Pada tahun buku 2025, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BBNI memutuskan untuk membagikan dividen tunai senilai Rp13,02 triliun. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada awal Maret 2026. Dividen tersebut setara dengan 65% dari laba bersih konsolidasian BNI sepanjang tahun lalu.
Jumlah laba bersih yang dicatat BNI pada 2025 mencapai Rp20,40 triliun. Dari total itu, sisanya atau sekitar 35% (Rp7,01 triliun) dialokasikan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan bank pelat merah tersebut.
Pembagian Dividen dan Kinerja Keuangan BNI
Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan komitmen BNI dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Dengan alokasi 65% dari laba untuk dividen, BNI menunjukkan bahwa kinerja keuangan bank ini tetap solid meski menghadapi tekanan eksternal.
Dengan jumlah saham beredar sebanyak 37,30 miliar saham, maka dividen per saham (DPS) yang diterima pemegang saham mencapai Rp349,26. Angka ini memberikan yield atau rasio dividen terhadap harga saham sekitar 8,24%, berdasarkan harga penutupan saham BNI di Rp4.240 per saham.
1. Penetapan Dividen Tunai Tahun 2025
RUPST BNI secara resmi menyetujui usulan pembagian dividen tunai senilai Rp13,02 triliun. Jumlah ini merupakan 65% dari laba bersih tahun 2025. Sisanya, yaitu 35%, dialokasikan sebagai laba ditahan untuk kebutuhan modal kerja dan pengembangan bisnis.
2. Alokasi Laba Ditahan
Sebagian dari laba bersih tahun 2025, sebesar Rp7,01 triliun, dialokasikan sebagai laba ditahan. Dana ini digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan menopang ekspansi bisnis BNI ke depan.
3. Dividen Per Saham (DPS)
Berdasarkan jumlah saham beredar sebanyak 37,30 miliar saham, maka DPS BNI tahun 2025 adalah Rp349,26. Angka ini naik dibandingkan DPS tahun sebelumnya yang mencapai Rp374,05 per saham.
4. Yield Dividen
Dengan harga saham BNI di sekitar Rp4.240 per saham, yield dividen mencapai 8,24%. Yield ini menunjukkan bahwa investasi di saham BNI memberikan return yang menarik bagi investor jangka panjang.
Perbandingan Dividen BNI Tahun 2023–2025
Berikut adalah rincian pembagian dividen BNI dalam tiga tahun terakhir:
| Tahun | Laba Bersih (Rp Triliun) | Dividen Tunai (Rp Triliun) | DPS (Rp/Saham) | Yield (%) |
|---|---|---|---|---|
| 2023 | 20,90 | 10,45 (50%) | 280,16 | 6,80 |
| 2024 | 21,66 | 13,95 (64,4%) | 374,05 | 8,40 |
| 2025 | 20,40 | 13,02 (65%) | 349,26 | 8,24 |
Disclaimer: Data di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan perusahaan dan kondisi pasar.
Kinerja Intermediasi dan Penghimpunan Dana
Meskipun laba bersih BNI pada 2025 sedikit turun 7,15% secara tahunan dibandingkan 2024, bank ini tetap menunjukkan pertumbuhan yang sehat di sektor intermediasi dan penghimpunan dana.
1. Pertumbuhan Kredit
Total penyaluran kredit BNI pada 2025 mencapai Rp899,53 triliun. Angka ini naik 15,94% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat Rp775,87 triliun. Kenaikan ini menunjukkan bahwa BNI terus aktif menyalurkan kredit ke sektor produktif.
2. Dana Pihak Ketiga (DPK)
DPK BNI pada akhir 2025 mencapai Rp1.040,83 triliun, naik 29,21% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh kenaikan simpanan giro sebesar 43,75% menjadi Rp439,49 triliun.
3. Komposisi Simpanan
Simpanan deposito naik 29,99% menjadi Rp314,87 triliun. Sementara itu, simpanan tabungan tumbuh 11,23% menjadi Rp286,46 triliun. Kombinasi ini menunjukkan bahwa BNI berhasil menarik minat nasabah dari berbagai segmen.
Strategi Jangka Panjang BNI
Dalam keterangannya, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyebut bahwa tekanan eksternal seperti volatilitas pasar global dan penyesuaian suku bunga tidak menyurutkan BNI untuk menjaga pertumbuhan yang sehat.
1. Fokus pada Pendanaan yang Kuat
BNI terus memperkuat struktur pendanaannya melalui peningkatan DPK yang berkelanjutan. Pendanaan yang kuat menjadi fondasi bagi ekspansi kredit dan penguatan aset.
2. Disiplin Manajemen Risiko
Bank ini menjaga disiplin dalam manajemen risiko, terutama dalam penyaluran kredit. Hal ini membantu menjaga kualitas aset dan mengurangi potensi kredit macet.
3. Ekspansi ke Sektor Produktif
BNI terus menyalurkan kredit ke sektor produktif seperti UMKM, infrastruktur, dan pertanian. Langkah ini tidak hanya mendukung perekonomian nasional, tetapi juga meningkatkan profitabilitas bank.
Penutup
Meskipun menghadapi tantangan eksternal, BNI tetap mampu menjaga kinerja keuangan yang solid. Pembagian dividen tunai senilai Rp13,02 triliun atau 65% dari laba 2025 menunjukkan komitmen bank dalam memberikan nilai optimal kepada pemegang saham.
Dengan pertumbuhan DPK yang kuat dan penyaluran kredit yang terus meningkat, BNI menunjukkan bahwa model bisnisnya tetap relevan dan adaptif terhadap dinamika pasar. Investor pun bisa melihat potensi jangka panjang yang menjanjikan dari bank pelat merah ini.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.












