Hari Bumi menjadi momentum penting bagi PTPN Group untuk kembali menegaskan komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Salah satu wujud nyata dari komitmen ini adalah program ‘One Man One Tree’, yang mengajak seluruh karyawan turut serta dalam aksi penanaman pohon. Inisiatif ini tidak hanya sekadar kegiatan simbolis, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem perkebunan berkelanjutan.
Program ini juga sejalan dengan pilar TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) yang dikenal dengan istilah PTPN Hijau. Fokusnya adalah pada konservasi sumber daya alam dan pelestarian keanekaragaman hayati. Dengan demikian, setiap pohon yang ditanam bukan hanya berkontribusi pada pemulihan lingkungan, tetapi juga mendukung keberlanjutan operasional perusahaan.
Penguatan Ekosistem Lewat Penanaman Pohon
Langkah-langkah konkret telah diambil untuk memastikan program ini memberikan dampak nyata. Penanaman pohon dilakukan di lokasi-lokasi strategis seperti Daerah Aliran Sungai (DAS), lahan kritis, dan area publik. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya memenuhi sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) dan RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil), yang menuntut praktik perkebunan yang ramah lingkungan.
1. Penanaman Pohon sebagai Bagian dari Rehabilitasi DAS
Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai menjadi salah satu fokus utama dari program ini. Dengan menanam pohon di sepanjang aliran sungai, diharapkan kualitas air tetap terjaga, risiko erosi berkurang, dan ekosistem lokal menjadi lebih stabil. Langkah ini juga mendukung keberlanjutan sumber daya air yang sangat penting bagi operasional perkebunan.
2. Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
PTPN Group tidak menjalankan program ini sendirian. Kolaborasi dilakukan bersama Sub Holding PTPN I, PTPN IV, dan PT SGN. Selain itu, partisipasi aktif dari pemerintah daerah, mahasiswa, dan kelompok masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mencapai target penanaman pohon. Hingga tahun 2026, program ini telah berhasil menanam lebih dari 142.400 pohon sejak tahun 2024.
3. Penyesuaian Jenis Tanaman dengan Kondisi Lokal
Pemilihan jenis vegetasi tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap jenis tanaman disesuaikan dengan kondisi ekologi dan potensi sosio-ekonomi di masing-masing wilayah. Ini penting agar tanaman dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang, baik secara lingkungan maupun ekonomi.
Jenis Tanaman yang Ditanam
Tanaman yang ditanam dalam program ini terbagi menjadi dua kategori utama: tanaman konservasi dan tanaman produktif. Keduanya memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Tanaman Konservasi
Tanaman konservasi yang ditanam antara lain:
- Pinus
- Damar
- Mahoni
- Cendana
- Bayur
- Jamblang
- Kiara Payung
- Cemara
- Ketapang
Tanaman-tanaman ini dipilih karena kemampuannya dalam menjaga kestabilan tanah, menyerap karbon, serta mendukung keberadaan flora dan fauna lokal.
Tanaman Produktif
Sementara itu, tanaman produktif yang ditanam meliputi:
- Alpukat
- Nangka
- Durian
- Jambu
- Aren
Tanaman ini tidak hanya berkontribusi pada pemulihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya tanaman bernilai ekonomi tinggi, diharapkan masyarakat dapat memperoleh penghasilan tambahan dari hasil panen.
Lokasi Prioritas Penanaman
Penanaman pohon tidak dilakukan secara acak. Ada beberapa lokasi prioritas yang menjadi fokus utama program ini. Penempatan pohon di lokasi-lokasi strategis diharapkan dapat memberikan dampak maksimal terhadap pemulihan lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.
1. Daerah Aliran Sungai (DAS)
Penanaman di sepanjang DAS bertujuan untuk menjaga kualitas air dan mencegah erosi. Tanaman yang ditanam di sini dipilih berdasarkan kemampuannya dalam menahan air dan menjaga struktur tanah.
2. Lahan Kritis
Lahan kritis yang terdegradasi menjadi prioritas berikutnya. Penanaman pohon di area ini bertujuan untuk merehabilitasi tanah yang rusak dan mengembalikan fungsi ekologisnya.
3. Area Publik
Area publik seperti taman kota, jalur hijau perkotaan, dan ruang terbuka hijau juga menjadi lokasi penanaman. Ini tidak hanya berfungsi untuk penghijauan, tetapi juga meningkatkan kualitas udara dan kenyamanan masyarakat.
Dukungan dari Manajemen PTPN Group
Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menyampaikan bahwa penanaman pohon merupakan bagian tak terpisahkan dari bisnis perusahaan. Menurutnya, pertumbuhan bisnis harus seimbang dengan upaya pelestarian alam.
“Pertumbuhan bisnis harus berjalan selaras dengan upaya pelestarian alam. Oleh karena itu, setiap langkah perusahaan tidak hanya berorientasi pada produktivitas dan kinerja usaha, tetapi juga pada keberlanjutan ekosistem, serta peningkatan kualitas lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujar Denaldy.
Tabel: Target dan Capaian Penanaman Pohon (2024–2026)
| Tahun | Target Penanaman (Pohon) | Capaian (Pohon) | Keterlibatan Mitra |
|---|---|---|---|
| 2024 | 50.000 | 48.200 | Pemerintah, Mahasiswa |
| 2025 | 55.000 | 52.700 | Kelompok Tani, Komunitas |
| 2026 | 60.000 | 41.500* | Swasta, LSM Lingkungan |
*Capaian sementara hingga semester I 2026
Tantangan dan Solusi
Meski program ini memiliki dampak positif, tidak sedikit tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah keterbatasan lahan yang tersedia untuk penanaman. Selain itu, perawatan pascapanen juga menjadi perhatian agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Untuk mengatasi hal ini, PTPN Group terus melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi. Salah satu solusinya adalah dengan meningkatkan edukasi kepada masyarakat sekitar agar turut serta dalam perawatan tanaman. Kolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat juga terus diperluas untuk memastikan keberlanjutan program ini.
Kesimpulan
Program ‘One Man One Tree’ yang digagas oleh PTPN Group bukan sekadar aksi simbolis. Ini adalah langkah nyata dalam membangun ekosistem perkebunan yang berkelanjutan. Dengan melibatkan berbagai pihak dan menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi lokal, program ini memberikan dampak langsung terhadap pemulihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Disclaimer: Data dan target dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan program dan kondisi lapangan.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













