Investasi

Saham Sektor Defensif Paling Aman Menghadapi Gejolak Tarif Dagang Global Tahun 2026

Rista Wulandari
×

Saham Sektor Defensif Paling Aman Menghadapi Gejolak Tarif Dagang Global Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Saham Sektor Defensif Paling Aman Menghadapi Gejolak Tarif Dagang Global Tahun 2026

Ketidakpastian tarif perdagangan antara Serikat dan China yang memanas sepanjang tahun kembali menempatkan sektor defensif di posisi strategis. Ketika meningkat, investor cenderung mengalihkan fokus pada perusahaan dengan arus kas yang mampu bertahan di tengah guncangan ekonomi .

Sektor healthcare, consumer staples, dan utilities menjadi pilihan utama karena karakteristik permintaannya yang non-siklikal. Membangun yang tangguh tidak harus rumit, terutama dengan memanfaatkan kombinasi antara saham individual yang solid dan ETF sektor yang efisien.

Mengapa Tarif Memicu Rotasi ke Sektor Defensif

Kenaikan tarif impor secara langsung menekan margin perusahaan yang sangat bergantung pada rantai pasok global, terutama di sektor dan industrial. Sebaliknya, sektor defensif memiliki daya tahan lebih baik karena kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan, , dan energi tidak akan hilang meskipun kondisi ekonomi melambat.

dari J.P. Morgan menunjukkan bahwa sektor healthcare dan utilities diproyeksikan memiliki pertumbuhan laba yang cukup menjanjikan di tahun 2027. Hal ini menegaskan bahwa rotasi ke sektor defensif bukan sekadar langkah pelarian, melainkan strategi untuk menjaga stabilitas portofolio di tengah ketidakpastian dagang.

Sektor Pilihan: Healthcare, Consumer Staples, dan Utilities

Memahami karakteristik masing-masing sektor membantu dalam menentukan porsi yang tepat di dalam portofolio. Berikut adalah rincian sektor yang menjadi jangkar utama saat pasar mengalami guncangan:

  1. Healthcare: Menggabungkan stabilitas permintaan obat-obatan dengan potensi pertumbuhan dari inovasi terapi gen dan teknologi medis.
  2. Consumer Staples: Berfokus pada produk kebutuhan harian yang memiliki loyalitas pelanggan tinggi, sehingga mampu mempertahankan volume penjualan meski harga input meningkat.
  3. Utilities: Menawarkan pendapatan yang relatif terukur karena diatur oleh regulasi, ditambah dengan lonjakan permintaan listrik dari pusat data kecerdasan buatan.

Transisi menuju aset defensif memerlukan ketelitian dalam memilih instrumen agar tujuan jangka panjang tetap tercapai. Berikut

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.