Nasional

Pengertian Pajak TER, Mekanisme Potongan Gaji Bulanan, Batas Penghasilan Kena Pajak, dan Contoh Perhitungannya

Rista Wulandari
×

Pengertian Pajak TER, Mekanisme Potongan Gaji Bulanan, Batas Penghasilan Kena Pajak, dan Contoh Perhitungannya

Sebarkan artikel ini
Pengertian Pajak TER, Mekanisme Potongan Gaji Bulanan, Batas Penghasilan Kena Pajak, dan Contoh Perhitungannya

Peraturan perpajakan di Indonesia terus mengalami penyempurnaan agar lebih mudah dipahami dan diterapkan. Salah satu perubahan signifikan yang mulai berlaku sejak awal tahun 2024 adalah penerapan Tarif Efektif Rata-rata (TER) dalam pemotongan PPh Pasal 21.

Metode ini dirancang untuk menyederhanakan proses pemotongan pajak bulanan bagi . Dengan skema TER, perusahaan tidak perlu lagi melakukan perhitungan yang rumit setiap bulan. Penggajian pun jadi lebih efisien dan transparan, tanpa mengurangi kepatuhan terhadap aturan perpajakan.

Apa Itu Pajak TER dalam PPh 21?

Pajak TER atau Tarif Efektif Rata-rata adalah metode dalam menghitung pemotongan PPh Pasal 21 yang berlaku untuk penghasilan karyawan dari Januari hingga November. Metode ini menggunakan tarif efektif rata-rata dari penghasilan bruto, bukan tarif progresif seperti sebelumnya.

utama dari penerapan TER adalah menyederhanakan proses pemotongan pajak bulanan. Perusahaan bisa menghitung potongan pajak lebih dan akurat, tanpa harus menghitung ulang setiap bulan berdasarkan tarif progresif.

Namun, penting dicatat bahwa TER bukan jenis pajak baru. Ini hanya metode penghitungan yang lebih praktis. Total pajak yang terutang selama setahun tetap sama. Hanya saja, cara penghitungan bulanannya yang berbeda.

Dasar Hukum Penerapan Pajak TER

Penerapan TER didukung oleh beberapa regulasi penting, antara lain:

  • Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan
  • Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP)
  • Nomor 58 Tahun 2023 tentang tarif pemotongan PPh Pasal 21
  • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168 Tahun 2023

Aturan ini memberikan landasan hukum yang kuat agar metode TER bisa diterapkan secara resmi dan legal.

Bagaimana Cara Kerja Pajak TER?

Cara kerja pajak TER berbeda dengan sistem sebelumnya yang menggunakan tarif progresif. Dalam sistem lama, tarif pajak meningkat sesuai dengan tingkat penghasilan. Semakin tinggi penghasilan, semakin tinggi pula tarif pajaknya.

Dengan TER, tarif pajak dihitung berdasarkan rata-rata efektif dari penghasilan bruto karyawan selama setahun. Tarif ini kemudian digunakan untuk menghitung potongan pajak bulanan dari Januari hingga November.

Contohnya, jika tarif efektif rata-rata seseorang adalah 10%, maka setiap bulan akan dipotong 10% dari penghasilan kena pajaknya. Pada bulan Desember, barulah dilakukan penyesuaian menggunakan tarif progresif sesuai dengan ketentuan PPh Pasal 17.

Batas Gaji yang Terkena Pajak TER

Tidak semua karyawan terkena pajak TER. Ada batas penghasilan tertentu yang menjadi dasar kewajiban pemotongan pajak.

Berdasarkan ketentuan, karyawan yang memiliki penghasilan bruto bulanan di atas Rp 7.000.000 belum langsung dikenakan pajak. Namun, jika penghasilan bruto setahun melebihi Rp 84.000.000 (setara dengan Rp 7 juta per bulan), maka karyawan tersebut wajib dikenakan pemotongan PPh Pasal 21.

Namun, untuk penghasilan di bawah batas tersebut, karyawan bisa memanfaatkan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) dan/atau NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) untuk mengurangi besaran potongan pajak.

Contoh Perhitungan Pajak TER

Untuk lebih memahami cara kerja pajak TER, berikut ini contoh perhitungan sederhana:

1. Menentukan Penghasilan Bruto Tahunan

Misalnya, seorang karyawan memiliki penghasilan bruto bulanan Rp 10.000.000. Maka penghasilan bruto setahun adalah:

Rp 10.000.000 x 12 bulan = Rp 120.000.000

2. Menghitung Tarif Efektif Rata-rata

Setelah dikurangi PTKP (misalnya Rp 54.000.000), maka penghasilan kena pajak (PKP) adalah:

Rp 120.000.000 – Rp 54.000.000 = Rp 66.000.000

Berdasarkan tarif progresif, total pajak terutang adalah sekitar Rp 6.000.000.

