekali pakai yang dikirim via SMS ke nomor HP terdaftar untuk memastikan keamanan akun. Kode ini biasanya terdiri dari 4-6 digit angka dan hanya berlaku dalam waktu terbatas, umumnya 2-5 menit.
Dalam aplikasi Jamsostek Mobile, OTP berfungsi sebagai lapisan keamanan tambahan untuk melindungi data kepesertaan dari akses tidak sah. Sistem ini memastikan bahwa hanya pemilik nomor HP terdaftar yang bisa mengakses akun JMO.
Fungsi utama OTP di JMO:
- Verifikasi identitas saat registrasi akun baru
- Autentikasi saat login dari perangkat baru
- Konfirmasi perubahan data sensitif (rekening, nomor HP)
- Validasi pengajuan klaim JHT online
- Keamanan transaksi dan update profil
Tanpa OTP yang valid, akses ke fitur-fitur penting JMO seperti cek saldo JHT, pengajuan klaim, dan update data akan terhambat.
Kapan OTP Diperlukan di Aplikasi JMO
Tidak semua aktivitas di JMO membutuhkan OTP. Berikut situasi yang memerlukan verifikasi kode OTP:
| Aktivitas | Butuh OTP | Keterangan |
|---|---|---|
| Registrasi akun baru | ✅ Ya | Wajib untuk aktivasi akun |
| Login pertama kali | ✅ Ya | Verifikasi perangkat baru |
| Login rutin (perangkat sama) | ❌ Tidak | Cukup password |
| Cek saldo JHT | ❌ Tidak | Fitur informasi biasa |
| Klaim JHT online | ✅ Ya | Transaksi sensitif |
| Ganti nomor rekening | ✅ Ya | Perubahan data keuangan |
| Ganti nomor HP | ✅ Ya | Dikirim ke nomor lama |
| Reset password | ✅ Ya | Pemulihan akun |
| Lihat kartu digital | ❌ Tidak | Fitur informasi biasa |
9 Penyebab OTP JMO Tidak Masuk ke HP
Sebelum mencari solusi, penting untuk mengidentifikasi penyebab spesifik OTP tidak diterima. Berikut 9 penyebab paling umum:
1. Nomor HP Tidak Aktif atau Salah Input
Penyebab paling umum adalah nomor HP yang terdaftar di sistem BPJS Ketenagakerjaan sudah tidak aktif atau berbeda dengan nomor yang digunakan saat ini.
Hal ini sering terjadi pada peserta yang sudah lama tidak mengakses JMO dan lupa bahwa nomor HP-nya sudah berganti. Kesalahan input saat registrasi awal — seperti typo satu digit — juga bisa menyebabkan OTP terkirim ke nomor yang salah.
2. Sinyal Provider Lemah atau Tidak Ada
SMS OTP membutuhkan sinyal seluler untuk diterima. Jika berada di area dengan sinyal lemah (basement, gedung tinggi, daerah terpencil), OTP mungkin tertunda atau tidak masuk sama sekali.
Berbeda dengan internet yang bisa menggunakan WiFi, SMS tetap bergantung pada jaringan seluler provider. Bahkan dengan koneksi WiFi kencang, OTP tetap tidak akan masuk jika sinyal seluler bermasalah.
3. Kotak Masuk SMS Penuh
Kapasitas penyimpanan SMS di smartphone terbatas. Jika kotak masuk penuh, SMS baru termasuk OTP tidak bisa masuk.
Masalah ini sering dialami pengguna yang jarang menghapus SMS lama, terutama SMS promosi dan spam yang menumpuk. Beberapa smartphone bahkan tidak memberikan notifikasi saat penyimpanan SMS sudah penuh.
4. Nomor Diblokir oleh Provider
Provider seluler memiliki sistem anti-spam yang bisa memblokir SMS dari pengirim tertentu. Jika nomor pengirim OTP BPJS Ketenagakerjaan terdeteksi sebagai spam, SMS tidak akan diteruskan ke pengguna.
Selain itu, pengguna yang pernah melaporkan nomor tertentu sebagai spam secara tidak sengaja bisa menyebabkan OTP dari sumber tersebut terblokir.
5. Server BPJS Ketenagakerjaan Overload
Pada jam-jam sibuk atau saat ada program pemerintah seperti BSU, server BPJS Ketenagakerjaan bisa mengalami lonjakan traffic yang menyebabkan pengiriman OTP tertunda.
Jam sibuk biasanya terjadi pada pukul 09.00-11.00 WIB dan 13.00-15.00 WIB di hari kerja. Saat periode pencairan bantuan, traffic bisa melonjak hingga 10 kali lipat dari normal.
