Meta Mobile Legends selalu berubah tiap season. Hero yang dulu dianggap OP dan wajib banget dipick di ranked match, sekarang malah jarang terlihat. Bukan berarti mereka lemah, tapi lebih karena gaya permainan dan kebutuhan tim kini berbeda.
Banyak faktor yang bikin hero tertentu mulai ditinggalkan. Ada yang karena buff/nerf, ada juga karena munculnya hero baru yang lebih cocok dengan meta saat ini. Di akhir Season 39, beberapa hero yang dulunya sangat ditakuti, sekarang malah jadi pilihan kedua atau bahkan terlupakan.
Berikut daftar hero yang dulu sangat meta tapi sekarang jarang banget muncul di match.
Hero Meta yang Kini Mulai Dilupakan
Meta saat ini lebih cepat dan menuntut hero yang bisa langsung memberi dampak besar. Hero yang butuh setup panjang atau terlalu bergantung pada tim sering kali kalah bersaing. Meski begitu, beberapa dari mereka masih punya potensi jika digunakan dengan benar.
1. Yve
Yve dulu jadi salah satu mage paling ditakuti di ranked. Ultimate-nya yang bisa mengunci musuh dan memberi tekanan besar saat team fight bikin banyak pemain was-was. Skill area control-nya sangat efektif di map yang sempit.
Tapi sekarang, banyak hero dengan mobilitas tinggi yang bisa keluar dari ultimate Yve dengan mudah. Selain itu, meta lebih mengutamakan mage dengan burst damage instan atau crowd control yang bisa langsung mengubah keadaan.
2. Luo Yi
Luo Yi punya damage dan crowd control yang cukup mematikan. Kombinasi skill Yin dan Yang-nya bisa bikin musuh keteter. Ultimate-nya juga bisa teleport, yang kalau digunakan dengan tim yang solid, bisa jadi senjata ampuh.
Sayangnya, di ranked solo queue, koordinasi tim sering kali tidak maksimal. Teleport Luo Yi jadi kurang efektif kalau nggak diikuti tim. Banyak pemain akhirnya pindah ke mage yang lebih bisa berdampak instan tanpa butuh setup panjang.
3. Lolita
Lolita dulu jadi pilihan utama buat counter hero dengan banyak projectile. Shield-nya bisa ngurangin damage dari marksman atau mage musuh. Tapi kekuatannya sangat tergantung pada komposisi musuh.
Kalau lawan nggak banyak pakai hero dengan projectile, Lolita jadi kurang berguna. Di meta sekarang yang lebih cepat dan dinamis, roamer yang fleksibel dan bisa adaptif di segala situasi lebih disukai.
4. Odette
Odette dulu jadi salah satu hero paling ditakuti di late game. Ultimate-nya bisa ngasih damage besar dan slow. Di map yang sempit, dia bisa ngunci musuh dan bikin mereka keteter.
Tapi sekarang, banyak hero dengan dash atau escape skill yang bisa keluar dari ultimate Odette. Selain itu, meta lebih mengutamakan hero yang bisa langsung berdampak sejak early game.
5. Pharsa
Pharsa dulu jadi pilihan utama buat mage yang bisa roaming dan gank. Ultimate-nya bisa ngasih damage besar dan slow. Tapi dia butuh timing yang pas buat bisa efektif.
Di meta sekarang yang lebih cepat, banyak hero yang bisa langsung berdampak dari menit awal. Pharsa yang butuh build-up waktu jadi kurang cocok dengan kecepatan permainan saat ini.
6. Zhask
Zhask dulu jadi pilihan utama buat hero yang bisa bikin chaos di mid lane. Ultimate-nya bisa ngasih damage besar dan bisa bikin musuh bingung harus fokus ke mana.
Tapi sekarang, banyak hero dengan skill anti-clone atau bisa menghancurkan minion cepat. Selain itu, meta lebih mengutamakan hero yang bisa langsung berkontribusi tanpa butuh setup panjang.
7. Gord
Gord dulu jadi salah satu mage dengan damage paling tinggi. Ultimate-nya bisa ngasih damage besar dan bisa ngunci musuh. Tapi dia butuh timing yang pas buat bisa efektif.
Di meta sekarang yang lebih cepat, banyak hero yang bisa langsung berdampak dari menit awal. Gord yang butuh build-up waktu jadi kurang cocok dengan kecepatan permainan saat ini.
8. Harith
Harith dulu jadi pilihan utama buat mid laner yang bisa gank dan farming cepat. Ultimate-nya bisa ngasih damage besar dan bisa bikin musuh keteter.
Tapi sekarang, banyak hero dengan mobilitas tinggi yang bisa keluar dari ultimate Harith dengan mudah. Selain itu, meta lebih mengutamakan hero yang bisa langsung berdampak sejak early game.
9. Valir
Valir dulu jadi salah satu mage paling fleksibel. Bisa roamer, bisa mid lane, dan bisa ngasih damage besar. Tapi dia butuh timing yang pas buat bisa efektif.
Di meta sekarang yang lebih cepat, banyak hero yang bisa langsung berdampak dari menit awal. Valir yang butuh build-up waktu jadi kurang cocok dengan kecepatan permainan saat ini.
10. Kagura
Kagura dulu jadi salah satu mage paling ditakuti. Ultimate-nya bisa ngasih damage besar dan bisa ngunci musuh. Tapi sekarang, banyak hero dengan mobilitas tinggi yang bisa keluar dari ultimate Kagura dengan mudah.
Selain itu, meta lebih mengutamakan hero yang bisa langsung berdampak sejak early game. Kagura yang butuh timing yang pas jadi kurang efektif di meta saat ini.
Penyebab Umum Hero Tertinggal dari Meta
Beberapa faktor bikin hero yang dulu meta sekarang jarang digunakan. Pertama, perubahan gameplay yang lebih cepat dan dinamis. Kedua, munculnya hero baru yang lebih cocok dengan meta saat ini. Ketiga, kurangnya adaptasi hero terhadap perubahan meta.
Hero yang butuh setup panjang atau terlalu bergantung pada tim sering kali kalah bersaing. Di ranked solo queue, koordinasi tim sering kali tidak maksimal. Jadi hero yang bisa langsung berdampak lebih disukai.
Tips Menggunakan Hero yang Tertinggal dari Meta
Meski jarang digunakan, beberapa hero ini masih punya potensi. Yang penting tahu timing dan situasi yang tepat. Misalnya, Yve bisa efektif di map yang sempit dan tim yang solid. Luo Yi bisa jadi senjata ampuh kalau tim bisa ngikutin gerakannya.
Hero yang tertinggal dari meta bukan berarti lemah. Mereka cuma butuh kondisi yang tepat buat bisa maksimal. Kalau bisa ngatur timing dan situasi dengan benar, mereka masih bisa jadi pilihan yang kuat.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini berdasarkan kondisi meta di akhir Season 39. Hero yang disebutkan masih bisa digunakan tergantung situasi dan skill pemain. Meta bisa berubah seiring update dan penyesuaian dari Moonton. Data dan kondisi hero bisa berbeda di season berikutnya.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













