Sudah mengajukan bansos tapi nama tak kunjung terdaftar? Atau justru bingung harus mulai dari mana karena belum pernah mendaftar sama sekali?
Pendaftaran bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) kini bisa dilakukan secara online menggunakan NIK e-KTP melalui Aplikasi Cek Bansos. Per Januari 2026, masyarakat yang belum pernah terdaftar di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dapat mengajukan usulan mandiri untuk menjadi calon Keluarga Penerima Manfaat atau KPM.
Nah, banyak informasi keliru beredar bahwa daftar bansos harus “kenal orang dalam” atau “bayar biaya administrasi.” Faktanya, berdasarkan Permensos Nomor 3 Tahun 2021, pendaftaran bansos sepenuhnya gratis dan terbuka untuk siapa saja yang memenuhi kriteria. Artikel ini akan memandu langkah demi langkah — mulai dari persiapan dokumen hingga cara tracking status pengajuan.
Siapa yang Bisa Mendaftar Bansos 2026?

Sebelum mendaftar, penting untuk memahami kriteria kelayakan yang ditetapkan Kemensos. Tidak semua orang bisa menjadi penerima bansos meskipun merasa “kurang mampu.”
Kriteria Ekonomi yang Diprioritaskan
Kemensos memprioritaskan masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi terendah. Berdasarkan Kepmensos Nomor 79/HUK/2025, berikut kriteria utama yang dinilai:
- Penghasilan keluarga di bawah garis kemiskinan daerah
- Kesulitan memenuhi kebutuhan dasar (pangan, sandang, papan)
- Kondisi tempat tinggal tidak layak huni
- Tidak memiliki aset produktif bernilai tinggi
- Termasuk kategori Desil 1 hingga Desil 4 (40% penduduk termiskin)
Penilaian kelayakan juga mencakup sumber air bersih, sanitasi, bahan bakar memasak, pendidikan kepala keluarga, dan jumlah tanggungan.
Kategori yang Tidak Bisa Mendaftar
Meskipun merasa layak, beberapa kategori masyarakat tidak dapat didaftarkan sebagai penerima bansos Kemensos:
- Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS/PPPK) aktif
- Anggota TNI dan Polri aktif
- Pegawai tetap BUMN atau BUMD
- Kepala desa, perangkat desa, dan anggota BPD yang menerima tunjangan tetap
- Keluarga dengan penghasilan di atas batas kemiskinan daerah
- Pemilik usaha dengan omzet signifikan
Jadi, meskipun rumah terlihat sederhana, jika kepala keluarga berstatus PNS, maka tidak bisa didaftarkan ke program bansos Kemensos.
Kanal Resmi Pendaftaran Bansos yang Diakui Kemensos
Ada beberapa jalur resmi untuk mendaftarkan diri ke program bansos. Penting untuk menggunakan kanal yang benar agar pengajuan tidak sia-sia.
1. Aplikasi Cek Bansos
Aplikasi Cek Bansos merupakan kanal utama yang direkomendasikan Kemensos untuk pendaftaran mandiri. Aplikasi ini tersedia gratis di Play Store (Android) dan App Store (iOS).
Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa mengajukan usulan mandiri untuk didata ke dalam DTKS. Fitur yang tersedia meliputi cek status penerima, pengajuan usulan baru, sanggahan data, dan tracking proses verifikasi.
2. Website cekbansos.kemensos.go.id
Website resmi Kemensos di alamat cekbansos.kemensos.go.id berfungsi untuk pengecekan status kepesertaan. Namun, untuk pengajuan usulan baru, disarankan menggunakan aplikasi karena fiturnya lebih lengkap.
Website ini cocok untuk mengecek apakah nama sudah terdaftar di DTKS atau belum sebelum memutuskan untuk mendaftar.
3. Kantor Kelurahan atau Desa
Bagi yang tidak memiliki smartphone atau kesulitan mengoperasikan aplikasi, pendaftaran bisa dilakukan secara offline melalui kantor kelurahan atau desa. Petugas akan membantu menginput data ke sistem SIKS-NG.
Jalur ini juga wajib dilalui karena semua pengajuan — baik online maupun offline — tetap harus melalui proses Musyawarah Desa/Kelurahan (Musdes/Muskel) sebelum diteruskan ke Dinas Sosial.