6. OTP Masuk ke Folder Spam atau Terfilter
Beberapa aplikasi SMS pihak ketiga memiliki fitur filter yang secara otomatis memindahkan SMS tertentu ke folder spam atau terpisah.
Aplikasi seperti Truecaller, SMS Organizer, atau fitur bawaan smartphone (Samsung Messages, Mi Messages) sering memfilter SMS OTP ke kategori “Transaksi” atau “Spam” yang tidak memberikan notifikasi.
7. Batas Pengiriman OTP Terlampaui
Sistem JMO membatasi jumlah request OTP untuk mencegah penyalahgunaan. Jika terlalu sering meminta kirim ulang dalam waktu singkat, akun bisa terkena cooldown sementara.
Batas umumnya adalah 3-5 kali request dalam 15 menit. Setelah mencapai batas, pengguna harus menunggu 30-60 menit sebelum bisa request OTP lagi.
8. Nomor HP Terdaftar di Akun Lain
Satu nomor HP hanya bisa terdaftar di satu akun JMO. Jika nomor yang sama sudah digunakan untuk akun lain (misalnya milik anggota keluarga atau mantan karyawan yang menggunakan nomor tersebut), OTP tidak akan terkirim.
Kasus ini sering terjadi pada nomor HP bekas yang didaur ulang oleh provider dan dijual kembali ke pengguna baru.
9. Bug atau Error pada Aplikasi JMO
Versi aplikasi JMO yang sudah usang atau cache yang corrupt bisa menyebabkan fitur OTP tidak berfungsi dengan baik.
Bug biasanya muncul setelah update sistem operasi smartphone atau saat ada pembaruan server dari pihak BPJS Ketenagakerjaan yang belum sinkron dengan versi aplikasi lama.
Cara Mengatasi OTP JMO Tidak Masuk (Langkah per Langkah)
Setelah mengidentifikasi kemungkinan penyebab, berikut solusi sistematis untuk mengatasi masalah OTP:
Langkah 1: Periksa Sinyal dan Jaringan
Pastikan smartphone memiliki sinyal seluler yang cukup (minimal 2 bar). Coba langkah berikut:
- Matikan mode pesawat selama 30 detik, lalu nyalakan kembali
- Pindah ke lokasi dengan sinyal lebih baik (dekat jendela atau outdoor)
- Restart smartphone untuk refresh koneksi jaringan
- Pastikan kartu SIM terpasang dengan benar
Langkah 2: Cek Kapasitas Penyimpanan SMS
Buka aplikasi SMS dan hapus pesan-pesan lama yang tidak diperlukan. Target minimal: sisakan 50+ slot kosong untuk SMS baru.
Cara cepat: hapus semua SMS promosi dan spam yang biasanya memakan banyak ruang.
Langkah 3: Periksa Folder Spam dan Filter
Cek folder-folder berikut di aplikasi SMS:
- Folder “Spam” atau “Junk”
- Folder “Transaksi” atau “OTP” (jika menggunakan SMS Organizer)
- Folder “Terblokir” atau “Blocked Messages”
- Riwayat panggilan terblokir (beberapa sistem menggabungkan SMS dan telepon)
Langkah 4: Verifikasi Nomor HP Terdaftar
Pastikan nomor HP yang terdaftar di JMO masih aktif dan sesuai. Jika lupa nomor yang terdaftar, bisa dicek melalui website resmi BPJS Ketenagakerjaan atau hubungi call center 175.
Langkah 5: Tunggu dan Coba di Jam Sepi
Jika dugaan penyebab adalah server overload, tunggu 15-30 menit dan coba lagi di jam yang lebih sepi (sebelum jam 09.00 atau setelah jam 17.00 WIB).
Langkah 6: Clear Cache dan Update Aplikasi
Bersihkan cache aplikasi JMO dan pastikan menggunakan versi terbaru:
- Android: Settings → Apps → JMO → Clear Cache → Update via Play Store
- iPhone: Hapus dan install ulang aplikasi dari App Store
Cara Request Ulang Kode OTP di JMO
Jika OTP tidak masuk dalam waktu 2 menit, pengguna bisa meminta kirim ulang dengan cara berikut:
Langkah request ulang OTP:
- Tunggu hingga timer countdown selesai (biasanya 60-120 detik)
- Klik tombol “Kirim Ulang OTP” atau “Resend OTP”
- Tunggu maksimal 2 menit untuk OTP baru
- Jika masih tidak masuk, ulangi maksimal 3 kali
- Setelah 3 kali gagal, tunggu 30 menit sebelum mencoba lagi
Tips penting:
- Jangan spam klik tombol kirim ulang — ini justru memperlambat proses
- Pastikan smartphone tidak dalam mode silent yang memblokir notifikasi SMS
- Cek juga di call log — beberapa OTP dikirim via telepon otomatis, bukan SMS
Alternatif Verifikasi Jika OTP Tetap Tidak Masuk
Jika semua cara di atas sudah dicoba tapi OTP tetap tidak masuk, ada beberapa alternatif:
Verifikasi via Email
Beberapa fitur JMO menyediakan opsi verifikasi via email sebagai alternatif SMS. Cek apakah ada pilihan “Kirim ke Email” saat request OTP.
