Nasional

Harga Emas 24 Karat pada 16 Maret 2026 Tetap di Rp2.645.000 per Gram Tanpa Perubahan Signifikan

Danang Ismail
×

Harga Emas 24 Karat pada 16 Maret 2026 Tetap di Rp2.645.000 per Gram Tanpa Perubahan Signifikan

Sebarkan artikel ini
Harga Emas 24 Karat pada 16 Maret 2026 Tetap di Rp2.645.000 per Gram Tanpa Perubahan Signifikan

, Senin 16 Maret 2026, tetap bertahan di angka Rp2.645.000 per gram. Stabilitas harga ini tercatat di beberapa toko emas besar seperti Raja Emas . Tak ada perubahan signifikan dibandingkan harga kemarin, menunjukkan bahwa pasar emas domestik sedang berada di fase konsolidasi.

memang selalu jadi sorotan, terutama bagi mereka yang memanfaatkannya sebagai instrumen investasi. Fluktuasi nilai tukar, kondisi ekonomi global, dan sentimen pasar kerap kali memengaruhi arah pergerakan logam mulia ini. Namun, hari ini tampaknya menjadi pengecualian.

Harga Emas Hari Ini di Berbagai Toko

Sejumlah toko emas ternama di Indonesia mencatatkan harga jual yang relatif stagnan. Hal ini bisa jadi cerminan dari situasi pasar yang sedang tidak terlalu aktif atau menunggu isyarat baru dari pasar internasional.

1. Raja Emas Indonesia

Di , emas perhiasan 24 karat dengan kemurnian 99,9% masih dihargai Rp2.645.000 per gram. Angka ini tidak berubah sejak kemarin. Untuk ukuran lainnya, berikut rinciannya:

Ukuran Emas Harga per Gram
24 Karat Rp2.645.000
22 Karat Rp2.420.000
18 Karat Rp1.980.000
14 Karat Rp1.540.000
10 Karat Rp1.100.000
5 Karat Rp484.000

2. Lakuemas Indonesia

Sementara itu, Lakuemas Indonesia menawarkan emas 24 karat dengan kemurnian 99% seharga Rp2.587.000 per gram. Meski sedikit lebih murah dibandingkan Raja Emas, perbedaannya tidak terlalu signifikan. Berikut harga lengkapnya:

Ukuran Emas Harga per Gram
24 Karat Rp2.587.000
22 Karat Rp2.365.000
18 Karat Rp1.935.000
14 Karat Rp1.505.000
10 Karat Rp1.075.000
5 Karat Rp475.000

Faktor yang Mempengaruhi Stabilitas Harga Emas

1. Kondisi Pasar Global

Harga emas di pasar domestik umumnya mengikuti pergerakan harga emas dunia. Namun, jika tidak ada gejolak besar di pasar internasional, harga lokal cenderung stabil. Hari ini, tidak ada rilis data ekonomi penting yang memicu perubahan besar di pasar komoditas.

2. Kebijakan Bank Sentral

Bank sentral dunia, termasuk The Fed dan Bank Indonesia, juga berperan besar. Jika suku bunga dijaga stabil atau diturunkan, emas biasanya menjadi lebih menarik karena imbal hasilnya yang kompetitif. Namun, saat ini belum ada kebijakan baru yang memicu lonjakan permintaan.

3. Permintaan Pasar Lokal

di pasar lokal juga memengaruhi harga. Saat permintaan rendah, harga cenderung stagnan. Begitu juga sebaliknya. Di masa transisi seperti ini, banyak investor memilih menahan diri dulu sebelum ada tren yang lebih jelas.

Tips Investasi Emas Saat Harga Stagnan

1. Jangan Panik dengan Stagnasi

Harga yang tidak bergerak bukan berarti tidak menguntungkan. Justru bisa jadi peluang untuk membeli emas dengan harga yang sebelum naik lagi. Ini adalah prinsip dasar dari "buy the dip".

2. Gunakan Strategi Rata-Rata Harga (Averaging)

Jika ingin berinvestasi jangka panjang, coba beli emas secara berkala. Dengan metode ini, risiko dari fluktuasi harga bisa diminimalkan.

3. Cek Sumber Terpercaya

Selalu pastikan harga emas yang digunakan sebagai acuan berasal dari sumber terpercaya. Situs toko emas besar seperti Raja Emas dan Lakuemas bisa jadi pilihan utama.

Perbandingan Harga Emas di Beberapa Toko Besar

Untuk memberikan gambaran yang lebih luas, berikut perbandingan harga emas 24 karat di beberapa toko besar:

Toko Emas Harga 24K (Rp/gram) Kemurnian
Raja Emas Rp2.645.000 99,9%
Lakuemas Rp2.587.000 99%
Antam (Resmi) Rp2.630.000 99,99%
Pegadaian Rp2.620.000 99,99%

Dari tabel di atas, terlihat bahwa selisih harga antartoko tidak terlalu besar. Namun, perbedaan kemurnian bisa menjadi pertimbangan tersendiri bagi pembeli.

Kapan Waktu Terbaik Membeli Emas?

1. Saat Fluktuasi Harga Rendah

Membeli emas saat harga sedang turun atau stagnan bisa memberikan keuntungan di . Ini adalah langkah cerdas untuk investasi jangka panjang.

2. Menjelang Peristiwa Makroekonomi

Jika ada rilis data penting seperti kebijakan suku bunga atau inflasi, harga emas biasanya akan bergerak. Investor bisa memanfaatkan momen ini untuk membeli atau menjual.

3. Saat Likuiditas Tinggi

Saat pasar likuid, transaksi emas lebih mudah dilakukan. Ini penting terutama jika ingin menjual emas sewaktu-.

Disclaimer

Harga emas bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan faktor eksternal lainnya. Data di atas bersifat referensi dan dapat berbeda dengan harga aktual di lapangan. Selalu cek langsung ke sumber resmi sebelum melakukan transaksi.

Investasi emas tetap menjadi pilihan yang menarik, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi. Dengan memahami pergerakan harga dan strategi yang tepat, emas bisa menjadi aset yang menguntungkan dalam jangka panjang.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.