4. Dinas Sosial Kabupaten/Kota
Dinsos berperan sebagai validator data sebelum diteruskan ke pusat. Masyarakat juga bisa datang langsung ke kantor Dinsos untuk konsultasi atau melaporkan masalah terkait pendaftaran.
Namun, Dinsos tidak menerima pendaftaran langsung. Semua pengajuan harus melalui kelurahan/desa atau aplikasi terlebih dahulu.
Syarat dan Dokumen Wajib Sebelum Daftar Bansos

Persiapan yang matang akan memperbesar peluang lolos verifikasi. Berikut hal-hal yang harus disiapkan sebelum mendaftar.
Cek Kelayakan Diri dan Keluarga
Sebelum repot mengumpulkan dokumen, pastikan terlebih dahulu bahwa keluarga memang memenuhi kriteria. Cara paling mudah adalah dengan menjawab pertanyaan berikut:
- Apakah penghasilan keluarga kurang dari Rp500.000 per kapita per bulan?
- Apakah ada anggota keluarga yang berstatus ASN, TNI, Polri, atau pegawai BUMN?
- Apakah kondisi rumah tergolong tidak layak huni?
- Apakah ada komponen khusus dalam keluarga (ibu hamil, balita, anak sekolah, lansia, disabilitas)?
Jika jawaban menunjukkan kondisi ekonomi sulit dan tidak ada yang berstatus pegawai negeri, maka kemungkinan besar layak untuk didaftarkan.
Dokumen yang Harus Disiapkan
Berikut daftar dokumen wajib dan pendukung untuk pendaftaran bansos:
Dokumen Wajib:
- KTP elektronik (e-KTP) asli yang masih berlaku
- Kartu Keluarga (KK) terbaru
- Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan/desa
Dokumen Pendukung:
- Foto kondisi rumah (tampak depan dan dalam)
- Surat keterangan penghasilan atau tidak bekerja
- Bukti tanggungan (jika ada anak sekolah, lansia, atau disabilitas)
- Surat keterangan domisili (jika alamat KTP berbeda dengan tempat tinggal aktual)
Pastikan NIK dan KK Valid di Dukcapil
Ini langkah krusial yang sering diabaikan. Data NIK dan KK harus sudah sinkron dengan database Dukcapil agar tidak ditolak sistem.
Cara mengecek validitas data:
- Kunjungi kantor Disdukcapil atau akses layanan online daerah
- Pastikan nama, tanggal lahir, dan alamat di KTP sesuai dengan KK
- Jika ada ketidaksesuaian, segera perbaiki data di Disdukcapil
Masalah NIK tidak ditemukan saat mendaftar biasanya disebabkan oleh data kependudukan yang belum valid.
Cara Mengurus SKTM
SKTM atau Surat Keterangan Tidak Mampu menjadi salah satu syarat penting. Berikut langkah mengurusnya:
- Datang ke kantor RT/RW dengan membawa KTP dan KK
- Minta surat pengantar dari RT/RW
- Bawa surat pengantar ke kantor kelurahan/desa
- Isi formulir permohonan SKTM
- Tunggu pengesahan dari lurah/kepala desa
- SKTM biasanya selesai dalam 1-3 hari kerja
Pengurusan SKTM tidak dipungut biaya alias gratis.
Tips Foto Rumah yang Sesuai Kriteria
Foto rumah menjadi bukti visual kondisi ekonomi keluarga. Berikut tips agar foto diterima saat verifikasi:
- Ambil foto tampak depan rumah secara keseluruhan
- Foto bagian dalam rumah (ruang tamu, dapur, kamar tidur)
- Pastikan pencahayaan cukup dan gambar tidak buram
- Jangan manipulasi atau edit foto agar terlihat lebih buruk
- Foto kondisi sebenarnya tanpa rekayasa
Petugas verifikasi akan mencocokkan foto dengan kondisi lapangan saat survei.
Cara Download dan Registrasi Akun Aplikasi Cek Bansos

Setelah dokumen siap, langkah selanjutnya adalah membuat akun di Aplikasi Cek Bansos.
