NasionalPerbankan

Tabel Angsuran KUR BSI 2026 Terbaru, Cicilan Lengkap Semua Plafon dari Rp1 Juta hingga Rp500 Juta

Rista Wulandari
×

Tabel Angsuran KUR BSI 2026 Terbaru, Cicilan Lengkap Semua Plafon dari Rp1 Juta hingga Rp500 Juta

Sebarkan artikel ini
Tabel Angsuran KUR BSI 2026 Terbaru, Cicilan Lengkap Semua Plafon dari Rp1 Juta hingga Rp500 Juta
Tabel Angsuran KUR BSI 2026 Terbaru, Cicilan Lengkap Semua Plafon dari Rp1 Juta hingga Rp500 Juta

Sudah punya usaha tapi modal masih jadi penghalang? Di tahun 2026, ribuan pelaku UMKM Indonesia menghadapi pertanyaan yang sama: di mana bisa dapat pembiayaan murah, , dan bebas riba? Jawabannya ada pada Kredit Usaha Rakyat (KUR) (BSI) — program pembiayaan bersubsidi pemerintah dengan margin flat setara 6% efektif per tahun, tanpa biaya provisi, tanpa biaya administrasi, dan berbasis akad syariah yang telah diawasi (DPS). Untuk referensi seputar keuangan syariah dan UMKM yang terpercaya, iuwashtangguh.or.id juga menyajikan panduan yang relevan untuk Anda.

Banyak pelaku usaha ragu mengajukan KUR karena tidak tahu berapa cicilan yang harus dibayar setiap bulan. Wajar — karena informasi resmi dari bank seringkali tidak tersaji dalam format yang mudah dipahami. Artikel ini hadir untuk menjawab kebutuhan itu secara tuntas: simulasi tabel angsuran lengkap dari plafon Rp1 juta hingga Rp500 juta, syarat terbaru 2026, cara daftar, hingga tips lolos pengajuan.

Semua data dalam artikel ini disusun berdasarkan kebijakan KUR BSI yang berlaku per April 2026, termasuk aturan baru dari pemerintah yang menetapkan margin flat 6% tanpa kenaikan bertahap. Baca sampai selesai sebelum Anda mengambil keputusan finansial.

Apa Itu KUR BSI dan Mengapa Bebas Riba?

KUR BSI adalah fasilitas pembiayaan modal kerja dan/atau investasi yang disalurkan Bank Syariah Indonesia kepada pelaku UMKM yang memiliki usaha produktif dan layak (feasible), namun belum sepenuhnya memenuhi persyaratan agunan perbankan (bankable). Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional pemerintah Indonesia dalam memperkuat ketahanan ekonomi rakyat melalui akses permodalan yang mudah, murah, dan bermartabat.

BSI adalah bank syariah terbesar di Indonesia hasil merger tiga bank syariah BUMN (BRI Syariah, BNI Syariah, Mandiri Syariah) pada 2021. Kepercayaan pemerintah kepada BSI untuk menyalurkan KUR bukan tanpa alasan — jaringan cabangnya menjangkau seluruh Indonesia, termasuk terpencil, dengan dukungan ekosistem digital yang terus berkembang.

Tujuan utama KUR BSI bukan sekadar memberikan pinjaman, melainkan mendorong UMKM naik kelas: dari usaha informal menjadi formal, dari skala mikro menjadi kecil, dari kecil menjadi menengah.

Perbedaan KUR BSI dengan KUR Bank Konvensional

Perbedaan mendasar terletak pada akad dan cara menghitung biaya. Bank konvensional menggunakan sistem bunga yang secara syariah mengandung unsur riba. BSI menggunakan akad syariah sehingga yang dikenakan bukan bunga, melainkan margin keuntungan yang disepakati di awal dan tidak berubah selama masa pembiayaan.

Aspek KUR Bank Konvensional KUR BSI (Syariah)
Dasar HukumSistem bunga (interest)Akad syariah (bebas riba)
Istilah BiayaBunga 6% efektif/tahunMargin setara 6% efektif/tahun
Sifat CicilanAnuitas/flatFlat/tetap hingga lunas
Biaya ProvisiAda (sebagian bank)Tidak ada
Biaya AdministrasiAda (sebagian bank)Tidak ada
PengawasOJKOJK + Dewan Pengawas Syariah
AkadPerjanjian kredit biasaMurabahah / Ijarah / Musyarakah

Tiga Akad Syariah dalam KUR BSI

1. Akad Murabahah (Jual Beli)
Akad paling umum untuk KUR Mikro dan Kecil. Bank membeli barang kebutuhan (misalnya alat produksi atau bahan baku), lalu menjualnya kembali dengan margin keuntungan yang sudah disepakati di awal. Cicilan bersifat tetap hingga lunas — memberikan kepastian penuh bagi nasabah dalam merencanakan arus kas usaha.