Tarif efektif rata-rata = (Rp 6.000.000 / Rp 120.000.000) x 100% = 5%

3. Menghitung Potongan Pajak Bulanan

Dengan tarif efektif rata-rata 5%, maka potongan pajak bulanan adalah:

Rp 10.000.000 x 5% = Rp 500.000 per bulan

4. Penyesuaian di Bulan Desember

Pada bulan Desember, perusahaan melakukan penyesuaian akhir tahun. Jika ternyata total potongan selama 11 bulan kurang dari pajak terutang, maka kekurangannya akan dipotong di bulan Desember.

Keuntungan Penerapan Pajak TER

Penerapan pajak TER memberikan beberapa penting, baik bagi perusahaan maupun karyawan.

1. Proses Pemotongan Lebih Cepat

Perusahaan tidak perlu lagi menghitung tarif progresif setiap bulan. Cukup menggunakan tarif efektif rata-rata yang sudah ditentukan.

2. Transparansi Pajak Lebih Baik

Karyawan bisa lebih mudah memahami besaran potongan pajaknya setiap bulan karena menggunakan tarif yang tetap.

3. Mengurangi Kesalahan Administrasi

Dengan metode yang lebih sederhana, kesalahan perhitungan pajak menjadi lebih kecil.

4. Kepatuhan Pajak Lebih Terjaga

Perusahaan lebih mudah memenuhi kewajiban perpajakan karena prosesnya lebih sistematis dan terstandarisasi.

Tantangan dalam Penerapan Pajak TER

Meski memiliki banyak keuntungan, penerapan pajak TER juga menghadapi beberapa tantangan.

1. Adaptasi Awal yang Perlu Waktu

Perusahaan harus menyesuaikan sistem penggajian dan aplikasi perpajakan agar sesuai dengan metode TER.

2. Kebingungan di Kalangan Karyawan

Beberapa karyawan mungkin bingung dengan metode baru ini, terutama yang terbiasa dengan sistem tarif progresif.

3. Penyesuaian di Bulan Desember

Meski penyesuaian hanya dilakukan di Desember, perusahaan tetap harus memastikan bahwa perhitungan akhir tahun akurat.

Tips untuk Perusahaan dalam Menghadapi Pajak TER

Agar penerapan pajak TER berjalan lancar, perusahaan bisa mengikuti beberapa tips berikut:

1. Sosialisasikan Kebijakan ke Karyawan

Berikan penjelasan yang jelas tentang bagaimana metode TER bekerja agar tidak ada kesalahpahaman.

2. Perbarui Sistem Penggajian

Pastikan sistem penggajian mendukung penghitungan berdasarkan tarif efektif rata-rata.

3. Lakukan Pelatihan Internal

Berikan pelatihan kepada tim HRD dan keuangan agar memahami perhitungan dan pelaporan pajak dengan metode baru ini.

4. Simulasikan Perhitungan

Lakukan simulasi perhitungan pajak sebelum bulan berjalan untuk memastikan tidak ada kesalahan.

Perbandingan Pajak TER vs Tarif Progresif

Berikut adalah antara metode TER dan tarif progresif:

Aspek Tarif Progresif Tarif Efektif Rata-rata (TER)
Cara Perhitungan Berdasarkan tingkat penghasilan Berdasarkan rata-rata efektif
Kompleksitas Tinggi Rendah
Transparansi Kurang jelas setiap bulan Lebih jelas dan konsisten
Penyesuaian Setiap bulan Bulan Desember saja
Kepatuhan Rentan kesalahan Lebih mudah dikontrol

Disclaimer

dan ketentuan pajak dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan . Informasi dalam artikel ini disajikan berdasarkan regulasi yang berlaku hingga Maret 2026. Untuk informasi terkini, selalu konsultasikan dengan kantor pajak atau ahli perpajakan profesional.

Penerapan pajak TER merupakan langkah maju dalam penyederhanaan sistem perpajakan di Indonesia. Dengan metode ini, baik perusahaan maupun karyawan bisa lebih mudah memahami dan memenuhi kewajiban perpajakan secara tepat dan efisien.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.