Bank Mandiri terus memperkuat posisinya di industri perbankan nasional dengan mengandalkan digitalisasi sebagai tulang punggung strategi pertumbuhan. Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tapi juga membuka peluang lebih luas untuk menjangkau berbagai lapisan ekonomi, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) hingga masyarakat di daerah non-urban. Dengan pendekatan yang berorientasi pada teknologi, bank BUMN ini menciptakan ekosistem digital yang semakin inklusif dan berkelanjutan.
Melalui tiga platform utama, Bank Mandiri mampu menyasar segmen individu, bisnis, dan UMKM secara efektif. Platform-platform tersebut tidak hanya menjadi alat transaksi, tetapi juga wadah untuk mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dukungan terhadap prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) juga menjadi bagian integral dari strategi jangka panjang, memperkuat komitmen Bank Mandiri terhadap pertumbuhan yang ramah lingkungan dan berdampak sosial.
Platform Digital yang Mendukung Pertumbuhan Ekonomi
Pengembangan ekosistem digital Bank Mandiri tidak lepas dari tiga platform utama yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen nasabah. Masing-masing platform memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan layanan dan mendorong digitalisasi di seluruh lapisan masyarakat.
1. Livin’ by Mandiri untuk Segmen Individu
Livin’ by Mandiri menjadi salah satu pilar utama dalam strategi digital Bank Mandiri. Aplikasi ini kini digunakan oleh sekitar 39 juta pengguna terdaftar, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 27 persen. Setiap harinya, rata-rata ada sekitar 27 ribu pengguna baru yang bergabung. Frekuensi transaksi juga terus meningkat, mencatat 1,24 miliar transaksi atau naik 13 persen secara tahunan.
Livin’ Call, sebagai layanan call center terintegrasi dalam aplikasi, memberikan kemudahan akses tanpa biaya tambahan, bahkan saat digunakan dari luar negeri. Fitur ini menunjukkan komitmen Bank Mandiri dalam menyediakan layanan pelanggan yang inklusif dan mudah diakses.
2. Kopra by Mandiri untuk Pelaku Bisnis dan UMKM
Kopra by Mandiri dirancang khusus untuk mendukung pelaku bisnis, terutama UMKM. Platform ini telah melayani sekitar 335 ribu pengguna terdaftar, dengan pertumbuhan tahunan 27 persen. Mayoritas pengguna, yaitu 85 persen, adalah pelaku UMKM. Frekuensi transaksi di platform ini juga terus meningkat, mencapai 395 juta transaksi atau naik 13 persen YoY.
Dengan menyasar pelaku UMKM, Kopra by Mandiri menjadi alat penting untuk mendorong inklusi keuangan dan memberikan akses layanan perbankan yang lebih mudah dan terjangkau.
3. Livin’ Merchant untuk Pengembangan UMKM Non-Urban
Livin’ Merchant menjadi wadah bagi para pelaku usaha kecil untuk mengembangkan bisnis mereka secara digital. Platform ini telah digunakan oleh 3,3 juta merchant terdaftar, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 28 persen. Menariknya, 63 persen dari merchant ini berasal dari kawasan non-urban, menunjukkan bahwa Bank Mandiri berhasil menjangkau daerah yang sebelumnya kurang terlayani.
Dengan adanya Livin’ Merchant, para pelaku usaha bisa melakukan transaksi digital, mengelola pembayaran, dan meningkatkan efisiensi operasional. Ini adalah langkah konkret untuk mendorong ekonomi inklusif di pelosok negeri.
Integrasi ESG dalam Strategi Bisnis Bank Mandiri
Bank Mandiri tidak hanya fokus pada pertumbuhan finansial, tetapi juga berkomitmen pada prinsip-prinsip ESG. Pendekatan ini mencakup tiga pilar utama: Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking. Ketiganya menjadi fondasi dalam membangun bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
1. Sustainable Banking
Pilar ini mencakup pembiayaan berkelanjutan yang mendukung proyek-proyek ramah lingkungan dan sosial. Hingga Maret 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp320 triliun, naik 8,8 persen secara tahunan. Rinciannya terdiri dari:
| Jenis Pembiayaan | Nilai (Rp) | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| Pembiayaan Hijau | 167 triliun | 12,6% |
| Pembiayaan Sosial | 153 triliun | 5,1% |
2. Sustainable Operation
Bank Mandiri juga menerapkan operasional yang ramah lingkungan, termasuk penggunaan energi terbarukan dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Langkah ini sejalan dengan target pengurangan emisi karbon dan peningkatan efisiensi energi di seluruh cabang dan kantor.
3. Sustainability Beyond Banking
Melalui pilar ini, Bank Mandiri tidak hanya berfokus pada bisnis inti, tetapi juga berkontribusi pada isu-isu sosial dan lingkungan di luar aktivitas perbankan. Program-program CSR dan kolaborasi dengan komunitas lokal menjadi bagian dari upaya ini.
Pembiayaan Baru dan Green Bond Tahap II
Seiring dengan komitmen terhadap keberlanjutan, Bank Mandiri mencatat pembiayaan baru senilai Rp3,6 triliun untuk sektor green building dan Rp5,2 triliun untuk pengelolaan sumber daya alam hayati. Langkah ini menunjukkan bahwa bank BUMN ini tidak hanya fokus pada laba, tetapi juga pada dampak lingkungan yang positif.
Sebagai bagian dari strategi pendanaan berkelanjutan, Bank Mandiri juga mengalokasikan dana penuh dari Green Bond Tahap II senilai Rp5 triliun. Alokasi ini terbagi sebagai berikut:
| Sektor | Alokasi | Persentase |
|---|---|---|
| Pengelolaan SDA Hayati | Rp3,6 triliun | 72% |
| Transportasi Ramah Lingkungan | Rp1,4 triliun | 28% |
Optimisme Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Dengan kinerja yang solid dan fondasi digital yang kuat, Bank Mandiri optimis dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap industri perbankan nasional. Strategi yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan finansial, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi inklusif dan keberlanjutan lingkungan.
Langkah-langkah konkret seperti pengembangan platform digital, penyaluran kredit hijau, dan integrasi prinsip ESG menunjukkan bahwa Bank Mandiri tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga menjadi pelopor dalam transformasi industri perbankan Indonesia.
Disclaimer
Data yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari Public Expose Kuartal I/2026 Bank Mandiri dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan kondisi ekonomi dan kebijakan perusahaan. Informasi ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum mengenai strategi dan pencapaian Bank Mandiri, dan tidak dimaksudkan sebagai saran investasi atau keuangan.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