2. Akad Ijarah (Sewa-Menyewa)
Digunakan untuk pembiayaan manfaat jasa atau sewa tempat usaha. Bank menyewakan manfaat atas suatu aset kepada nasabah dengan biaya sewa (ujrah) yang disepakati. Cocok untuk kebutuhan seperti sewa ruko, peralatan produksi, atau kendaraan operasional.

3. Akad Musyarakah Mutanaqisah (Kemitraan Menurun)
Skema kemitraan kepemilikan aset bersama antara bank dan nasabah. Porsi kepemilikan bank berkurang secara bertahap seiring pembayaran nasabah, hingga aset sepenuhnya menjadi milik nasabah. Digunakan untuk pembiayaan yang lebih kompleks.

Jenis KUR BSI 2026 dan Batas Plafon

KUR Super Mikro — Hingga Rp10 Juta

  • Plafon: Rp1.000.000 s.d. Rp10.000.000
  • Tenor maksimal: 36 bulan
  • Margin: Setara 6% efektif per tahun (flat)
  • Target: Usaha pemula, ibu rumah tangga produktif, eks-pekerja PHK yang memulai usaha
  • Keunggulan: Syarat paling lunak; tidak memerlukan lama usaha 6 bulan jika mengikuti program pendampingan resmi
  • Agunan: Tidak diperlukan agunan tambahan

KUR Mikro — Rp10 Juta hingga Rp100 Juta

  • Plafon: Di atas Rp10.000.000 s.d. Rp100.000.000
  • Tenor KMK (Modal Kerja): Maksimal 36 bulan
  • Tenor KI (Investasi): Maksimal 60 bulan
  • Target: Usaha yang sudah aktif berjalan minimal 6 bulan
  • Keunggulan: Tanpa agunan tambahan — agunan utamanya adalah usaha itu sendiri
  • Margin: Setara 6% efektif per tahun (flat)

KUR Kecil — Rp100 Juta hingga Rp500 Juta

  • Plafon: Di atas Rp100.000.000 s.d. Rp500.000.000
  • Tenor KMK: Maksimal 48 bulan
  • Tenor KI: Maksimal 60 bulan
  • Target: Usaha mapan yang ingin ekspansi signifikan
  • Keunggulan: Plafon besar, tenor panjang untuk investasi jangka menengah
  • Agunan: Umumnya diperlukan agunan tambahan (SHM atau BPKB) sesuai penilaian bank
  • Margin: Setara 6% efektif per tahun (flat)

Perbandingan Tiga Jenis KUR BSI 2026

Jenis KUR Plafon Tenor Maks (KMK) Tenor Maks (KI) Agunan Tambahan Target Nasabah
KUR Super Mikros.d. Rp10 juta36 bulan36 bulanTidak diperlukanUsaha pemula / PHK
KUR MikroRp10 juta – Rp100 juta36 bulan60 bulanTidak diperlukanUsaha aktif ≥ 6 bulan
KUR KecilRp100 juta – Rp500 juta48 bulan60 bulanDiperlukan (SHM/BPKB)Usaha mapan / ekspansi

Tabel Angsuran KUR Super Mikro BSI 2026 (Rp1 Juta – Rp10 Juta)

Catatan Penting: Angka dalam tabel berikut adalah estimasi simulasi yang dihitung berdasarkan margin setara 6% efektif per tahun dengan metode flat. Angka realisasi dapat berbeda tipis sesuai tanggal akad dan kebijakan pembulatan sistem BSI. Selalu konfirmasi ke cabang BSI untuk angka final.

