Finansial

Kenaikan 5 Saham Perbankan Sesi Pertama Jumat 8 Mei 2026 Bikin BBCA Jadi Primadona

Danang Ismail
×

Kenaikan 5 Saham Perbankan Sesi Pertama Jumat 8 Mei 2026 Bikin BBCA Jadi Primadona

Sebarkan artikel ini
Kenaikan 5 Saham Perbankan Sesi Pertama Jumat 8 Mei 2026 Bikin BBCA Jadi Primadona

di pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik pada perdagangan pertama hari , 8 Mei 2026. Setelah sempat tertekan, saham-saham sektor ini berhasil bangkit dan bergerak ke zona hijau dengan performa yang cukup solid.

Meski demikian, penguatan yang terjadi tidak merata di seluruh lini perbankan. Investor perlu mencermati bagaimana saham-saham berkapitalisasi besar atau big banks memimpin pergerakan pasar di tengah fluktuasi indeks yang masih tertahan di zona merah.

Performa Saham Perbankan Sesi I

Dominasi saham perbankan berkapitalisasi pasar besar terlihat jelas pada penutupan sesi pertama. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi motor penggerak utama dengan mencatatkan paling signifikan di antara jajaran bank papan atas lainnya.

Tidak hanya BBCA, beberapa juga menunjukkan tren positif yang cukup meyakinkan. Berikut adalah rincian pergerakan harga saham perbankan pada sesi pertama perdagangan Jumat (8/5/2026):

Emiten Perubahan Harga (%) Harga Terakhir (Rp)
BBCA +2,41% 6.375
+1,29% 4.700
BBRI +1,21% 3.350
BDMN +5,17% 4.270
BNGA +0,59% 1.710
BBNI 0,00% (Stagnan) 3.980
BNLI 0,00% (Stagnan) 3.440
BBTN -1,41% 1.400
BRIS -2,76% 1.935

Data di atas menunjukkan adanya divergensi kinerja di sektor perbankan. Sementara sebagian besar besar menguat, terdapat pula koreksi pada beberapa emiten perbankan syariah dan bank fokus pembiayaan perumahan yang perlu diwaspadai oleh pelaku pasar.

Analisis Pergerakan Saham Big Banks

Pergerakan saham perbankan kali ini memberikan gambaran mengenai sentimen investor terhadap sektor keuangan. BBCA mencatatkan performa impresif dengan sempat menyentuh level harga tertinggi dalam sepekan di angka Rp 6.400.

Tren serupa juga dialami oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan Tbk (BBRI). Keduanya berhasil menyentuh level harga tertinggi dalam tujuh hari terakhir, yang menandakan adanya akumulasi beli yang cukup kuat dari investor institusi maupun ritel.

Di sisi lain, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) memilih untuk bergerak mendatar atau stagnan di level Rp 3.980. Meskipun tidak mencatatkan kenaikan, posisi harga tersebut tetap menjadi catatan tertinggi dalam pergerakan harga sepekan terakhir, sehingga menunjukkan sentimen yang masih terjaga.

Dinamika Bank Swasta dan BUMN Lainnya

Bergeser ke sektor perbankan swasta, PT Tbk (BDMN) mencuri perhatian dengan lonjakan harga yang cukup tajam sebesar 5,17%. Kinerja ini menjadi salah satu yang paling menonjol di tengah pasar yang cenderung variatif.

Namun, tidak semua bank mencatatkan hasil positif pada sesi ini. Terdapat beberapa catatan penting mengenai pergerakan saham bank lainnya:

  1. Koreksi pada saham syariah: PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mengalami tekanan jual dengan penurunan sebesar 2,76% ke level Rp 1.935.
  2. Penurunan pada bank fokus perumahan: PT Tbk (BBTN) juga ikut terkoreksi sebesar 1,41% menjadi Rp 1.400.
  3. Stagnasi bank swasta lainnya: PT Bank Permata Tbk (BNLI) tidak menunjukkan perubahan harga dan tertahan di level Rp 3.440.
  4. Kinerja moderat: PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,59% ke harga Rp 1.710.

Secara keseluruhan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ditutup di zona merah dengan koreksi sebesar 0,08% pada level 7.168,46. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun saham perbankan berkapitalisasi besar mencoba menopang pasar, tekanan dari sektor lain masih cukup dominan dalam menentukan arah indeks secara keseluruhan.

Bagi investor, fenomena ini menegaskan pentingnya melakukan diversifikasi dan tidak hanya terpaku pada satu emiten saja. Memahami karakteristik pergerakan masing-masing bank, baik yang berstatus BUMN maupun swasta, akan sangat membantu dalam mengambil keputusan investasi yang lebih terukur di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Disclaimer: Informasi ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Pergerakan harga saham dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan kebijakan ekonomi yang berlaku.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.