Pergerakan harga emas dunia kembali menunjukkan tren positif pada perdagangan akhir pekan, tepatnya Jumat, 8 Mei 2026. Logam mulia ini mencatatkan kenaikan signifikan dan berada di jalur penguatan mingguan yang cukup solid.
Sentimen utama yang mendorong kenaikan ini berasal dari pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat. Selain itu, para pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga agresif setelah rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang menunjukkan hasil cukup baik.
Dinamika Harga Emas di Pasar Global
Kenaikan harga emas terjadi setelah sempat mengalami tekanan hebat pada awal Mei. Pemulihan ini memberikan napas lega bagi investor yang sebelumnya khawatir dengan tren penurunan harga yang sempat terjadi selama sebulan terakhir.
Berdasarkan data pasar per 9 Mei 2026, berikut adalah rincian kenaikan harga emas di pasar spot maupun berjangka:
| Jenis Emas | Perubahan Harga | Harga per Ons |
|---|---|---|
| Emas Spot | Naik 0,7 persen | USD 4.717,91 |
| Emas Berjangka | Naik 0,4 persen | USD 4.727,11 |
| Perak Spot | Naik 2,5 persen | USD 80,41 |
| Platinum | Naik 0,2 persen | USD 2.065,70 |
Data di atas menunjukkan bahwa emas spot telah menguat lebih dari dua persen sepanjang minggu ini. Angka tersebut menjadi indikator pemulihan pasar setelah sempat tertekan oleh gejolak inflasi akibat konflik di Timur Tengah sejak akhir Februari lalu.
Ketegangan di Selat Hormuz dan Dampaknya
Situasi geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor penentu utama pergerakan harga komoditas dunia. Fokus pasar tertuju pada Selat Hormuz, jalur logistik vital yang menyalurkan seperlima pasokan minyak dan gas global.
Gangguan pasokan yang terjadi akibat konflik ini memicu kekhawatiran global yang mendalam. Berikut adalah tahapan perkembangan situasi terkini di wilayah tersebut:
- Penutupan jalur air vital oleh otoritas Iran sejak akhir Februari sebagai dampak langsung konflik.
- Peluncuran Proyek Kebebasan oleh Amerika Serikat untuk mengamankan kapal komersial yang melintasi selat.
- Pemberlakuan blokade militer Amerika Serikat terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran sejak pertengahan April.
- Insiden pelumpuhan kapal tanker kosong berbendera Iran oleh Komando Pusat Amerika Serikat di Teluk Oman.
- Pencegatan serangan Iran terhadap kapal perang Amerika Serikat yang memicu aksi balasan di wilayah Bandar Abbas.
Meski ketegangan fisik terus meningkat, pernyataan dari pihak otoritas Amerika Serikat memberikan sedikit sentimen penyeimbang. Gencatan senjata diklaim masih berlaku, meskipun ancaman eskalasi tetap membayangi pasar energi dan logam mulia.
Pengaruh Data Tenaga Kerja terhadap Kebijakan Moneter
Selain isu geopolitik, stabilitas ekonomi domestik Amerika Serikat menjadi perhatian serius bagi para pengamat kebijakan moneter. Data terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat memberikan gambaran yang cukup menarik mengenai kondisi lapangan kerja.
Jumlah pekerjaan di sektor non pertanian tercatat naik sebesar 115 ribu pada bulan April. Angka ini melampaui ekspektasi para ekonom yang sebelumnya hanya memprediksi kenaikan di kisaran 65 ribu.
Berikut adalah ringkasan kondisi ekonomi Amerika Serikat berdasarkan laporan terbaru:
- Tingkat pengangguran stabil berada di angka 4,3 persen.
- Pertumbuhan upah mengalami perlambatan akibat tekanan inflasi yang masih tinggi.
- Ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve mereda pasca rilis data tenaga kerja.
- Pelemahan dolar Amerika Serikat memberikan ruang bagi harga emas untuk kembali menguat.
Pelemahan dolar Amerika Serikat secara historis selalu menjadi katalis positif bagi harga emas. Ketika mata uang dolar melemah, harga emas batangan menjadi lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing, sehingga permintaan pasar meningkat secara otomatis.
Sebelum data tenaga kerja dirilis, pasar sempat berspekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga untuk meredam guncangan inflasi. Namun, alat pemantau CME FedWatch menunjukkan bahwa kemungkinan tersebut kini semakin kecil.
Kondisi ini memberikan keleluasaan bagi harga emas untuk bergerak lebih bebas di pasar global. Investor kini cenderung mengalihkan fokus dari ancaman suku bunga tinggi ke arah stabilitas ekonomi yang lebih moderat.
Perlu diingat bahwa data pasar keuangan dan harga komoditas bersifat sangat fluktuatif serta dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan situasi geopolitik maupun kebijakan ekonomi global. Informasi ini disusun berdasarkan data per 9 Mei 2026 dan tidak dapat dijadikan acuan tunggal untuk pengambilan keputusan investasi jangka panjang. Selalu lakukan riset mendalam sebelum melakukan transaksi di pasar komoditas.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













