Ilustrasi. Foto: bankcij.co.id
Tren investasi di kalangan anak muda terus naik daun. Bukan cuma saham, banyak instrumen lain yang mulai digandrungi oleh generasi milenial dan Gen Z. Data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Januari 2026 mencatat jumlah investor pasar modal di Indonesia sudah mencapai 21.037.426 Single Investor Identification (SID). Mayoritas besar di antaranya berusia di bawah 30 tahun.
Lonjakan ini menunjukkan bahwa semakin banyak anak muda yang mulai sadar pentingnya investasi sejak dini. Reksa dana dan saham memang masih menjadi favorit, tapi tidak hanya itu saja. Ada beberapa pilihan lain yang juga menarik minat kalangan muda karena fleksibel, mudah diakses, dan punya potensi keuntungan menarik.
Investasi Favorit Anak Muda Selain Saham
Tidak semua anak muda memilih saham sebagai instrumen investasi utama. Ada beberapa alternatif lain yang dinilai lebih sesuai dengan gaya hidup dan karakteristik finansial mereka. Dari yang aman hingga berisiko tinggi, berikut adalah pilihan investasi populer yang banyak dicoba kalangan muda.
1. Reksa Dana Pasar Uang dan Saham
Reksa dana tetap menjadi primadona di kalangan pemula. Modal yang tidak terlalu besar, risiko yang bisa diukur, dan akses yang mudah lewat aplikasi membuatnya sangat cocok untuk anak muda yang baru belajar investasi. Banyak platform digital yang menawarkan reksa dana dengan proses registrasi cepat dan minimum investasi mulai dari puluhan ribu rupiah.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga April 2025, lebih dari separuh investor pasar modal berasal dari kalangan milenial dan Gen Z. Reksa dana pasar uang cocok untuk investasi jangka pendek, sedangkan reksa dana saham lebih cocok untuk tujuan jangka panjang.
2. Emas Digital
Emas selalu dikenal sebagai aset yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi. Dengan perkembangan teknologi, kini emas bisa dibeli secara digital lewat berbagai platform. Anak muda bisa membeli emas dengan nominal kecil, bahkan mulai dari Rp 50.000.
Keunggulan lainnya adalah likuiditas yang tinggi. Emas digital bisa dengan mudah dijual kapan saja dan hasilnya langsung masuk ke rekening. Ini menjadikannya pilihan yang populer untuk investasi jangka pendek maupun cadangan darurat.
3. Saham dan Trading
Berinvestasi di saham memang menjanjikan keuntungan yang menarik, baik dari capital gain maupun dividen. Banyak anak muda tertarik karena bisa memantau dan melakukan transaksi kapan saja melalui aplikasi broker saham.
Namun, investasi saham juga punya risiko yang lebih tinggi. Perlu pemahaman yang baik tentang fundamental perusahaan dan kondisi pasar agar tidak terjebak pada keputusan emosional. Trading harian atau jangka pendek juga semakin populer karena potensi keuntungan cepat, meski risikonya juga lebih besar.
4. Kripto dan NFT
Dunia kripto dan NFT (Non-Fungible Token) menawarkan potensi imbal hasil yang sangat tinggi dalam waktu singkat. Karakteristiknya yang volatil membuatnya cocok untuk investor muda yang memiliki profil risiko tinggi. Ekosistemnya yang berjalan 24/7 juga memberi fleksibilitas penuh dalam bertransaksi.
Namun, perlu kehati-hatian karena harga aset kripto bisa naik turun drastis dalam waktu singkat. Banyak anak muda yang tertarik karena melihat ini sebagai bagian dari masa depan finansial berbasis teknologi blockchain.
5. P2P Lending
Peer-to-Peer (P2P) Lending adalah model investasi yang mempertemukan pendana dengan peminjam secara langsung melalui platform digital. Investor bisa mendapatkan return dalam bentuk bunga dari pinjaman yang disalurkan ke UMKM atau individu.
Imbal hasil dari P2P lending biasanya lebih tinggi dibandingkan instrumen investasi konvensional. Namun, risikonya juga lebih besar karena ada potensi kredit macet. Oleh karena itu, penting untuk memilih platform yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Perbandingan Potensi Return dan Risiko Investasi Populer
Berikut adalah perbandingan umum dari beberapa instrumen investasi yang populer di kalangan anak muda:
| Instrumen Investasi | Potensi Return | Tingkat Risiko | Likuiditas | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|---|
| Reksa Dana | Menengah | Rendah-Menengah | Tinggi | Pemula |
| Emas Digital | Rendah-Menengah | Rendah | Tinggi | Cadangan |
| Saham | Tinggi | Tinggi | Tinggi | Jangka Panjang |
| Kripto & NFT | Sangat Tinggi | Sangat Tinggi | Menengah | Spekulatif |
| P2P Lending | Tinggi | Menengah-Tinggi | Menengah | Pendapatan Pasif |
Catatan: Data ini bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung kondisi pasar serta kebijakan masing-masing platform.
Tips Memilih Instrumen Investasi yang Tepat
Memilih instrumen investasi bukan perkara yang bisa asal. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar investasi bisa memberikan hasil maksimal sesuai tujuan finansial.
1. Tentukan Tujuan Investasi
Apakah ingin menabung jangka pendek, membangun dana pensiun, atau sekadar mencoba spekulasi? Tujuan ini akan menentukan jenis investasi yang paling cocok.
2. Pahami Profil Risiko Diri
Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko yang berbeda. Jika tidak suka risiko tinggi, hindari kripto atau saham spekulatif. Lebih baik pilih reksa dana atau emas sebagai pilihan aman.
3. Pelajari Platform dan Emiten
Pastikan platform investasi yang digunakan terpercaya dan diawasi oleh lembaga resmi seperti OJK. Untuk saham, pilih perusahaan dengan fundamental yang baik dan prospek bisnis jelas.
4. Jangan Putuskan Semua Modal Sekaligus
Mulailah dengan jumlah kecil untuk memahami mekanisme dan risiko dari masing-masing instrumen. Setelah paham, barulah meningkatkan alokasi dana secara bertahap.
5. Diversifikasi Portofolio
Jangan menaruh semua dana di satu instrumen. Sebarkan risiko dengan memilih kombinasi investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko.
Kesimpulan
Anak muda kini punya banyak pilihan investasi selain saham. Dari yang aman seperti reksa dana dan emas digital, hingga yang berisiko tinggi seperti kripto dan P2P lending. Yang terpenting adalah memahami tujuan, risiko, dan cara kerja masing-masing instrumen sebelum memulai.
Investasi bukan soal cepat kaya, tapi soal perencanaan dan disiplin jangka panjang. Dengan pendekatan yang tepat, anak muda bisa membangun masa depan finansial yang lebih stabil dan aman.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar dan kebijakan regulator. Investasi selalu memiliki risiko, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