Download di Play Store dan App Store
- Buka Play Store (Android) atau App Store (iOS)
- Ketik “Cek Bansos” di kolom pencarian
- Pilih aplikasi resmi dari Kementerian Sosial RI
- Klik “Install” atau “Unduh”
- Tunggu hingga proses instalasi selesai
Pastikan mengunduh aplikasi resmi dengan logo Kemensos. Waspadai aplikasi palsu yang mengatasnamakan program bansos.
Langkah Registrasi Akun Baru
- Buka aplikasi Cek Bansos yang sudah terinstall
- Pilih menu “Daftar Akun Baru”
- Isi data registrasi:
- NIK (16 digit sesuai e-KTP)
- Nomor Kartu Keluarga
- Nama lengkap sesuai KTP
- Alamat domisili lengkap
- Nomor HP aktif
- Alamat email aktif
- Upload dokumen:
- Foto e-KTP (pastikan jelas dan tidak buram)
- Swafoto memegang KTP (wajah dan tulisan di KTP harus terlihat)
- Klik “Daftar” dan tunggu proses verifikasi
Verifikasi Akun via OTP
Setelah submit registrasi, sistem akan mengirimkan kode OTP (One Time Password) ke nomor HP yang didaftarkan. Masukkan kode tersebut untuk mengaktifkan akun.
Proses verifikasi akun biasanya memakan waktu 2-4 minggu. Selama menunggu, status akun akan terlihat “Menunggu Verifikasi.”
Cara Mengajukan Usulan Bansos Mandiri Online di Aplikasi
Setelah akun terverifikasi, barulah bisa mengajukan usulan untuk didata sebagai calon penerima bansos.
Akses Menu Daftar Usulan
- Login ke aplikasi menggunakan NIK dan password
- Di halaman utama, cari menu “Daftar Usulan” atau “Tambah Usulan”
- Pilih jenis bantuan yang ingin diajukan (PKH, BPNT, atau BLT)
Menu usulan biasanya dibuka pada tanggal 15-25 setiap bulan. Di luar tanggal tersebut, menu mungkin tidak aktif.
Mengisi Formulir Kondisi Ekonomi
Formulir ini berisi pertanyaan seputar kondisi sosial ekonomi keluarga:
- Pekerjaan kepala keluarga dan estimasi penghasilan bulanan
- Status kepemilikan rumah (milik sendiri, kontrak, numpang)
- Kondisi bangunan (permanen, semi permanen, tidak permanen)
- Sumber air bersih dan jenis sanitasi
- Sumber penerangan dan bahan bakar memasak
- Jumlah tanggungan keluarga
- Kepemilikan aset (kendaraan, tanah, tabungan)
Isi dengan jujur sesuai kondisi sebenarnya. Data yang tidak akurat akan ketahuan saat verifikasi lapangan.
Upload Foto Dokumen dan Rumah
Setelah mengisi formulir, upload foto-foto berikut:
- Foto KTP kepala keluarga
- Foto Kartu Keluarga
- Foto SKTM
- Foto rumah tampak depan
- Foto kondisi dalam rumah
Pastikan semua foto jelas dan terbaca. Foto yang buram atau gelap bisa menyebabkan pengajuan tertunda.
Setelah semua terisi, klik “Submit” dan catat nomor registrasi pengajuan.
Masalah Umum Saat Daftar via Aplikasi dan Solusinya
Beberapa kendala teknis sering dialami saat mendaftar online. Berikut solusinya:
| Masalah | Penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| NIK tidak ditemukan | Data belum valid di Dukcapil | Perbaiki data di Disdukcapil terlebih dahulu |
| Gagal upload foto | Ukuran file terlalu besar | Kompres foto menjadi di bawah 2 MB |
| OTP tidak masuk | Nomor HP salah atau sinyal lemah | Pastikan nomor benar dan coba di tempat dengan sinyal kuat |
| Menu usulan tidak muncul | Di luar periode pendaftaran | Tunggu periode tanggal 15-25 setiap bulan |
| Aplikasi error atau crash | Versi aplikasi lama | Update aplikasi ke versi terbaru |
| Status akun “Ditolak” | Foto swafoto tidak sesuai ketentuan | Daftar ulang dengan foto yang lebih jelas |
Jika masalah tetap berlanjut setelah mencoba solusi di atas, hubungi call center Kemensos di 171 ext 2.
Cara Daftar Bansos Offline di Kelurahan
Bagi yang tidak bisa mendaftar online, jalur offline tetap tersedia melalui kantor kelurahan atau desa.