Plafon (Rp) Angsuran 12 Bulan (Rp) Angsuran 24 Bulan (Rp) Angsuran 36 Bulan (Rp)
1.000.00086.10044.30030.400
2.000.000172.10088.60060.800
3.000.000258.200132.90091.200
4.000.000344.300177.200121.600
5.000.000430.300221.500152.100
6.000.000516.400265.800182.500
7.000.000602.500310.100212.900
8.000.000688.500354.400243.300
9.000.000774.600398.700273.800
10.000.000860.700443.200304.200

Simulasi nyata: Pinjam Rp5.000.000 tenor 36 bulan → cicilan hanya sekitar Rp152.100/bulan. Artinya, dengan omset warung Rp1,5 juta per bulan pun, cicilan ini masih sangat terjangkau (hanya ~10% dari omset).

Cocok untuk: Penjual makanan rumahan, pedagang sayur keliling, pengrajin handicraft, penjual online pemula, atau siapa saja yang baru memulai usaha skala kecil.

Tabel Angsuran KUR Mikro BSI 2026 (Rp25 Juta – Rp100 Juta)

Catatan: Tenor 48 dan 60 bulan hanya tersedia untuk Kredit Investasi (KI) — yaitu pembiayaan pembelian alat, kendaraan usaha, atau renovasi tempat usaha. Untuk Modal Kerja (KMK), tenor maksimal 36 bulan.

Plafon (Rp) 12 Bulan (Rp) 24 Bulan (Rp) 36 Bulan (Rp) 48 Bulan* (Rp) 60 Bulan* (Rp)
25.000.0002.151.7001.108.000760.500587.100483.300
30.000.0002.582.0001.329.600912.700704.600580.000
40.000.0003.442.6001.772.8001.216.900939.400773.300
50.000.0004.303.3002.216.0001.521.1001.174.300966.600
60.000.0005.164.0002.659.2001.825.3001.409.1001.160.000
75.000.0006.455.0003.324.0002.281.6001.761.4001.450.000
100.000.0008.606.6004.432.1003.042.2002.348.5001.933.300

*Tenor 48 dan 60 bulan khusus Kredit Investasi (KI)

Simulasi nyata: Pinjam Rp50.000.000 tenor 36 bulan → cicilan sekitar Rp1.521.100/bulan. Untuk usaha warung kelontong dengan omset Rp7 juta/bulan, cicilan ini setara ~22% omset — masih dalam batas wajar.

Cocok untuk: Bengkel motor/mobil, usaha kuliner, toko sembako, laundry, konveksi skala kecil, toko material, atau usaha jasa yang sudah berjalan minimal 6 bulan.

Tabel Angsuran KUR Kecil BSI 2026 (Rp150 Juta – Rp500 Juta)

Catatan: Untuk plafon di atas Rp100 juta, agunan tambahan seperti SHM (Sertifikat Hak Milik) atau BPKB kendaraan umumnya diperlukan sesuai penilaian dan kebijakan cabang BSI.

Plafon (Rp) 12 Bulan (Rp) 24 Bulan (Rp) 36 Bulan (Rp) 48 Bulan (Rp) 60 Bulan (Rp)
150.000.00012.910.0006.648.1004.563.3003.522.8002.899.900
200.000.00017.213.3008.864.1006.084.4004.697.0003.866.600
250.000.00021.516.60011.080.2007.605.5005.871.3004.833.200
300.000.00025.820.00013.296.2009.126.6007.045.5005.799.800
400.000.00034.426.60017.728.20012.168.8009.394.0007.733.100
500.000.00043.033.20022.160.30015.210.90011.742.5009.666.400

Simulasi nyata: Pinjam Rp300.000.000 tenor 60 bulan → cicilan sekitar Rp5.799.800/bulan. Cocok untuk pelaku usaha dengan omset minimal Rp20 juta/bulan yang ingin ekspansi besar.

Cocok untuk: Ekspansi toko atau minimarket, pembelian kendaraan niaga (pickup, truk kecil), penambahan mesin produksi, renovasi besar tempat usaha, atau pembelian lahan untuk operasional bisnis.

