Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Senin, 2 Maret 2026. Ribuan pasukan dan pejabat negara hadir untuk menghormati salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia, Try Sutrisno. Pemakaman kenegaraan yang digelar dengan tata cara militer ini menjadi momen penting untuk mengenang jasa-jasa besar almarhum sebagai Panglima ABRI dan Wakil Presiden RI.
Di tengah rangkaian upacara yang penuh hormat, satu momen kecil justru menyentuh hati banyak orang. Presiden Prabowo Subianto terlihat berbincang singkat dengan seorang pria tua yang berjalan tertatih. Pria itu adalah ajudan setia Try Sutrisno selama 16 tahun. Interaksi singkat itu mengungkapkan penghargaan yang tulus, serta loyalitas yang tak tergantikan.
Momen Haru di TMP Kalibata
Pemakaman Try Sutrisno digelar dengan penuh kehormatan. Sebagai tokoh yang pernah memimpin TNI dan menjadi wakil presiden, kehadiran pejabat negara dan tokoh masyarakat sangat tinggi. Namun, di tengah deretan acara resmi, satu momen kecil justru menjadi sorotan.
Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhir. Dalam amanatnya, Presiden menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara. Suasana begitu khidmat, hingga percakapan singkat antara Presiden dan ajudan lama Try Sutrisno terasa begitu bermakna.
1. Kehadiran Presiden dan Pejabat Negara
Presiden Prabowo tiba di lokasi pemakaman pukul 09.30 WIB, disambut dengan hormat oleh pasukan kehormatan. Ia langsung menuju lokasi utama upacara bersama Wakil Presiden Gibran dan pejabat lainnya. Upacara dimulai dengan laporan kesiapan dari komandan upacara, diikuti dengan pengibaran bendera dan tembang kehormatan.
2. Amanat Presiden Prabowo
Dalam amanatnya, Presiden menyampaikan penghormatan secara resmi atas nama negara dan TNI. Beliau menyebut bahwa Try Sutrisno adalah sosok yang telah mengabdikan hidupnya sepenuhnya untuk bangsa. Ucapan tersebut disambut dengan hormat oleh seluruh peserta upacara.
3. Doa dan Penghormatan Terakhir
Setelah amanat, dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Imam Besar Masjid Istiqlal. Dalam doa tersebut, disebutkan harapan agar pengabdian almarhum menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa. Seluruh peserta kemudian memberikan penghormatan terakhir dengan menundukkan kepala.
Interaksi Singkat yang Penuh Makna
Usai upacara, suasana mulai ramai dengan warga dan keluarga yang datang memberikan penghormatan. Di sinilah terjadi momen yang menyentuh. Presiden Prabowo terlihat berjalan perlahan, lalu berhenti saat melihat seorang pria tua yang berjalan tertatih.
Pria itu adalah ajudan lama Try Sutrisno. Dengan langkah pincang, ia mendekati Presiden. Dalam percakapan singkat, Presiden bertanya tentang lama masa pengabdian pria itu. Dengan suara pelan, ajudan menjawab bahwa ia telah mengabdi selama 16 tahun.
1. Percakapan yang Menyentuh
Presiden Prabowo tampak terkesan dan langsung memberikan apresiasi. Ia memandang pria itu dengan tatapan penuh hormat, lalu mengucapkan terima kasih atas kesetiaan dan loyalitasnya. Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik sosok besar seperti Try Sutrisno, ada figur-figur pendukung yang tak kalah penting.
2. Loyalitas yang Tak Terlupakan
Ajudan itu, meski tidak dikenal luas oleh publik, telah menjadi bagian dari perjalanan karier Try Sutrisno selama lebih dari satu dekade. Dedikasinya yang konsisten dan tanpa pamrih menjadi cerminan dari nilai-nilai pengabdian yang sejati.
3. Penghargaan dari Presiden
Presiden Prabowo tidak hanya memberikan ucapan, tetapi juga sempat menepuk pundak ajudan tersebut sebagai tanda penghargaan. Momen ini menjadi simbol bahwa loyalitas dan pengabdian, meski dilakukan di balik layar, tetap dihargai oleh negara.
