Perbankan

RUPST OCBC NISP 2026: Jadwal hingga Rencana Buyback Saham

Rista Wulandari
×

RUPST OCBC NISP 2026: Jadwal hingga Rencana Buyback Saham

Sebarkan artikel ini
RUPST OCBC NISP 2026: Jadwal hingga Rencana Buyback Saham

PT OCBC NISP Tbk. (NISP) telah mengumumkan rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 April 2026 mendatang. Salah satu agenda penting yang akan dibahas dalam RUPST tersebut adalah rencana pembelian kembali saham (share buyback) sekaligus pengalihan saham hasil buyback sebagai bentuk remunerasi variabel bagi manajemen dan karyawan.

Menurut yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), rencana buyback ini tidak hanya sebagai bentuk penghargaan atas kinerja, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam tata kelola perusahaan yang sehat. memperkirakan nilai maksimal transaksi buyback mencapai Rp1 miliar, termasuk biaya transaksi dan komisi yang terkait.

Jadwal dan Agenda Utama RUPST OCBC NISP 2026

Rencana pelaksanaan RUPST ini menjadi bagian dari keterbukaan informasi yang wajib disampaikan perusahaan terbuka kepada publik. Selain pembahasan mengenai , berbagai agenda lain juga akan dibahas dalam forum tahunan ini.

1. Jadwal Resmi RUPST 2026

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank OCBC NISP Tbk. akan diselenggarakan pada:

  • Tanggal: Kamis, 9 April 2026
  • Waktu: Sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  • Tempat: Kantor pusat perseroan atau secara virtual (tergantung kebijakan terkini)

2. Agenda Utama RUPST

Beberapa poin penting yang akan dibahas dalam RUPST tahun ini antara lain:

  1. Penyampaian laporan tahunan Dewan Komisaris dan Direksi
  2. Penetapan rencana pembelian kembali saham (share buyback)
  3. Pengalihan saham hasil buyback untuk remunerasi variabel
  4. Pengesahan laporan keuangan tahun buku
  5. Penetapan auditor independen tahun 2026
  6. Pemilihan dan penetapan anggota Dewan Komisaris dan Direksi

Rencana Buyback Saham dan Tujuan Strategisnya

Buyback saham bukan sekadar aksi korporasi biasa. Di tangan manajemen OCBC NISP, langkah ini menjadi bagian dari strategi pemberian insentif berkinerja yang sejalan dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

1. Jumlah Saham yang Dibeli Kembali

  • Proporsi saham: 0,002% dari total saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh
  • Jumlah lembar saham: 438.000 lembar
  • Estimasi : Maksimal Rp1 miliar (termasuk biaya dan komisi)

2. Tujuan Buyback Saham

Rencana buyback ini dilakukan dalam rangka:

  1. Pemberian remunerasi variabel kepada manajemen dan karyawan berdasarkan kinerja tahun 2025
  2. Penguatan struktur permodalan perusahaan
  3. Meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham

Langkah ini juga selaras dengan ketentuan dalam POJK No.29/2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka, serta POJK No.45/POJK.03/2015 tentang Tata Kelola Remunerasi di Sektor Perbankan.

3. Dampak Finansial Buyback

Direktur Bank OCBC NISP, Hartati, menyatakan bahwa buyback ini tidak akan berdampak negatif secara material terhadap operasional perusahaan. OCBC NISP memiliki dan arus kas yang cukup kuat untuk mendukung transaksi ini tanpa mengganggu aktivitas bisnis berjalan.

Kinerja Keuangan OCBC NISP Sepanjang 2025

Sebelum membahas lebih jauh soal buyback, penting untuk melihat pencapaian keuangan OCBC NISP sepanjang tahun 2025. Kinerja yang solid menjadi dasar kuat bagi langkah-langkah strategis seperti buyback saham.

1. Laba Bersih dan Pendapatan Operasional

Indikator 2025 2024 Pertumbuhan
Laba Bersih Rp5,1 triliun Rp4,9 triliun +4% YoY
Pendapatan Operasional Rp13,1 triliun Rp11,9 triliun +10% YoY

2. Penyaluran Kredit dan Kualitas Aset

Indikator 2025 2024 Catatan
Total Penyaluran Kredit Rp173,4 triliun Rp170,0 triliun +2% YoY
NPL Gross 1,9% 2,1% Terkendali
Rasio Pencadangan NPL 226,0% 215,0% Meningkat

3. Likuiditas dan Penghimpunan Dana

OCBC NISP berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp243,5 triliun, naik 18% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan giro dan tabungan (CASA) sebesar 24% YoY, mencatatkan total Rp141,1 triliun.

Indikator 2025 2024 Catatan
DPK Rp243,5 triliun Rp205,9 triliun +18% YoY
Rasio CASA 58,0% 55,3% Meningkat
LCR (Liquidity Coverage Ratio) 240,9% 230,5% Likuiditas kuat

4. Permodalan dan CAR

Capital Adequacy Ratio () OCBC NISP juga mengalami peningkatan menjadi 24,5% dari 23,6% pada tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa bank memiliki buffer modal yang cukup untuk menopang pertumbuhan bisnis ke depan.

Penutup

Langkah buyback saham oleh OCBC NISP bukan hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja internal, tetapi juga sebagai sinyal positif bagi investor. Dengan kinerja keuangan yang solid dan tata kelola perusahaan yang transparan, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar serta nilai perusahaan secara keseluruhan.

Namun, penting untuk dicatat bahwa informasi terkait dan pelaksanaan RUPST serta rencana buyback masih dapat berubah sesuai dengan regulasi dan kebijakan terkini dari perseroan serta otoritas terkait.

Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Pembaca disarankan untuk merujuk pada pengumuman resmi dari PT Bank OCBC NISP Tbk. atau Bursa Efek Indonesia untuk informasi .

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.