Pastikan email yang terdaftar masih aktif dan cek folder spam jika kode tidak masuk ke inbox.
Verifikasi via WhatsApp
Per 2026, BPJS Ketenagakerjaan mulai menyediakan layanan OTP via WhatsApp untuk nomor tertentu. Fitur ini masih dalam tahap rollout bertahap.
Login via Website SSO
Sebagai alternatif, coba akses layanan BPJS Ketenagakerjaan melalui portal SSO di sso.bpjsketenagakerjaan.go.id. Sistem verifikasi di website terkadang berbeda dengan aplikasi mobile.
Datang ke Kantor Cabang
Jika semua metode digital gagal, kunjungi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat untuk verifikasi manual dan update data.
Cara Menghubungi Call Center 175 untuk Masalah OTP
Call center 175 adalah jalur tercepat untuk mendapatkan bantuan terkait masalah teknis JMO.
Informasi yang harus disiapkan sebelum menelepon:
- Nomor KPJ (Kartu Peserta Jamsostek)
- NIK (Nomor Induk Kependudukan)
- Nama lengkap sesuai KTP
- Nomor HP yang terdaftar di JMO
- Nomor HP yang digunakan saat ini (jika berbeda)
- Screenshot error atau pesan yang muncul di aplikasi
Langkah menghubungi call center:
- Hubungi 175 dari telepon seluler manapun
- Pilih bahasa (Indonesia/English)
- Pilih menu sesuai kebutuhan (biasanya menu “Layanan Peserta”)
- Sampaikan bahwa mengalami masalah OTP tidak masuk
- Ikuti instruksi petugas untuk verifikasi identitas
- Catat nomor tiket pengaduan untuk follow-up
Jam operasional call center 175:
- Senin – Jumat: 06.00 – 22.00 WIB
- Sabtu: 06.00 – 17.00 WIB
- Minggu & Hari Libur: Tutup
Cara Update Nomor HP di JMO
Jika nomor HP yang terdaftar sudah tidak aktif, pembaruan data harus dilakukan agar bisa menerima OTP.
Update Nomor via Aplikasi JMO (Jika Masih Bisa Login)
- Login ke JMO dengan akun yang sudah ada
- Masuk menu Profil atau Pengaturan Akun
- Pilih Ubah Nomor HP
- Masukkan nomor HP baru
- OTP akan dikirim ke nomor lama untuk konfirmasi
- Jika nomor lama tidak aktif, opsi ini tidak bisa digunakan
Update Nomor via Kantor Cabang (Nomor Lama Tidak Aktif)
Jika nomor lama sudah tidak aktif, update harus dilakukan secara offline:
- Datang ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan
- Bawa dokumen: KTP asli, kartu peserta BPJS TK, HP dengan nomor baru
- Ambil nomor antrian layanan peserta
- Sampaikan keperluan update nomor HP
- Isi formulir perubahan data
- Petugas akan memproses dan mengirim OTP ke nomor baru untuk verifikasi
- Proses selesai dalam 1 hari kerja
Batasan Pengiriman OTP per Hari
Sistem JMO menerapkan pembatasan untuk mencegah penyalahgunaan fitur OTP.