Prosedur Pendaftaran di Kelurahan
- Datang ke kantor kelurahan/desa pada hari kerja
- Sampaikan keperluan untuk didaftarkan ke DTKS
- Serahkan dokumen persyaratan (KTP, KK, SKTM)
- Isi formulir pendaftaran yang disediakan petugas
- Petugas akan memverifikasi kelengkapan dokumen
- Data akan dicatat untuk dibahas dalam Musdes/Muskel
- Simpan bukti penerimaan berkas
Musyawarah Desa dan Proses Seleksi
Semua usulan — baik online maupun offline — wajib melalui Musyawarah Desa/Kelurahan (Musdes/Muskel). Forum ini melibatkan RT, RW, tokoh masyarakat, dan aparat desa untuk menentukan siapa yang layak diusulkan.
Proses seleksi di Musdes/Muskel menilai:
- Kesesuaian data dengan kondisi riil di lapangan
- Prioritas berdasarkan tingkat kebutuhan
- Validasi dari lingkungan sekitar (RT/RW)
- Tidak ada duplikasi dengan penerima bansos lain
Hasil Musdes/Muskel kemudian diteruskan ke Dinsos untuk validasi lebih lanjut.
Alur Pendaftaran Bansos dari Awal hingga Akhir
Memahami alur lengkap akan membantu mengantisipasi setiap tahapan yang harus dilalui.
Alur Jalur Online
- Download dan registrasi akun di Aplikasi Cek Bansos
- Tunggu verifikasi akun (2-4 minggu)
- Ajukan usulan mandiri via menu “Daftar Usulan”
- Data masuk ke sistem SIKS-NG
- Kelurahan menerima notifikasi usulan
- Pembahasan di Musdes/Muskel
- Verifikasi lapangan oleh petugas
- Dinsos melakukan validasi data
- Data diteruskan ke Kemensos pusat
- Penetapan status (diterima/ditolak)
Alur Jalur Offline
- Datang ke kantor kelurahan dengan dokumen lengkap
- Isi formulir dan serahkan berkas
- Data dibahas dalam Musdes/Muskel
- Petugas melakukan verifikasi lapangan
- Kelurahan menginput data ke SIKS-NG
- Dinsos melakukan validasi
- Data diteruskan ke Kemensos pusat
- Penetapan status (diterima/ditolak)
Perbandingan Waktu Proses Online vs Offline
| Aspek | Online (Aplikasi) | Offline (Kelurahan) |
|---|---|---|
| Waktu pengajuan | 24 jam (periode tertentu) | Jam kerja kantor |
| Syarat tambahan | Smartphone + internet | Tidak perlu |
| Tracking status | Bisa via aplikasi | Harus tanya petugas |
| Estimasi total proses | 2-6 bulan | 2-6 bulan |
| Rekomendasi | Untuk yang melek digital | Untuk lansia atau tidak punya HP |
Singkatnya, baik online maupun offline memerlukan waktu yang relatif sama karena tahapan verifikasinya identik. Perbedaannya hanya pada kemudahan akses dan monitoring.
Cara Tracking Status Pengajuan Bansos
Setelah mengajukan, jangan hanya menunggu pasif. Pantau terus perkembangan status pengajuan.
Arti Status Diproses, Disetujui, dan Ditolak
| Status | Arti | Tindakan |
|---|---|---|
| Disetujui | Data valid, masuk daftar calon penerima | Tunggu jadwal pencairan |
| Diproses | Masih dalam tahap verifikasi | Tunggu dan pantau berkala |
| Ditolak | Tidak lolos verifikasi | Cek alasan dan ajukan sanggahan |
| Exclude | Dikeluarkan dari daftar penerima | Hubungi Dinsos untuk klarifikasi |
Untuk memahami lebih lanjut tentang status exclude, bisa membaca artikel apa itu status exclude bansos.
Kapan Harus Follow Up?
- Jika status “Diproses” lebih dari 3 bulan tanpa perkembangan
- Jika ada perubahan data yang perlu dilaporkan
- Jika menerima notifikasi permintaan dokumen tambahan
- Jika ada ketidaksesuaian data yang terlihat di aplikasi
Follow up bisa dilakukan dengan menghubungi kelurahan atau Dinsos setempat.