Peran Ajudan dalam Kehidupan Pejabat Negara
Ajudan bukan sekadar pengawal atau penolong sehari-hari. Mereka adalah bagian dari sistem kerja pejabat negara. Tugas mereka mencakup berbagai hal, mulai dari keamanan hingga urusan pribadi. Dalam kasus ajudan Try Sutrisno, perannya jauh lebih dari itu.
1. Penjaga Keamanan dan Privasi
Sebagai ajudan, ia bertugas menjaga keamanan dan privasi Try Sutrisno. Ia harus siap siaga kapan saja, terutama saat Try menjabat sebagai Panglima ABRI dan Wakil Presiden. Kepercayaan yang diberikan oleh atasan membuat peran ini sangat penting.
2. Pendamping Setia
Selama 16 tahun, ajudan ini menjadi pendamping setia. Ia mengikuti kemanapun Try pergi, baik dalam pertemuan resmi maupun kegiatan pribadi. Hubungan mereka bukan hanya profesional, tetapi juga penuh kekeluargaan.
3. Cerminan Nilai-nilai Pengabdian
Kehadiran ajudan dalam momen pemakaman menunjukkan betapa pentingnya loyalitas dalam dunia kenegaraan. Ia tidak hanya melayani, tetapi juga tetap setia meski sang atasan telah tiada.
Refleksi tentang Pengabdian dan Loyalitas
Momen singkat antara Presiden dan ajudan lama Try Sutrisno memberikan pelajaran mendalam tentang arti pengabdian. Di tengah hiruk-pikuk politik dan kekuasaan, nilai-nilai seperti kesetiaan dan loyalitas sering terlupakan. Namun, momen ini mengingatkan kembali betapa pentingnya menghargai setiap bentuk kontribusi, besar maupun kecil.
1. Penghargaan yang Tepat Waktu
Presiden Prabowo memberikan penghargaan langsung di lokasi pemakaman. Ini menunjukkan bahwa pengabdian yang dilakukan oleh ajudan selama 16 tahun tidak luput dari perhatian. Pengakuan dari pimpinan negara menjadi bentuk apresiasi tertinggi.
2. Kehadiran yang Bermakna
Keberadaan ajudan di pemakaman bukan sekadar kewajiban. Ia hadir karena rasa penghormatan dan rindu terhadap sosok yang telah lama menemaninya. Kehadiran itu sendiri adalah bentuk penghargaan yang tak ternilai.
3. Pesan untuk Generasi Muda
Momen ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda. Pengabdian yang tulus dan loyalitas yang konsisten adalah nilai-nilai yang perlu dilestarikan. Dunia kerja dan kenegaraan membutuhkan figur-figur yang memiliki integritas tinggi.
Tabel: Perbandingan Peran Ajudan dan Pejabat Negara
| Aspek | Ajudan | Pejabat Negara |
|---|---|---|
| Tugas Utama | Mendampingi dan menjaga | Memimpin dan mengambil keputusan |
| Pengakuan Publik | Rendah | Tinggi |
| Pengaruh | Tidak langsung | Langsung |
| Masa Jabatan | Tergantung kepercayaan | Tergantung periode jabatan |
| Bentuk Penghargaan | Apresiasi langsung | Penghargaan institusional |
Penutup
Momen haru di TMP Kalibata bukan hanya tentang penghormatan terakhir kepada Try Sutrisno. Ia juga mengingatkan bahwa di balik setiap tokoh besar, ada sosok-sosok pendukung yang setia. Penghargaan dari Presiden Prabowo kepada ajudan lama menjadi simbol bahwa loyalitas dan pengabdian, meski dilakukan di balik layar, tetap memiliki nilai yang tinggi.
Momen ini juga menjadi pengingat bahwa dalam dunia kenegaraan, penghargaan tidak hanya datang dari posisi atau jabatan. Kesetiaan, kerja keras, dan integritas adalah nilai-nilai yang harus terus dijaga dan dihargai.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini didasarkan pada peristiwa yang dilaporkan pada 2 Maret 2026. Detail waktu, ucapan, dan interaksi bisa berbeda tergantung sumber berita. Data dan peristiwa bersifat terbuka terhadap perubahan sesuai perkembangan informasi lebih lanjut.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.