Cara Menghitung Cicilan KUR BSI Sendiri

Rumus Cicilan Flat Manual

Anda tidak harus selalu bergantung pada tabel. Dengan rumus berikut, Anda bisa menghitung estimasi cicilan kapan saja:

Langkah 1 — Hitung Total Margin:

Total Margin = Pokok Pinjaman × (6% ÷ 12) × Jumlah Bulan

Langkah 2 — Hitung Total yang Dikembalikan:

Total Kewajiban = Pokok Pinjaman + Total Margin

Langkah 3 — Hitung Cicilan per Bulan:

Cicilan/Bulan = Total Kewajiban ÷ Jumlah Bulan

Contoh perhitungan step-by-step — Pinjam Rp50 juta, tenor 36 bulan:

  • Total Margin = Rp50.000.000 × 0,5% × 36 = Rp9.000.000
  • Total Kewajiban = Rp50.000.000 + Rp9.000.000 = Rp59.000.000
  • Cicilan/bulan = Rp59.000.000 ÷ 36 = ± Rp1.638.888Selisih kecil dengan angka di tabel (Rp1.521.100) terjadi karena sistem BSI menggunakan metode anuitas syariah dengan perhitungan hari aktif dan pembulatan otomatis. Tabel tetap lebih akurat sebagai acuan.

Tips Memilih Tenor yang Tepat

Pilihan tenor yang salah bisa membebani usaha Anda. Gunakan panduan berikut:

  • Arus kas usaha besar dan stabil → pilih tenor pendek (12–24 bulan). Total biaya margin lebih kecil dan Anda bebas lebih cepat.
  • Usaha baru berkembang, arus kas belum stabil → pilih tenor panjang (48–60 bulan). Cicilan lebih ringan, tidak mengganggu operasional.
  • Aturan emas: Cicilan bulanan sebaiknya tidak melebihi 30% dari omset bulanan bersih usaha Anda. Ini batas aman yang digunakan sebagian besar analis kredit UMKM.

Contoh praktis: Omset bersih Rp5 juta/bulan → batas cicilan aman = Rp1.500.000/bulan. Sesuaikan plafon dan tenor agar cicilan tidak melewati angka ini.

Syarat Pengajuan KUR BSI 2026 Terbaru

Syarat Umum Perorangan

Sebelum menyiapkan , pastikan Anda memenuhi seluruh kriteria dasar berikut:

  • WNI aktif dengan e-KTP yang masih berlaku
  • Usia minimal 21 tahun, atau sudah menikah (berapapun usianya)
  • Usaha produktif aktif minimal 6 bulan (kecuali KUR Super Mikro dengan pendampingan)
  • Tidak sedang menerima kredit/pembiayaan produktif dari bank lain — kecuali KPR, KKB, atau kartu kredit
  • Kolektibilitas Lancar (Kol-1) di SLIK OJK/ — tidak ada tunggakan macet
  • Tidak sedang menerima KUR dari bank manapun pada saat yang bersamaan
  • Bukan ASN/TNI/Polri aktif yang sudah memiliki fasilitas kredit dinas

Dokumen Administrasi yang Wajib Disiapkan

Dokumen Keterangan Berlaku untuk Plafon
Fotokopi e-KTPPemohon, suami/istri jika sudah menikahSemua plafon
Fotokopi Kartu Keluarga (KK)Terbaru, masih berlakuSemua plafon
Fotokopi Surat Nikah/CeraiWajib jika sudah menikah/ceraiSemua plafon
Legalitas UsahaNIB dari OSS (oss.go.id) atau SKU dari Kelurahan/DesaSemua plafon
NPWP PribadiWajib untuk plafon di atas Rp50 juta> Rp50 juta
Rekening Koran / Catatan Usaha3 bulan terakhir sebagai bukti arus kas aktifDianjurkan semua plafon
Surat Persetujuan PasanganTertulis dan bermeterai, untuk nasabah menikah> Rp50 juta
Fotokopi SHM (Sertifikat Hak Milik)Agunan tambahan, sesuai penilaian bank> Rp100 juta
Fotokopi BPKB KendaraanAgunan tambahan alternatif SHM> Rp100 juta

Tips penting: NIB (Nomor Induk Berusaha) dari oss.go.id lebih diakui dibanding SKU kelurahan dan mempercepat proses verifikasi. Daftarkan usaha Anda di OSS secara gratis jika belum memilikinya.

Cara Daftar KUR BSI 2026, Online dan Offline

Daftar Online via Salam Digital BSI

Cara tercepat untuk masuk antrean verifikasi tanpa harus meninggalkan tempat usaha:

  1. Buka situs resmi salamdigital.bankbsi.co.id
  2. Buat akun atau login jika sudah terdaftar
  3. Pilih menu “Pembiayaan” → klik “BSI KUR”
  4. Pilih jenis KUR yang sesuai: Super Mikro, Mikro, atau Kecil
  5. Isi formulir data diri secara lengkap dan jujur (nama, NIK, alamat domisili, jenis usaha)
  6. Isi data usaha: jenis usaha, lama berjalan, estimasi omset, kebutuhan modal
  7. Unggah seluruh dokumen persyaratan dalam format JPG/PDF yang jelas dan terbaca
  8. Klik “Kirim Pengajuan” dan simpan nomor referensi Anda
  9. Tunggu petugas BSI menghubungi melalui WhatsApp/telepon untuk jadwal survei lokasiTips: Pastikan nomor HP yang didaftarkan aktif 24 jam. Unggah foto dokumen dengan pencahayaan cukup — dokumen buram sering menjadi alasan penundaan proses.

