Nasional

Pemerintah Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan

Retno Ayuningrum
×

Pemerintah Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan

PT Riota Jaya Lestari kembali menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan lewat Program Sumber Air Lestari. Inisiatif ini bukan sekadar soal pengelolaan air, tapi juga upaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.

Program ini dirancang untuk melibatkan partisipasi aktif warga dalam menjaga ketersediaan air bersih. Tidak hanya berfokus pada aspek , tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan ekonomi agar dampaknya berkelanjutan.

Mendorong Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Air

Keterlibatan masyarakat menjadi pilar utama dalam Program Sumber Air Lestari. Dengan pendekatan kolaboratif, program ini menciptakan sinergi antara perusahaan dan warga sekitar. Hasilnya, tidak hanya lingkungan yang terjaga, tapi juga kualitas hidup masyarakat meningkat.

Langkah ini sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada pengelolaan yang lebih baik.

1. Sosialisasi Program ke Masyarakat

Sebelum pelaksanaan, penting untuk memberikan yang jelas kepada masyarakat. Sosialisasi ini mencakup tujuan program, manfaat yang akan diperoleh, serta peran aktif warga dalam menjaga kelestarian sumber daya air.

2. Pembentukan Kelompok Sadar Air (Pokair)

Langkah selanjutnya adalah membentuk kelompok masyarakat yang fokus pada pengelolaan air. Pokair ini dilatih untuk memahami teknik dasar pengelolaan air, mulai dari penyimpanan hingga distribusi yang efisien dan ramah lingkungan.

3. Penyediaan Infrastruktur Pendukung

Perusahaan menyediakan infrastruktur pendukung seperti bak penampungan air, pompa, dan saluran distribusi. Infrastruktur ini dirancang agar mudah dioperasionalkan oleh masyarakat setempat tanpa ketergantungan pada pihak luar.

4. Monitoring dan Evaluasi Berkala

Setelah program berjalan, dilakukan evaluasi rutin untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitasnya. Evaluasi ini melibatkan pihak internal perusahaan dan wakil dari kelompok masyarakat yang terlibat.

Dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Program Sumber Air Lestari tidak hanya berdampak lokal, tapi juga mendukung agenda global. Melalui pendekatan yang inklusif, program ini turut mempercepat pencapaian SDGs, khususnya pada target akses air bersih dan sanitasi layak.

Pendekatan ini juga membantu mendorong ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan ketersediaan air yang terjamin, masyarakat dapat mengembangkan potensi usaha, seperti pertanian atau usaha rumah tangga berbasis air.

Penghargaan yang Diraih

Komitmen PT Riota Jaya Lestari dalam menjalankan program ini tidak luput dari apresiasi. Pada tahun 2026, perusahaan berhasil meraih dua penghargaan bergengsi.

Pertama, Indonesia Green Awards 2026 dalam kategori Platinum Alignment. Kedua, penghargaan Best Sustainability Leader di ajang BEST 100 Operation Units – Sites – Suppliers INDONESIA 2026 La Tofi Rating.

Penghargaan Kategori Penyelenggara
Indonesia Green Awards 2026 Platinum Alignment La Tofi School of Social Responsibility
Best Sustainability Leader Gold Alignment – Leader Quadrant La Tofi ESG Rating

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pendekatan yang diambil bukan hanya teori, tapi sudah terbukti memberikan nyata di lapangan.

Manfaat Langsung bagi Masyarakat

Program ini dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Mulai dari peningkatan akses air bersih hingga peningkatan kapasitas lokal dalam pengelolaan sumber daya air.

1. Akses Air Bersih yang Lebih Terjamin

Masyarakat kini memiliki akses air bersih yang lebih dan aman untuk dikonsumsi. Ini berdampak langsung pada penurunan angka penyakit yang berkaitan dengan air.

2. Peningkatan Kemandirian Ekonomi

Dengan ketersediaan air yang terjamin, warga dapat mengembangkan usaha produktif seperti budidaya ikan, pertanian hidroponik, atau usaha kecil berbasis air.

3. Penguatan Kapasitas Masyarakat

dan pendampingan yang diberikan membuat masyarakat lebih siap dalam mengelola sumber daya air secara mandiri. Ini menciptakan jangka panjang.

Tantangan dan Solusi

Tentu saja, tidak semua berjalan mulus sejak awal. Beberapa tantangan muncul, terutama dalam hal perubahan perilaku dan pemahaman masyarakat.

1. Rendahnya Kesadaran Awal

Di awal program, sebagian masyarakat belum memahami pentingnya pengelolaan air secara berkelanjutan. Edukasi intensif menjadi kunci untuk mengatasi ini.

2. Keterbatasan SDM Lokal

Tidak semua warga memiliki pengetahuan teknis. Oleh karena itu, pelatihan berkelanjutan dan pendampingan lapangan menjadi solusi yang efektif.

3. Keberlanjutan Pendanaan

Untuk menjaga keberlangsungan program, perusahaan terus menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah daerah.

Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan

Kesuksesan program ini tidak lepas dari yang baik dengan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, hingga organisasi lingkungan.

Melalui sinergi ini, program tidak hanya berjalan efektif, tapi juga dapat dikembangkan ke daerah lain dengan konteks yang berbeda.

Penutup

Program Sumber Air Lestari adalah contoh nyata bagaimana perusahaan bisa menjadi agen perubahan positif. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, program ini tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Melalui pendekatan berkelanjutan dan inklusif, PT Riota Jaya Lestari membuktikan bahwa bisnis bisa berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan program dan kebijakan perusahaan.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.