Nasional

Dirjen Bea Cukai Sempatkan Kunjungan ke Jawa Timur dan Jawa Tengah demi Perkuat Integritas Petugas hingga Tahun 2026 Mendatang

Danang Ismail
×

Dirjen Bea Cukai Sempatkan Kunjungan ke Jawa Timur dan Jawa Tengah demi Perkuat Integritas Petugas hingga Tahun 2026 Mendatang

Sebarkan artikel ini
Dirjen Bea Cukai Sempatkan Kunjungan ke Jawa Timur dan Jawa Tengah demi Perkuat Integritas Petugas hingga Tahun 2026 Mendatang

Rangkaian kunjungan kerja Dirjen Kemenkeu, Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama, baru-baru ini membawa kabar penting dari lapangan. Ia meninjau sejumlah kantor wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk memastikan kinerja penerimaan negara tetap optimal. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya integritas di tengah tantangan global yang terus berubah.

Fokus utama dari kunjungan ini adalah memperkuat sinergi antar unit kerja serta memastikan seluruh pegawai menjalankan tugas dengan prinsip zero fraud. Dalam kesempatan tersebut, Djaka menyampaikan arahan langsung kepada ribuan pegawai di tiga wilayah berbeda secara terpusat. Masing-masing di Cukai Kudus, Kediri, dan .

Penguatan Integritas dan Kinerja di Wilayah

Kunjungan pertama kali dilakukan ke Bea Cukai Kudus sebagai titik konsolidasi untuk Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY. Di sini, Djaka menyoroti perubahan karakteristik kantor yang kini tidak hanya fokus pada sektor cukai, tetapi juga berkembang pesat di bidang kawasan berikat.

  1. Fokus pada dua core bisnis utama: cukai dan kawasan berikat.
  2. Mendorong semangat tim untuk mencapai target penerimaan tahun .

Selain itu, ia juga kembali menegaskan pentingnya menjaga integritas. Menurutnya, prinsip zero fraud bukan sekadar slogan, tapi harus menjadi komitmen nyata dari setiap pegawai. Kinerja yang baik saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan moral kerja yang .

Kolaborasi dan Adaptasi di Tengah Ketidakpastian

Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, Bea Cukai dituntut untuk tetap bisa menjaga keseimbangan antara optimalisasi penerimaan dan pelayanan kepada pelaku usaha. Djaka menekankan bahwa kolaborasi tim menjadi kunci utama dalam mencapai target bersama.

  1. Menjaga kualitas pelayanan dan pengawasan meski dalam tekanan global.
  2. Mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi untuk mengatasi keterbatasan SDM.

Djaka juga mengingatkan agar seluruh pegawai tidak lengah meski capaian penerimaan terus meningkat. Ia menyebut bahwa kejadian operasi tangkap tangan (OTT) harus menjadi early warning bagi semua pihak agar terus berbenah.

Tantangan di Wilayah Jawa Timur

Kunjungan berikutnya membawa Djaka ke Bea Cukai Kediri, yang menjadi titik temu untuk Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II. Di sini, ia memberikan apresiasi atas pencapaian penerimaan yang solid, namun tetap menekankan perlunya perbaikan berkelanjutan.

  1. Meningkatkan capaian penerimaan di tengah pertumbuhan kawasan berikat.
  2. Mengatasi keterbatasan SDM dengan inovasi dan digitalisasi.

Wilayah ini juga menghadapi tantangan terkait ketergantungan penerimaan pada industri hasil tembakau. Djaka menegaskan perlunya penguatan pengawasan agar industri legal tetap terlindungi dari yang marak beredar.

Peran Strategis Bea Cukai Pasuruan

Penutup dari rangkaian kunjungan ini membawa Djaka ke Bea Cukai Pasuruan, wilayah yang dikenal sebagai penyumbang penerimaan cukai terbesar di Indonesia. Di sini, ia kembali menegaskan pentingnya pengawasan terhadap berbagai modus pelanggaran yang terus berkembang.

  1. Menjaga target penerimaan negara di tengah dinamika ekonomi nasional.
  2. Memperkuat pengawasan terhadap potensi pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai.

Djaka menyampaikan bahwa keberadaan Bea Cukai Pasuruan sangat . Wilayah ini tidak hanya berkontribusi besar terhadap , tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kepatuhan terhadap cukai dan kepabeanan.

Tabel Capaian dan Fokus Wilayah

Berikut adalah ringkasan fokus dan capaian dari masing-masing wilayah yang dikunjungi:

Wilayah Fokus Utama Capaian Tantangan
Jawa Tengah & DIY Pengembangan kawasan berikat dan cukai Peningkatan kontribusi penerimaan Adaptasi terhadap perubahan karakteristik kantor
Jawa Timur II (Kediri) Peningkatan penerimaan dan pengawasan Capaian penerimaan yang solid Keterbatasan SDM dan ketergantungan pada industri tembakau
Jawa Timur I (Pasuruan) Pengawasan modus pelanggaran & optimalisasi penerimaan Penyumbang penerimaan cukai terbesar Ancaman rokok ilegal dan modus pelanggaran baru

Menjaga Kepercayaan melalui Integritas

Integritas menjadi tema sentral dalam setiap arahan yang disampaikan Djaka. Ia menyampaikan bahwa untuk tetap dipercaya, kinerja terbaik harus terus ditunjukkan. Tidak hanya dalam angka, tapi juga dalam tindakan nyata di lapangan.

  1. Menerapkan prinsip zero fraud di setiap lini kerja.
  2. Menjaga profesionalisme dalam pelayanan dan pengawasan.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat tidak bisa dibangun dalam semalam. Tapi bisa hancur dalam sekejap jika terjadi pelanggaran. Oleh karena itu, setiap pegawai harus menjadi garda terdepan dalam menjaga nama baik institusi.

Adaptasi Teknologi untuk Efisiensi

Di tengah keterbatasan SDM, Djaka menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi kerja. Digitalisasi tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi sebagai bagian dari transformasi organisasi yang harus terus digalakkan.

  1. Mengoptimalkan sistem digital untuk mempercepat proses pelayanan.
  2. Meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan berbasis teknologi.

Dengan pendekatan ini, Bea Cukai diharapkan bisa terus memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas penerimaan negara, sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada pelaku usaha.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sesuai dengan kondisi dan pernyataan hingga April 2026. Capaian, target, dan kebijakan Bea Cukai dapat berubah seiring perkembangan situasi dan regulasi yang berlaku.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.