Menjelang Lebaran, kebutuhan masyarakat akan dana darurat atau tambahan cenderung naik. Banyak orang mulai memanfaatkan layanan pembiayaan gadai sebagai solusi cepat. PT Budi Gadai Indonesia mencatat peningkatan transaksi, terutama di awal Maret 2026. Permintaan terbesar datang dari barang elektronik dan emas.
Direktur Budi Gadai Indonesia, Budiarto Sembiring, mengatakan aktivitas pergadaian mulai ramai sejak awal Maret. Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri. Gadai menjadi pilihan karena prosesnya yang cepat dan syarat yang relatif mudah.
Permintaan Gadai Naik Jelang Lebaran
Peningkatan permintaan pembiayaan gadai menjelang Lebaran bukan fenomena baru. Namun, tahun ini tren tersebut terlihat lebih awal. Budiarto menjelaskan bahwa sejak awal Maret, transaksi di cabang-cabang Budi Gadai sudah mulai meningkat. Terutama untuk barang elektronik dan emas, yang biasanya jadi pilihan utama masyarakat.
Gadai kendaraan bermotor, yang biasanya juga populer, tahun ini tidak mengalami lonjakan signifikan. Hal ini diduga karena masyarakat lebih memilih menjaga kendaraan untuk kebutuhan mudik atau aktivitas sehari-hari.
Jenis Barang yang Paling Banyak Digadaikan
Barang elektronik dan emas menjadi dua kategori yang paling banyak digadaikan menjelang Lebaran. Elektronik seperti smartphone, laptop, dan televisi masih jadi andalan karena nilainya tinggi dan likuiditasnya baik. Sementara emas tetap jadi primadona karena dianggap aman dan mudah dinilai.
-
Barang Elektronik
Mulai dari smartphone, laptop, hingga TV LED sering kali digadaikan karena nilai jualnya tinggi dan proses pencairan dana cepat. -
Emas Batangan dan Perhiasan
Emas tetap menjadi pilihan utama karena dianggap sebagai aset yang stabil dan mudah dihargai. -
Perhiasan Berlian
Meski bukan yang terbanyak, perhiasan berlian juga sering digunakan sebagai jaminan, terutama oleh kalangan menengah ke atas.
Alasan Masyarakat Memilih Gadai Jelang Lebaran
Banyak masyarakat memilih layanan gadai karena beberapa alasan praktis. Pertama, prosesnya cepat dan tidak ribet. Kedua, tidak perlu menjual barang berharga secara permanen. Ketiga, dana cair dalam hitungan menit, sangat cocok untuk kebutuhan mendadak menjelang Lebaran.
-
Kebutuhan Dana Mendadak
Biaya persiapan Lebaran seperti belanja kebutuhan pokok, THR, atau tiket mudik sering kali membuat kondisi keuangan jadi mepet. -
Tidak Perlu Menjual Aset Secara Permanen
Gadai memberi kesempatan untuk mengambil kembali barang setelah pelunasan, berbeda dengan penjualan langsung. -
Proses Cepat dan Mudah
Dengan sistem digital dan tim yang terlatih, Budi Gadai menjamin proses pencairan dana hanya dalam hitungan menit.
Besaran Bunga Gadai di Budi Gadai
Bunga gadai di Budi Gadai tetap konsisten menjelang Lebaran. Untuk pinjaman jangka pendek, bunga yang dikenakan cukup kompetitif.
-
Pinjaman 1–15 Hari
Bunga sebesar 5% berlaku untuk jangka waktu ini. Cocok untuk kebutuhan jangka pendek seperti belanja atau biaya darurat. -
Pinjaman 1–30 Hari
Bunga naik menjadi 10%. Ini adalah opsi yang umum dipilih oleh nasabah yang butuh waktu lebih lama untuk pelunasan. -
Gadai Emas
Bunga tetap di angka 2,4% per bulan, menjadikannya salah satu opsi paling murah di antara jenis agunan lainnya.
Data Pergadaian Nasional Menurut OJK
Otoritas Jasa Keuangan mencatat pertumbuhan industri pergadaian yang cukup signifikan di awal 2026. Pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 143,14 triliun per Januari 2026. Angka ini naik 60,05% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
| Jenis Pembiayaan | Nilai (Rp) | Persentase dari Total |
|---|---|---|
| Gadai Barang | 115,98 triliun | 81,03% |
| Gadai Kendaraan | 18,45 triliun | 12,89% |
| Gadai Lainnya | 8,71 triliun | 6,08% |
| Total | 143,14 triliun | 100% |
Dari data tersebut, terlihat bahwa pembiayaan berbasis barang masih dominan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih menggadaikan barang berharga dibandingkan kendaraan atau aset lainnya.
Strategi Budi Gadai Menghadapi Lonjakan Permintaan
Menyambut lonjakan permintaan menjelang Lebaran, Budi Gadai memperkuat operasionalnya dengan menambah jam kerja dan jumlah staf. Selain itu, sistem digital juga dioptimalkan agar proses pencairan lebih cepat dan akurat.
-
Perluasan Jam Operasional
Beberapa cabang dibuka lebih pagi dan ditutup lebih malam untuk melayani nasabah yang datang di luar jam kerja biasa. -
Optimasi Sistem Digital
Aplikasi dan sistem backend diperbarui agar proses penilaian dan pencairan lebih efisien. -
Pelatihan Staf
Tim di lapangan dilatih ulang untuk memastikan pelayanan tetap prima meski volume nasabah meningkat.
Tren Gadai Non-Emas Terus Naik
Selain emas, barang non-logam seperti elektronik dan perhiasan lainnya juga terus naik permintaannya. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbuka terhadap berbagai jenis agunan, bukan hanya emas.
-
Elektronik
Smartphone merek terkemuka dan laptop masih jadi pilihan utama karena likuiditasnya tinggi. -
Perhiasan Berlian dan Permata
Meski bukan yang paling umum, permintaan untuk jenis ini tetap stabil. -
Barang Bermerk
Tas, jam tangan, dan aksesori mewah juga mulai banyak digadaikan, terutama di kota-kota besar.
Target Pertumbuhan Budi Gadai Tahun Ini
Budi Gadai Indonesia menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 20% di tahun 2026. Target ini didukung oleh peningkatan permintaan menjelang Lebaran dan ekspansi cabang ke daerah-daerah baru.
-
Ekspansi Cabang
Rencana pembukaan 15 cabang baru di wilayah Jawa, Sumatera, dan Sulawesi akan mendukung pertumbuhan ini. -
Inovasi Produk
Budi Gadai juga berencana meluncurkan produk pembiayaan baru yang lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan masyarakat modern. -
Penguatan Digitalisasi
Aplikasi mobile dan sistem backend akan terus ditingkatkan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi nasabah.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu. Angka yang disebutkan merupakan data terkini yang diperoleh dari sumber internal Budi Gadai dan Otoritas Jasa Keuangan per Januari hingga Maret 2026. Kebijakan bunga, syarat, dan ketentuan pembiayaan dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