Tahapan Verifikasi yang Harus Dilalui
Proses verifikasi merupakan tahapan kritis yang menentukan apakah pengajuan diterima atau ditolak.
Musdes/Muskel dan Apa yang Dinilai
Musyawarah Desa/Kelurahan merupakan filter pertama. Aspek yang dinilai meliputi:
- Validasi identitas dan dokumen
- Konfirmasi kondisi ekonomi dari lingkungan sekitar
- Prioritas berdasarkan urgensi kebutuhan
- Pengecekan duplikasi penerima bantuan lain
- Kesesuaian komponen dengan program yang diajukan
Hasil Musdes/Muskel berupa daftar nama yang direkomendasikan untuk verifikasi lapangan.
Verifikasi Lapangan oleh Petugas
Setelah lolos Musdes/Muskel, petugas akan melakukan kunjungan ke rumah untuk memverifikasi:
- Kondisi bangunan dan lingkungan tempat tinggal
- Kesesuaian data dengan kondisi riil
- Wawancara langsung dengan anggota keluarga
- Dokumentasi visual sebagai bukti
Tips agar lolos verifikasi lapangan: jujur saat wawancara dan jangan manipulasi kondisi rumah.
Estimasi Waktu hingga Status Final
| Tahapan | Estimasi Waktu |
|---|---|
| Verifikasi akun aplikasi | 2-4 minggu |
| Pembahasan Musdes/Muskel | 1-2 bulan |
| Verifikasi lapangan | 2-4 minggu |
| Validasi Dinsos | 2-4 minggu |
| Penetapan Kemensos pusat | 1-2 bulan |
| Total estimasi | 3-6 bulan |
Waktu di atas bersifat estimasi dan dapat lebih cepat atau lebih lambat tergantung kondisi masing-masing daerah.
7 Kesalahan Fatal yang Membuat Pendaftaran Ditolak
Hindari kesalahan-kesalahan ini agar pengajuan tidak sia-sia:
- NIK atau KK tidak valid — Data tidak sinkron dengan Dukcapil sehingga sistem menolak otomatis
- Foto dokumen buram atau terpotong — Petugas tidak bisa memverifikasi identitas dari foto yang tidak jelas
- Mengisi data tidak jujur — Ketidaksesuaian antara formulir dengan kondisi lapangan akan terungkap saat verifikasi
- Tidak melengkapi SKTM — Tanpa SKTM, pengajuan dianggap tidak lengkap
- Alamat domisili berbeda dengan KTP — Ini menyulitkan proses verifikasi lapangan jika tidak ada surat keterangan domisili
- Sudah terdaftar penerima bantuan lain — Beberapa program tidak mengizinkan penerimaan ganda
- Melewati batas waktu upload dokumen — Pengajuan yang tidak dilengkapi dalam periode yang ditentukan akan dibatalkan otomatis
Untuk pembahasan lebih lengkap tentang penyebab penolakan, bisa membaca artikel alasan bansos ditolak dan cara sanggahan.
Checklist Agar Pendaftaran Bansos Tidak Ditolak
Gunakan checklist ini sebelum mengajukan pendaftaran:
- ☐ NIK dan KK sudah valid di Dukcapil
- ☐ Tidak ada anggota keluarga berstatus ASN/TNI/Polri/BUMN
- ☐ KTP dan KK difoto dengan jelas dan lengkap
- ☐ SKTM sudah diurus dan difoto
- ☐ Foto rumah tampak depan dan dalam sudah disiapkan
- ☐ Nomor HP yang didaftarkan aktif dan bisa menerima OTP
- ☐ Alamat domisili sesuai dengan KTP
- ☐ Mengisi formulir dengan data yang jujur
- ☐ Submit pengajuan pada periode yang dibuka (tanggal 15-25)
- ☐ Menyimpan nomor registrasi pengajuan
Cara Mendaftar Ulang Jika Sebelumnya Gagal
Penolakan bukan akhir dari segalanya. Masih ada kesempatan untuk mengajukan ulang dengan perbaikan.