Daftar Offline via Kantor Cabang BSI

Direkomendasikan jika Anda ingin konsultasi langsung atau memiliki kondisi usaha khusus yang perlu dijelaskan secara detail:

  1. Siapkan seluruh dokumen persyaratan — bawa dokumen asli dan fotokopi lengkap
  2. Datang ke Kantor Cabang BSI terdekat sesuai domisili usaha (bukan domisili KTP)
  3. Datang lebih pagi (jam 08.00–09.00) untuk menghindari antrean panjang
  4. Ambil nomor antrean di bagian Customer Service atau langsung ke Unit Mikro/UMKM
  5. Sampaikan niat pengajuan KUR kepada petugas
  6. Petugas melakukan screening awal termasuk cek SLIK OJK/ Checking
  7. Jika lolos screening, berkas diproses untuk tahap survei lapangan usaha

Untuk menemukan cabang BSI terdekat: kunjungi bankbsi.co.id → menu “Temukan Cabang”, atau hubungi BSI Call Center 14040.

Timeline Proses Pencairan KUR BSI

Tahap Proses Estimasi Waktu
1Hari ke-1
2Screening awal (SLIK OJK / BI Checking)Hari ke-1 – 2
3Survei lokasi usaha oleh petugas BSIHari ke-2 – 4
4Analisa kelayakan dan keputusan kreditHari ke-3 – 5
5Penandatanganan akad syariahHari ke-5 – 6
6Pencairan dana ke rekening nasabahHari ke-6 – 7

Total rata-rata: 3–7 hari kerja setelah dokumen dinyatakan lengkap. Pengajuan online via Salam Digital cenderung lebih cepat karena screening awal sudah dilakukan secara digital sebelum survei.

Tips Agar Pengajuan KUR BSI 2026 Cepat Disetujui

Berikut delapan tips berbasis penyebab penolakan paling umum yang terjadi di lapangan:

  1. Pastikan usaha benar-benar aktif dan bisa disuvei. Petugas BSI pasti datang ke lokasi. Usaha yang tutup, fiktif, atau tidak sesuai dengan keterangan di formulir otomatis ditolak.
  2. Pisahkan keuangan pribadi dan usaha. Meski sederhana, catatan keuangan usaha yang terpisah menunjukkan profesionalisme dan memudahkan analisis kelayakan oleh analis kredit.
  3. Cek status SLIK OJK sebelum mengajukan. Kunjungi idebku.ojk.go.id untuk mengecek riwayat kredit Anda secara mandiri. Gratis dan prosesnya hanya beberapa menit.
  4. Lunasi semua tunggakan lama — sekecil apapun nilainya. Bahkan tunggakan Rp50.000 di koperasi yang terlaporkan bisa menggagalkan pengajuan.
  5. Gunakan NIB dari OSS, bukan hanya SKU kelurahan. NIB lebih memiliki kekuatan hukum dan mempercepat verifikasi legalitas usaha Anda.
  6. Jujur saat wawancara dan survei lapangan. BSI menerapkan prinsip kehati-hatian syariah. Perbedaan antara data formulir dan kondisi lapangan adalah penyebab penolakan nomor satu.
  7. Ajukan plafon sesuai kemampuan bayar, bukan sekadar maksimal. Gunakan aturan 30% dari omset sebagai batas atas cicilan. Mengajukan terlalu besar justru meningkatkan risiko penolakan karena dianggap tidak feasible.
  8. Manfaatkan kebijakan baru 2026. Pemerintah menghapus batasan jumlah maksimal pengajuan KUR. Nasabah lama yang sudah lunas kini bisa mengajukan ulang dengan plafon lebih besar tanpa hambatan administrasi seperti sebelumnya.

