Nasional

Perbandingan Keamanan Bitcoin dan Emas Saat Gejolak Global Tahun 2026

Danang Ismail
×

Perbandingan Keamanan Bitcoin dan Emas Saat Gejolak Global Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Perbandingan Keamanan Bitcoin dan Emas Saat Gejolak Global Tahun 2026

Tengah gejolak geopolitik global yang kembali memanas, perdebatan soal aset aman atau safe-haven kembali naik ke permukaan. Kali ini, fokus utama jatuh pada dua kandidat besar: Bitcoin dan emas. Masing-masing punya argumen kuat, baik dari segi sejarah maupun di tengah ketidakpastian.

Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menciptakan gejolak besar di pasar keuangan. Namun, reaksi pasar terhadap krisis ini justru memberikan gambaran menarik tentang bagaimana investor memilih melindungi aset mereka.

Perbandingan Kinerja Bitcoin dan Emas Saat Krisis Geopolitik

Ketika ketegangan di Timur Tengah memuncak, pasar keuangan langsung merasakan dampaknya. Bitcoin, yang sering dipasarkan sebagai “emas digital”, justru mengalami tekanan besar. Kapitalisasi pasar kripto langsung terkikis lebih dari USD128 miliar hanya dalam hitungan jam.

Sementara itu, emas menunjukkan ketangguhannya. Logam mulia ini tetap stabil dan bahkan naik sedikit, memperkuat posisinya sebagai aset krisis tradisional. Investor cenderung kembali ke emas karena likuiditasnya yang tinggi dan reputasinya yang teruji selama dekade.

1. Reaksi Pasar Saat Serangan Iran

Ketika serangan militer AS dan Israel menghantam Iran pada akhir Februari 2026, pasar langsung panik. Bitcoin yang sebelumnya berada di kisaran USD66.000 langsung terperosok ke USD63.000. Bukan angka yang kecil, mengingat volatilitasnya.

Namun, bukan hanya Bitcoin yang terdampak. Saham global juga ikut terperosok. Perbedaannya, Bitcoin justru lebih rentan karena dominasi investor institusional yang kini lebih besar daripada sebelumnya.

2. Perilaku Investor Ritel

Data dari platform perdagangan menunjukkan bahwa justru tidak beralih ke Bitcoin. Mereka lebih memilih beralih ke komoditas seperti minyak mentah. Minyak mencatat lonjakan volume perdagangan hingga 1.042% pasca-konflik.

Sebaliknya, partisipasi dalam perdagangan Bitcoin justru turun sekitar 9% dari level sebelum krisis. Ini menunjukkan bahwa di tengah ketidakpastian, investor kecil lebih memilih aset yang lebih “pasti” dan terbukti.

3. Emas Tetap Jadi Pilihan Utama

Emas tetap menjadi andalan investor saat krisis. Tidak mengalami lonjakan dramatis seperti Bitcoin, tetapi juga tidak mengalami penurunan tajam. Stabilitas inilah yang membuatnya tetap unggul sebagai .

Selain itu, emas memiliki infrastruktur pasar yang matang. Likuiditasnya tinggi, sehingga mudah dibeli dan dijual dalam besar tanpa memengaruhi harga secara signifikan.

Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Aset Aman

Tidak ada aset yang benar-benar “aman”. Namun, dalam konteks geopolitik, beberapa faktor bisa menjelaskan mengapa investor memilih satu dibanding lainnya.

1. Sentimen Anti-Fiat

Bitcoin sering kali dipandang sebagai alternatif terhadap mata fiat, terutama dalam situasi ketika kepercayaan terhadap sistem keuangan global mulai goyah. Narasi ini kembali menguat saat Iran dilaporkan menggunakan Bitcoin untuk transaksi tertentu selama penutupan Selat Hormuz.

Ini menunjukkan bahwa Bitcoin bisa berfungsi sebagai alat transaksi alternatif di tengah sanksi atau sistem keuangan tradisional.

2. Inflasi dan Kebijakan Moneter

global yang masih tinggi membuat investor mencari aset yang bisa melindungi nilai. Emas secara historis telah terbukti mampu melawan inflasi dalam jangka panjang.

Bitcoin juga sering diklaim sebagai pelindung inflasi, terutama karena jumlah maksimalnya terbatas. Namun, volatilitasnya masih terlalu tinggi untuk diandalkan sebagai lindung nilai jangka pendek.

3. Sentimen Risiko dan Likuiditas

Investor institusional kini memiliki paparan besar di pasar kripto. Saat krisis datang, mereka cenderung menjual aset berisiko tinggi, termasuk Bitcoin, untuk mengamankan posisi.

Emas, sebaliknya, justru menjadi pilihan. Likuiditasnya tinggi dan risiko sistemiknya lebih rendah. Ini menjelaskan mengapa emas tetap menjadi favorit di tengah gejolak.

Tabel Perbandingan Performa Bitcoin dan Emas

Kriteria Bitcoin Emas
Volatilitas Sangat tinggi Rendah hingga sedang
Sedang Sangat tinggi
Sentimen Krisis Campuran (positif-negatif) Positif
Penggunaan Alternatif Sistem Tidak ada
Inflasi Hedge Jangka panjang Terbukti secara historis
Investor Target Retail & institusional Institusional & investor kaya

Kesimpulan: Emas Masih Lebih Unggul di Tengah Ketidakpastian

Meski Bitcoin memiliki potensi sebagai aset alternatif, performanya di tengah krisis geopolitik masih belum sebanding dengan emas. Stabilitas, likuiditas, dan sejarah panjang menjadikan emas pilihan utama saat dunia kembali dilanda ketidakpastian.

Bitcoin bisa jadi pilihan menarik dalam jangka panjang, terutama jika narasi anti-fiat terus menguat. Namun, untuk saat ini, emas tetap raja di antara aset aman.

Disclaimer: Data dan kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu tergantung situasi global. Investasi selalu melibatkan risiko, termasuk risiko kehilangan modal.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.