Di tengah lonjakan biaya hidup, banyak orang mulai mencari penghasilan tambahan. Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, tapi sebuah respons nyata terhadap tekanan ekonomi yang semakin besar. Side hustle kini menjadi pilihan nyata untuk menutup kebutuhan sehari-hari sekaligus membangun masa depan yang lebih aman.
Studi terbaru dari Prudential plc menunjukkan bahwa 43% responden di Indonesia memiliki pekerjaan sampingan. Angka ini mencerminkan dua hal penting: semangat produktivitas yang tinggi dan kebutuhan mendesak untuk diversifikasi pendapatan. Dengan penghasilan utama saja, banyak orang merasa belum cukup untuk menghadapi kebutuhan keluarga dan risiko tak terduga.
Tren Side Hustle Tak Bisa Dilepaskan dari Beban Finansial Keluarga
Beban ekonomi terus meningkat, terutama karena tanggung jawab terhadap keluarga. Studi menunjukkan bahwa 82% responden memprioritaskan keluarga dalam pengeluaran mereka. Sementara itu, hanya 35% yang tidak merasa perlu memberikan dukungan finansial kepada orang lain. Artinya, mayoritas tetap harus mengalokasikan sebagian pendapatan untuk kebutuhan keluarga di luar rumah tangga mereka sendiri.
Fenomena ini menunjukkan bahwa side hustle bukan hanya soal mengejar penghasilan tambahan. Ini adalah strategi bertahan hidup. Banyak orang menggunakan pendapatan dari pekerjaan sampingan untuk menutup kebutuhan mendesak, membayar cicilan, atau bahkan membangun dana darurat masa debye
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