Waspada Penipuan dan Informasi Kontak Resmi BSI

Maraknya penipuan berkedok KUR BSI melalui WhatsApp, Telegram, dan media sosial harus diwaspadai. BSI tidak pernah:

  • Memungut biaya apapun sebelum akad ditandatangani
  • Meminta data PIN, OTP, atau password mobile banking
  • Menawarkan KUR melalui akun media sosial tidak resmi atau nomor pribadi

Jika menerima tawaran mencurigakan atas nama BSI, jangan transfer uang dan segera laporkan.

Kontak Resmi BSI:

KanalInformasi
Call Center14040
Website Resmibankbsi.co.id
Pengajuan Onlinesalamdigital.bankbsi.co.id
Email Pengaduan[email protected]
Kantor PusatJl. Thamrin No.4, Kebon Sirih, Jakarta Pusat 10340
Pengaduan OJK157 atau konsumen.ojk.go.id
Laporan BIbicara.bi.go.id

Kesimpulan dan Rekomendasi

KUR BSI 2026 adalah salah satu instrumen terbaik yang tersedia di Indonesia saat ini. Margin flat 6% yang tidak berubah, bebas biaya provisi dan administrasi, akad syariah yang transparan, serta dukungan pemerintah menjadikannya jauh lebih unggul dibanding pinjaman komersial biasa.

Rekomendasi berdasarkan segmen usaha:

  • Baru memulai usaha → KUR Super Mikro (s.d. Rp10 juta). Paling mudah, paling minim syarat.
  • Usaha sudah jalan 6 bulan lebih → KUR Mikro (Rp10–100 juta). Paling populer, fleksibel, tanpa agunan.
  • Usaha mapan, butuh ekspansi besar → KUR Kecil (Rp100–500 juta). Siapkan agunan dan laporan keuangan yang rapi.

Jangan tunda lagi. Alokasi KUR nasional memiliki kuota tahunan dan bisa habis sebelum akhir tahun. Daftarkan usaha Anda sekarang melalui salamdigital.bankbsi.co.id atau kunjungi kantor cabang BSI terdekat.

FAQ

Ya. KUR BSI menggunakan akad syariah (Murabahah, Ijarah, atau Musyarakah Mutanaqisah) yang telah disetujui Dewan Pengawas Syariah (DPS) BSI. Tidak ada bunga — yang ada adalah margin keuntungan yang disepakati di awal akad, bersifat tetap dan tidak berubah selama masa pembiayaan.

Margin KUR BSI 2026 setara 6% efektif per tahun dan bersifat FLAT — tidak berubah sejak akad hingga lunas. Pemerintah menetapkan kebijakan ini berlaku mulai Januari 2026 tanpa kenaikan bertahap.

Boleh, asalkan pinjaman di bank lain bersifat konsumtif (KPR, KKB, atau kartu kredit). Anda tidak boleh memiliki kredit produktif atau modal kerja aktif dari bank lain saat mengajukan KUR BSI.

Rata-rata 3–7 hari kerja setelah dokumen dinyatakan lengkap dan survei lapangan selesai dilakukan. Pengajuan online via Salam Digital BSI cenderung lebih cepat karena screening awal dilakukan secara digital.

Ya, untuk KUR Super Mikro dan KUR Mikro (s.d. Rp100 juta) tidak diperlukan agunan tambahan. Agunan pokoknya adalah usaha itu sendiri. Untuk KUR Kecil (di atas Rp100 juta), agunan tambahan seperti SHM atau BPKB umumnya diperlukan sesuai penilaian bank.

Bisa. Tidak ada larangan mengajukan ulang. Pastikan penyebab penolakan sudah diperbaiki — misalnya melunasi tunggakan di SLIK OJK, melengkapi dokumen usaha, atau memastikan usaha sudah berjalan aktif minimal 6 bulan sebelum mengajukan kembali.

Tidak bisa di tengah masa berjalan. Penambahan plafon baru bisa diajukan setelah cicilan berjalan minimal 6 bulan dengan riwayat pembayaran lancar, melalui mekanisme top-up atau pengajuan ulang sesuai kebijakan BSI.

KUR Modal Kerja (KMK) untuk membiayai kebutuhan operasional usaha seperti pembelian bahan baku atau stok barang — tenor maksimal 36 bulan. KUR Investasi (KI) untuk pembelian seperti mesin, kendaraan niaga, atau renovasi tempat usaha — tenor maksimal 48–60 bulan.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.