Perbaiki Data yang Bermasalah Terlebih Dahulu
Sebelum mendaftar ulang, identifikasi dulu penyebab penolakan:
- Jika karena NIK bermasalah → Perbaiki di Disdukcapil
- Jika karena dokumen tidak lengkap → Lengkapi dokumen yang kurang
- Jika karena desil terlalu tinggi → Ajukan perubahan data via kelurahan
- Jika karena duplikasi → Pastikan tidak menerima bantuan serupa
Setelah masalah diperbaiki, baru ajukan usulan baru.
Ajukan Usulan Baru
Proses pengajuan ulang sama dengan pendaftaran awal:
- Pastikan semua perbaikan data sudah selesai
- Login ke aplikasi atau datang ke kelurahan
- Ajukan usulan baru dengan data yang sudah diperbaiki
- Sertakan bukti perbaikan jika diminta
- Tunggu proses verifikasi ulang
Interval waktu minimal antara penolakan dan pengajuan ulang biasanya 3 bulan.
Kontak Layanan dan Pengaduan Resmi

Jika mengalami kendala atau butuh informasi lebih lanjut, berikut kanal resmi yang bisa dihubungi:
Kementerian Sosial RI
- Call Center: 171 ext 2
- WhatsApp: 0812-1314-5500
- Email: [email protected]
- Website: kemensos.go.id
- Aplikasi: Cek Bansos (Play Store/App Store)
SP4N LAPOR!
- Website: lapor.go.id
- SMS: 1708
- Aplikasi: LAPOR! (Play Store/App Store)
- Twitter: @ABORIKUHN
Pengaduan Tingkat Daerah
- Dinas Sosial Kabupaten/Kota setempat
- Kantor kelurahan/desa
- Posko pengaduan bansos daerah
Jam operasional call center Kemensos: Senin-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB.
Penutup
Semua informasi dalam artikel ini bersumber dari regulasi resmi Kemensos termasuk Permensos Nomor 3 Tahun 2021 dan Kepmensos Nomor 79/HUK/2025. Nominal bantuan, jadwal pencairan, dan ketentuan teknis dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah terbaru.
Semoga panduan ini membantu proses pendaftaran bansos berjalan lancar. Jangan menyerah jika belum berhasil di percobaan pertama — terus pantau dan perbaiki data yang bermasalah. Terima kasih sudah membaca, semoga keluarga yang membutuhkan segera mendapat bantuan yang layak.
Sumber dan Referensi Berita:
- Peraturan Menteri Sosial Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial
- Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 79/HUK/2025
FAQ Seputar Pendaftaran Bansos
Tidak. Pendaftaran bansos melalui jalur resmi Kemensos sepenuhnya gratis. Jika ada pihak yang meminta bayaran, itu termasuk penipuan atau pungutan liar. Segera laporkan ke Dinsos atau SP4N LAPOR!
Estimasi waktu dari pendaftaran hingga penetapan status berkisar 3-6 bulan. Setelah dinyatakan diterima, pencairan menyesuaikan jadwal program masing-masing — PKH cair 4 kali setahun, BPNT setiap bulan.
Bisa, dengan syarat menyertakan Surat Keterangan Domisili dari kelurahan tempat tinggal saat ini. Namun, disarankan untuk memperbarui alamat di KTP agar proses verifikasi lebih mudah.
NIK tidak ditemukan biasanya karena data kependudukan belum valid atau belum sinkron dengan database Dukcapil. Solusinya adalah mengunjungi kantor Disdukcapil untuk verifikasi dan perbaikan data.
Ya, satu keluarga bisa menerima PKH dan BPNT/Program Sembako secara bersamaan karena kedua program ini saling melengkapi. PKH berbentuk uang tunai bersyarat, sedangkan BPNT untuk kebutuhan pangan.
Jika ditolak, cek terlebih dahulu alasan penolakan melalui aplikasi atau Dinsos. Perbaiki data yang bermasalah, lalu ajukan sanggahan atau usulan baru setelah minimal 3 bulan dari penolakan.
Tidak. ASN, TNI, Polri, dan pegawai tetap BUMN/BUMD beserta keluarga inti yang menjadi tanggungannya tidak bisa didaftarkan sebagai penerima bansos Kemensos.
Menu usulan mandiri di Aplikasi Cek Bansos umumnya dibuka pada tanggal 15-25 setiap bulan. Di luar tanggal tersebut, menu mungkin tidak aktif atau tidak muncul.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