| Batasan | Jumlah | Konsekuensi Jika Terlampaui |
|---|---|---|
| Request per 15 menit | 3-5 kali | Cooldown 30 menit |
| Request per jam | 10 kali | Cooldown 1 jam |
| Request per hari | 20-30 kali | Blokir sementara 24 jam |
| Masa berlaku OTP | 2-5 menit | Kode expired, harus request ulang |
Tips menghindari batasan:
- Tunggu minimal 2 menit sebelum request ulang
- Jangan panik dan spam tombol kirim ulang
- Jika sudah 3 kali gagal, tunggu 30 menit sebelum mencoba lagi
- Gunakan waktu tunggu untuk troubleshoot penyebab lain
Solusi Teknis dari Sisi Pengguna
Beberapa masalah OTP bisa diatasi dengan pengaturan teknis di smartphone:
Untuk Pengguna Android
Clear Cache JMO:
- Buka Settings → Apps → JMO
- Pilih Storage → Clear Cache
- Jangan pilih Clear Data (akan logout)
- Restart aplikasi
Cek Izin SMS:
- Settings → Apps → JMO → Permissions
- Pastikan izin SMS aktif (jika ada)
- Pastikan izin Notifications aktif
Nonaktifkan Battery Optimization:
- Settings → Battery → Battery Optimization
- Cari JMO → Pilih “Don’t Optimize”
- Ini mencegah sistem memblokir notifikasi OTP
Untuk Pengguna iPhone
Reset Network Settings:
- Settings → General → Transfer or Reset iPhone
- Pilih Reset → Reset Network Settings
- Masukkan passcode
- iPhone akan restart
Cek Do Not Disturb:
- Settings → Focus → Do Not Disturb
- Pastikan tidak dalam mode aktif saat menunggu OTP
Alternatif Jika Nomor HP Sudah Tidak Aktif
Situasi paling rumit adalah ketika nomor HP yang terdaftar sudah tidak aktif atau hangus. Berikut opsi yang tersedia:
Opsi 1: Reaktivasi Nomor Lama
Hubungi provider seluler (Telkomsel, Indosat, XL, Tri, Smartfren) untuk menanyakan kemungkinan reaktivasi nomor lama.
Beberapa provider menyimpan data nomor selama 60-90 hari setelah hangus. Biaya reaktivasi bervariasi tergantung provider.
Opsi 2: Update Data via Kantor Cabang
Jika nomor tidak bisa direaktivasi, kunjungi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan dengan membawa:
- KTP asli dan fotokopi
- Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan
- Surat keterangan dari perusahaan (jika masih bekerja)
- Smartphone dengan nomor HP baru
Opsi 3: Minta Bantuan HRD Perusahaan
Untuk peserta PPU (Penerima Upah), HRD perusahaan bisa membantu update data melalui sistem SIPP. Koordinasikan dengan bagian personalia untuk proses ini.
Tips Mencegah Masalah OTP di Kemudian Hari
Langkah preventif lebih baik daripada troubleshooting berulang. Berikut tips agar OTP selalu lancar:
1. Gunakan Nomor HP Utama Daftarkan nomor HP utama yang selalu aktif dan sering digunakan. Hindari nomor sekunder atau nomor khusus promo.
2. Update Data Secara Berkala Cek dan perbarui data kepesertaan di JMO minimal setiap 6 bulan. Pastikan nomor HP, email, dan alamat masih akurat.
3. Simpan Nomor BPJS TK di Kontak Simpan nomor pengirim OTP BPJS Ketenagakerjaan agar tidak terfilter sebagai spam oleh sistem smartphone.
4. Gunakan Aplikasi SMS Bawaan Aplikasi SMS pihak ketiga sering memiliki filter agresif. Gunakan aplikasi SMS default untuk menerima OTP.
5. Jaga Keamanan Akun Jangan bagikan OTP kepada siapapun, termasuk yang mengaku dari BPJS Ketenagakerjaan. Petugas resmi tidak pernah meminta OTP via telepon.
Kapan Harus Datang ke Kantor Cabang
Tidak semua masalah OTP bisa diselesaikan secara mandiri. Berikut kondisi yang mengharuskan kunjungan ke kantor cabang:
Wajib datang ke kantor jika:
- Nomor HP terdaftar sudah tidak aktif dan tidak bisa direaktivasi
- Lupa email dan nomor HP yang terdaftar
- Akun terkunci karena terlalu banyak percobaan gagal
- Dugaan akun diakses pihak tidak bertanggung jawab
- Data diri di JMO berbeda dengan KTP (nama, NIK, tanggal lahir)
- Sudah menghubungi call center tapi masalah belum terselesaikan
Dokumen yang dibawa:
- KTP asli (wajib)
- Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan (jika ada)
- Buku tabungan (jika terkait update rekening)
- Smartphone dengan nomor HP baru
Kontak Layanan dan Pengaduan

| Layanan | Kontak | Keterangan |
|---|---|---|
| Call Center | 175 (bebas pulsa) | Senin-Jumat 06.00-22.00, Sabtu 06.00-17.00 |
| 08118 175 175 | Chat only, respon 1×24 jam | |
| [email protected] | Respon 1-3 hari kerja | |
| Website Resmi | www.bpjsketenagakerjaan.go.id | Portal informasi dan layanan online |
| Twitter/X | @BPJSTKinfo | Respon via DM |
| @bpjsketenagakerjaan | Informasi terbaru | |
| Kantor Pusat | Gedung Jamsostek, Jl. Gatot Subroto No.79, Jakarta Selatan | (021) 520 7797 |
Untuk menemukan kantor cabang terdekat, gunakan fitur “Cari Lokasi” di aplikasi JMO atau akses website resmi BPJS Ketenagakerjaan. Jika mengalami kendala lain terkait kepesertaan seperti status nonaktif atau pembayaran iuran, call center 175 juga siap membantu.
