Harga bitcoin sempat menyentuh level tertinggi di atas USD71.000 sebelum akhirnya sedikit terkoreksi. Meski mengalami penurunan, aset digital ini masih stabil berada di atas USD70.000. Pergerakan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik dan lonjakan harga minyak dunia yang memicu tekanan pada aset berisiko.
Sentimen pasar kripto kini mulai terpengaruh oleh situasi di Timur Tengah. Lonjakan harga minyak dan ancaman konflik yang semakin luas membuat investor mulai waspada. Kenaikan suku bunga yang lebih lama dari bank sentral juga turut memengaruhi arah pergerakan bitcoin.
Harga Bitcoin Masih Terjaga di Level Strategis
Setelah mencatat rekor tertinggi, bitcoin mengalami koreksi tipis. Namun, level di atas USD70.000 tetap menjadi zona aman yang menahan laju penurunan lebih dalam. Ini menunjukkan bahwa minat beli masih cukup kuat meski sentimen global sedang tidak bersahabat.
Iliya Kalchev dari Nexo Dispatch menyebut bahwa level USD70.000 adalah titik psikologis penting. Jika mampu bertahan, maka tekanan pada posisi leverage bisa berkurang. Sebaliknya, jika tembus ke bawah, maka bisa memicu aksi jual lebih besar menuju support berikutnya.
Aktivitas on-chain juga menunjukkan pola yang lebih tenang. Volume transfer dan biaya transaksi turun signifikan, menandakan bahwa perdagangan sedang bergeser ke platform derivatif dan ETF. Ini adalah perubahan struktural yang membuat harga lebih dipengaruhi oleh faktor makroekonomi daripada permintaan lokal.
Aset Berisiko Terpukul Sentimen Geopolitik
Lonjakan harga minyak dunia menjadi salah satu pemicu utama koreksi di pasar finansial. Brent sempat menyentuh USD119 per barel setelah serangan Israel ke fasilitas energi Iran. Iran pun membalas dengan menyerang infrastruktur energi di negara tetangga.
AS merespons dengan mengerahkan ribuan pasukan ke kawasan Timur Tengah. Pentagon dikabarkan telah menyiapkan rencana untuk mengerahkan pasukan darat ke Iran jika situasi semakin memburuk. Ketidakpastian ini membuat investor mulai menarik dana dari aset berisiko, termasuk kripto.
Meski demikian, ada upaya dari pemerintah AS untuk meredam ketegangan. Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan bahwa AS mungkin akan mengizinkan minyak Iran yang sudah berada di laut untuk masuk ke pasar global. Ini bisa menjadi langkah antisipasi jika pasokan energi global terganggu lebih lanjut.
Kebijakan Moneter Global Masih Menahan Sentimen
Federal Reserve memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan di level saat ini. Namun, sinyal bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama memberi tekanan pada aset berisiko. Investor mulai menunda ekspektasi penurunan suku bunga yang biasanya menguntungkan kripto.
Bank sentral lain seperti Bank Sentral Eropa dan Bank of England juga memilih pendekatan wait-and-see. Mereka tetap waspada terhadap perkembangan di Timur Tengah yang bisa memicu lonjakan inflasi lebih lanjut. Kondisi ini membuat pasar lebih sensitif terhadap setiap kabar geopolitik.
Pergerakan Altcoin Ikuti Sentiment Bitcoin
Sebagian besar altcoin mengikuti pergerakan bitcoin. Meski sebagian mengalami koreksi, beberapa token justru mencatat kenaikan kecil. Ini menunjukkan bahwa investor masih melihat peluang di tengah ketidakpastian.
Berikut adalah update harga beberapa altcoin utama:
| Kripto | Perubahan (%) | Harga Terkini (USD) |
|---|---|---|
| Ethereum (ETH) | -0,54% | 2.153,37 |
| XRP | -1,24% | 1,4419 |
| Solana (SOL) | +0,16% | 152,30 |
| Cardano (ADA) | -2,11% | 0,4875 |
| Dogecoin (DOGE) | -0,10% | 0,1325 |
1. Faktor yang Mempengaruhi Stabilitas Harga Bitcoin
-
Sentimen Geopolitik
Ketegangan di Timur Tengah membuat investor lebih selektif. Lonjakan harga minyak dan ancaman gangguan pasokan energi memicu aksi jual di pasar berisiko. -
Kebijakan Suku Bunga
Bank sentral utama masih menahan suku bunga. Sinyal bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama membuat investor menunda ekspektasi bullish terhadap kripto. -
Perubahan Struktural di Pasar Kripto
Volume on-chain turun dan aktivitas perdagangan beralih ke ETF serta platform derivatif. Ini menunjukkan bahwa harga kini lebih dipengaruhi oleh faktor makro daripada permintaan lokal.
2. Strategi Investor di Tengah Koreksi
-
Pantau Level Support
USD70.000 menjadi level kritis. Jika mampu bertahan, maka tekanan jual bisa berkurang. Namun jika tembus, maka bisa terjadi koreksi lebih dalam. -
Hindari Posisi Berleverage
Di tengah ketidakpastian, posisi leverage bisa sangat berisiko. Investor disarankan untuk lebih konservatif dan tidak terlalu agresif dalam mengambil posisi. -
Diversifikasi Portofolio
Jangan terlalu fokus pada satu aset. Diversifikasi ke beberapa altcoin atau instrumen lain bisa membantu mengurangi risiko.
3. Perkiraan Jangka Pendek
-
Stagnasi Harga
Dalam beberapa hari ke depan, harga bitcoin diperkirakan akan bergerak sideways di kisaran USD70.000 hingga USD72.000. Sentimen masih terlalu rapuh untuk dorong harga naik tajam. -
Respons terhadap Data Makro
Investor akan terus memantau data inflasi dan kebijakan moneter dari bank sentral. Setiap kejutan bisa langsung memicu volatilitas tinggi. -
Peran ETF Bitcoin
ETF bitcoin masih menjadi penopang permintaan. Jika aliran dana masuk ETF tetap positif, maka bisa memberi dukungan harga meski sentimen global sedang negatif.
Disclaimer: Data harga dan kondisi pasar bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan geopolitik, kebijakan moneter, serta faktor makroekonomi lainnya. Informasi dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran investasi.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













