Upaya penguatan ekosistem digital di sektor keuangan terus bergulir. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) kembali melangkah maju melalui inisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk mewujudkan ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Sebagai langkah awal, DIGDAYA x Hackathon 2026 resmi diluncurkan. Acara ini menjadi tonggak awal dalam membangun ekosistem inovasi berbasis teknologi yang kolaboratif. Lebih dari 1.300 peserta dari berbagai kalangan ikut ambil bagian, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap inisiatif ini.
DIGDAYA x Hackathon 2026: Mendorong Kolaborasi Inovasi
DIGDAYA x Hackathon 2026 bukan sekadar kompetisi biasa. Program ini dirancang sebagai ruang eksperimen inovasi yang bertujuan menjawab tantangan nasional di sektor keuangan digital. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa, pelaku usaha, komunitas digital, hingga pesantren.
Program DIGDAYA sendiri berfokus pada tiga pilar utama: mentoring, pembekalan, dan penguatan jejaring industri. Ketiganya dirancang agar solusi yang dihasilkan bukan hanya inovatif, tapi juga siap diimplementasikan di lapangan.
1. Tahapan DIGDAYA x Hackathon 2026
-
Pendaftaran Awal
Peserta dapat mendaftar mulai 23 Februari hingga 27 Maret 2026. Kategori dibagi dua: profesional dan mahasiswa. -
Seleksi Tahap Awal
Setelah pendaftaran ditutup, panitia melakukan seleksi terhadap ide-ide yang masuk berdasarkan kreativitas, kelayakan, dan potensi dampak. -
Bootcamp dan Mentoring
Peserta terpilih akan mengikuti program intensif berupa pelatihan teknis dan pendampingan langsung dari ahli industri. -
Final Hackathon
Tahap akhir kompetisi di mana peserta mengembangkan prototipe solusi dan mempresentasikannya di hadapan juri profesional. -
Implementasi dan Inkubasi
Solusi terbaik berkesempatan untuk diinkubasi dan dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi dengan mitra strategis.
Peran PIDI dalam Mengakselerasi Inovasi Digital
PIDI hadir sebagai pusat inovasi yang menjadi gardu depan dalam mengembangkan ekosistem digital yang sehat dan berkelanjutan. Tujuannya jelas: menciptakan solusi teknologi yang tidak hanya inovatif, tapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan industri.
Melalui PIDI, OJK dan BI berharap dapat mempercepat transformasi digital di sektor jasa keuangan. Langkah ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan literasi dan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi dan keuangan.
Manfaat Utama dari PIDI
-
Mendorong kolaborasi lintas sektor
Menghubungkan regulator, pelaku industri, akademisi, dan komunitas teknologi dalam satu ekosistem. -
Meningkatkan kapasitas talenta digital
Program seperti DIGDAYA x Hackathon menjadi sarana pengembangan keterampilan generasi muda di bidang teknologi keuangan. -
Menguji dan mengembangkan solusi nyata
Setiap inovasi yang dihasilkan diarahkan untuk memiliki nilai implementatif dan dampak sosial ekonomi.
Dukungan dari Berbagai Pihak
DIGDAYA x Hackathon 2026 mendapat perhatian dari berbagai pihak penting. Hadir sebagai pembicara dan pendukung antara lain Ketua ASPI Santoso Liem, Ketua Dewan Kehormatan AFTECH Harun Reksodiputro, dan Direktur Utama LPPI Heru Kristiyana. Kehadiran tokoh-tokoh ini menunjukkan bahwa inisiatif ini tidak hanya diperhatikan, tapi juga didukung oleh para pelaku utama di industri.
Kolaborasi antara regulator dan industri menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan demikian, setiap solusi yang dihasilkan tidak hanya inovatif, tapi juga selaras dengan regulasi yang berlaku dan kebutuhan pasar.
Tabel: Ringkasan Jadwal DIGDAYA x Hackathon 2026
| Tahapan | Waktu Pelaksanaan |
|---|---|
| Pendaftaran | 23 Februari – 27 Maret 2026 |
| Seleksi Tahap Awal | 28 Maret – 5 April 2026 |
| Bootcamp dan Mentoring | 10 April – 30 April 2026 |
| Final Hackathon | 5 Mei – 7 Mei 2026 |
| Pengumuman Pemenang | 10 Mei 2026 |
Catatan: Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu. Peserta disarankan untuk memantau informasi resmi secara berkala.
Inovasi Menuju Keuangan Digital yang Lebih Baik
DIGDAYA x Hackathon 2026 bukan sekadar ajang kompetisi. Ini adalah langkah konkret dalam mendorong transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Setiap ide yang diusung berpotensi menjadi solusi nyata untuk tantangan yang dihadapi masyarakat dan industri keuangan saat ini.
Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis teknologi, DIGDAYA dan PIDI membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam membangun sistem keuangan yang lebih baik. Dengan dukungan dari regulator dan industri, inovasi yang lahir diharapkan bisa berkembang dan memberi dampak nyata.
Penutup
Langkah OJK dan BI melalui PIDI serta DIGDAYA x Hackathon 2026 menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan ekosistem digital nasional. Program ini tidak hanya menciptakan inovasi, tapi juga memperkuat kapasitas dan kolaborasi di antara berbagai elemen masyarakat.
Dengan fokus pada inklusi, keamanan, dan keberlanjutan, DIGDAYA dan PIDI menjadi bagian penting dari perjalanan panjang menuju Indonesia Emas 2045. Semoga melalui inisiatif ini, lahir solusi-solusi yang tidak hanya inovatif, tapi juga mampu menjawab tantangan besar bangsa.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu. Jadwal, syarat, dan ketentuan program dapat disesuaikan oleh penyelenggara tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