Penutup
Masalah OTP JMO tidak masuk memang menjengkelkan, tapi sebagian besar kasus bisa diatasi dengan langkah-langkah sederhana — mulai dari cek sinyal, bersihkan kotak masuk SMS, hingga verifikasi nomor HP yang terdaftar. Untuk kasus yang lebih kompleks seperti nomor hangus atau akun terkunci, kunjungan ke kantor cabang tetap menjadi solusi paling efektif.
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan panduan resmi BPJS Ketenagakerjaan dan pengalaman pengguna per Januari 2026. Fitur aplikasi, batasan sistem, dan prosedur layanan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan terbaru. Untuk informasi paling akurat dan update, selalu verifikasi melalui call center 175 atau website resmi www.bpjsketenagakerjaan.go.id.
Jika masih mengalami kendala setelah mencoba semua solusi di atas, jangan ragu untuk langsung menghubungi call center atau mengunjungi kantor cabang terdekat dengan membawa dokumen yang diperlukan.
FAQ
Ada 9 penyebab umum: nomor HP tidak aktif/salah, sinyal provider lemah, kotak masuk SMS penuh, nomor diblokir provider, server BPJS overload, OTP masuk folder spam, batas pengiriman terlampaui, nomor terdaftar di akun lain, atau bug aplikasi. Identifikasi penyebab spesifik terlebih dahulu sebelum mencari solusi.
Dalam kondisi normal, OTP JMO masuk dalam waktu 10-60 detik setelah request. Jika lebih dari 2 menit tidak masuk, bisa mencoba kirim ulang. Pada jam sibuk (09.00-11.00 WIB), OTP mungkin tertunda hingga 5 menit.
Batas request OTP adalah 3-5 kali per 15 menit, 10 kali per jam, dan 20-30 kali per hari. Jika melampaui batas, akun akan terkena cooldown sementara (30 menit hingga 24 jam). Hindari spam klik tombol kirim ulang.
Cek folder Spam, Junk, atau Transaksi di aplikasi SMS. Jika OTP ditemukan di sana, pindahkan ke folder utama dan tandai pengirim sebagai “Bukan Spam”. Untuk pencegahan, simpan nomor pengirim OTP BPJS Ketenagakerjaan ke kontak HP.
Jika nomor lama tidak aktif, update harus dilakukan di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan. Bawa KTP asli, kartu peserta BPJS TK, dan HP dengan nomor baru. Petugas akan memproses perubahan dan mengirim OTP verifikasi ke nomor baru.
Beberapa fitur JMO menyediakan opsi verifikasi via email. Per 2026, BPJS Ketenagakerjaan juga mulai rollout layanan OTP via WhatsApp untuk nomor tertentu. Alternatif lain adalah mengakses layanan melalui portal SSO di website resmi.
Hubungi 175 dari telepon seluler (bebas pulsa), pilih menu layanan peserta, lalu sampaikan keluhan. Siapkan NIK, nomor KPJ, dan screenshot error sebelum menelepon. Jam operasional: Senin-Jumat 06.00-22.00 WIB, Sabtu 06.00-17.00 WIB.
Kode OTP JMO berlaku selama 2-5 menit sejak dikirim. Setelah masa berlaku habis, kode akan expired dan tidak bisa digunakan. Jika terlambat memasukkan, harus request OTP baru.
Waktu terbaik adalah sebelum jam 09.00 WIB atau setelah jam 17.00 WIB di hari kerja. Hindari jam sibuk (09.00-11.00 dan 13.00-15.00 WIB) serta periode pencairan bantuan pemerintah seperti BSU yang menyebabkan traffic tinggi.
Tidak. Jangan pernah memberikan kode OTP kepada siapapun, termasuk yang mengaku dari BPJS Ketenagakerjaan. Petugas resmi tidak pernah meminta OTP via telepon. Ini adalah modus penipuan yang sering terjadi. Laporkan ke call center 175 jika menerima telepon mencurigakan.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













