Memilih formasi CPNS memang bukan perkara yang bisa dianggap remeh. Banyak orang rela meneliti ratusan posisi hanya demi mendapat peluang lolos yang lebih besar. Tapi, tahukah bahwa ada beberapa instansi yang justru sepi peminat? Ya, meskipun jumlah pelamarnya sedikit, ini justru bisa menjadi celah emas bagi mereka yang ingin lolos CPNS 2026 nanti.
Salah satu strategi ampuh saat mendaftar adalah membidik formasi dengan daya saing rendah. Artinya, formasi dengan jumlah pelamar lebih sedikit dibanding kuota yang tersedia. Nah, dari hasil pantauan data resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), ada 12 daftar instansi yang tergolong sepi peminat. Padahal, kualitas kerja dan tunjangannya tidak kalah menarik dibanding instansi populer lainnya.
Kenapa Beberapa Instansi Masih Sepi Peminat?
Padahal, banyak instansi ini punya reputasi baik dan gaji yang kompetitif. Tapi kenapa masih sepi? Ada beberapa faktor yang membuat calon pelamar cenderung menghindar. Misalnya saja karena letak geografis yang kurang strategis, atau persepsi publik yang kurang menguntungkan. Padahal, ini justru bisa menjadi peluang besar bagi pelamar yang cerdas dalam memilih formasi.
Selain itu, minimnya informasi juga turut andil. Banyak orang bahkan tidak tahu kalau instansi-instansi ini membuka formasi CPNS. Padahal, dengan persaingan yang lebih ringan, peluang untuk lolos seleksi pun jadi lebih besar. Apalagi jika persiapannya matang dan sesuai dengan kebutuhan tes.
12 Instansi dengan Daya Saing Terendah di CPNS 2024
Berikut ini adalah daftar lengkap 12 instansi yang memiliki jumlah pelamar paling sedikit dibanding kuota formasi. Meski data ini berasal dari tahun 2024, tren ini biasanya cukup konsisten dari tahun ke tahun. Jadi, bisa dijadikan referensi untuk memetakan pilihan formasi di tahun depan.
1. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Instansi ini membuka 65 formasi, namun hanya mendapat 345 pelamar. Angka ini jauh di bawah rata-rata instansi lain yang biasanya memiliki rasio pelamar per formasi mencapai puluhan hingga ratusan kali lipat.
2. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Formasi yang ditawarkan sebanyak 50 slot, dengan jumlah pelamar hanya sekitar 290 orang. Tidak banyak yang menyadari bahwa instansi ini menawarkan karier yang sangat prospektif, terutama bagi yang tertarik di bidang kebijakan publik.
3. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Meski isu lingkungan kini sedang hangat dibahas, instansi ini tetap sepi peminat. Kuota formasi sebanyak 70, namun hanya diisi oleh 310 pelamar. Padahal, ruang gerak dan dampak kerja di sini sangat luas.
4. Kementerian Kelautan dan Perikanan
Formasi yang tersedia mencapai 60, namun hanya diminati oleh 280 pelamar. Lokasi penempatan yang tersebar di daerah pesisir mungkin menjadi alasan utama minimnya minat pelamar.
5. Kementerian Komunikasi dan Informatika
Dengan kuota 55 formasi, hanya ada sekitar 300 pelamar yang mendaftar. Padahal, instansi ini merupakan garda depan transformasi digital nasional.
6. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
Total ada 65 formasi yang tersedia, namun hanya diisi oleh 320 pelamar. Banyak yang mengira pekerjaan di bidang agraria monoton, padahal kenyataannya justru sebaliknya.
7. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Formasi sebanyak 70 hanya diisi oleh 330 pelamar. Instansi ini punya potensi besar di masa depan, terlebih dengan fokus pemerintah pada energi terbarukan.
8. Kementerian Perhubungan
Dengan kuota 80 formasi, jumlah pelamarnya hanya sekitar 360. Padahal, bidang transportasi dan logistik adalah sektor yang terus berkembang pesat.
9. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
Ada 50 formasi yang tersedia, namun hanya diminati oleh 250 pelamar. Ini adalah peluang besar bagi yang ingin berkontribusi di sektor ekonomi produktif.
10. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Formasi yang dibuka sebanyak 75, namun hanya diisi oleh 390 pelamar. Banyak proyek strategis nasional yang dijalankan di bawah payung instansi ini.
11. Kementerian Sosial
Dengan kuota 60 formasi, hanya ada sekitar 270 pelamar yang mendaftar. Padahal, bidang sosial adalah salah satu yang paling berdampak langsung pada masyarakat.
12. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Formasi sebanyak 55 hanya diisi oleh 260 pelamar. Banyak yang belum menyadari potensi besar di bidang pariwisata pasca-pandemi.
Tabel Perbandingan Instansi Sepi Peminat CPNS 2024
| No | Nama Instansi | Kuota Formasi | Jumlah Pelamar |
|---|---|---|---|
| 1 | Kemenko PMK | 65 | 345 |
| 2 | KemenPAN-RB | 50 | 290 |
| 3 | KLHK | 70 | 310 |
| 4 | KKemenKP | 60 | 280 |
| 5 | Kominfo | 55 | 300 |
| 6 | KemenATR/BPN | 65 | 320 |
| 7 | ESDM | 70 | 330 |
| 8 | Kemenhub | 80 | 360 |
| 9 | UKMK | 50 | 250 |
| 10 | PUPR | 75 | 390 |
| 11 | Kemensos | 60 | 270 |
| 12 | Parekraf | 55 | 260 |
Strategi Memilih Formasi dengan Daya Saing Rendah
Memilih formasi bukan cuma soal angka. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar benar-benar cocok dan memberi peluang lolos maksimal. Pertama, pastikan formasi yang dipilih sesuai dengan latar belakang pendidikan. Kedua, lihat lokasi penempatan. Jangan sampai memilih karena sepi, tapi akhirnya tidak betah karena tempatnya terlalu jauh dari zona nyaman.
Selain itu, pelajari juga deskripsi tugas dari formasi tersebut. Kadang, formasi yang terlihat sepi justru punya tanggung jawab yang besar. Jadi, penting juga memastikan bahwa pekerjaan ini sesuai dengan minat dan bakat.
Disclaimer
Data di atas bersumber dari informasi resmi BKN terkait rekrutmen CPNS 2024. Meskipun tren umumnya konsisten tiap tahun, angka dan formasi bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan instansi dan kebijakan pemerintah. Pastikan selalu mengakses informasi terbaru melalui situs resmi BKN sebelum mendaftar.
Memilih formasi yang sepi peminat bukan berarti mengambil jalan pintas. Ini adalah langkah strategis yang membutuhkan pertimbangan matang. Jika dilakukan dengan tepat, peluang lolos CPNS 2026 bisa jadi jauh lebih besar. Semoga informasi ini membantu menemukan arah yang tepat.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.












