Nasional

Update Harga Pangan 2026 Cabai Rawit Merah Rp62.300 dan Telur Ayam Rp35.150 per Kg

Herdi Alif Al Hikam
×

Update Harga Pangan 2026 Cabai Rawit Merah Rp62.300 dan Telur Ayam Rp35.150 per Kg

Sebarkan artikel ini
Update Harga Pangan 2026 Cabai Rawit Merah Rp62.300 dan Telur Ayam Rp35.150 per Kg

Fluktuasi harga pangan di pasar tradisional maupun ritel modern menjadi perhatian utama bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Nasional yang dikelola Bank Indonesia memberikan gambaran mengenai kondisi harga komoditas pokok terkini.

Pergerakan harga ini mencerminkan dinamika distribusi serta ketersediaan stok di berbagai wilayah Indonesia. Memantau angka-angka ini menjadi langkah penting dalam mengelola anggaran rumah tangga agar tetap efisien di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Tren Harga Komoditas Pokok Nasional

Kondisi harga pangan saat ini menunjukkan variasi yang cukup signifikan pada beberapa komoditas utama. Cabai rawit merah tercatat berada di angka Rp62.300 per kilogram, telur ras dipatok pada harga Rp35.150 per kilogram.

Bawang merah dan bawang putih juga mengalami penyesuaian harga di tingkat pedagang eceran. Bawang merah kini berada di kisaran Rp55.400 per kilogram, sedangkan bawang putih menyentuh angka Rp47.700 per kilogram.

Berikut adalah rincian harga komoditas pangan pokok yang dihimpun dari data nasional terkini:

Komoditas Harga per Satuan
Cabai Rawit Merah Rp62.300/kg
Telur Ayam Ras Rp35.150/kg
Bawang Merah Rp55.400/kg
Bawang Putih Rp47.700/kg
Daging Ayam Ras Segar Rp40.050/kg
Daging Sapi I Rp148.950/kg
Daging Sapi Kualitas II Rp145.400/kg

Tabel di atas memberikan gambaran umum mengenai harga rata-rata nasional yang berlaku di tingkat pedagang eceran. Perlu dipahami bahwa angka tersebut merupakan nilai rata-rata yang dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada lokasi geografis dan kondisi rantai pasok di daerah masing-masing.

Variasi Harga Beras dan Minyak Goreng

Selain komoditas bumbu dapur dan protein hewani, beras dan minyak goreng menjadi kebutuhan pokok yang sangat krusial. Harga beras saat ini bervariasi tergantung pada kualitas dan tingkat penggilingan yang tersedia di pasar.

Untuk memberikan gambaran lebih detail mengenai perbedaan harga berdasarkan kualitas beras dan jenis minyak goreng, berikut adalah rincian data yang tercatat:

  1. Beras Kualitas Bawah I: Rp15.450 per kilogram.
  2. Beras Kualitas Bawah II: Rp15.600 per kilogram.
  3. Beras Kualitas Medium I: Rp17.000 per kilogram.
  4. Beras Kualitas Medium II: Rp16.750 per kilogram.
  5. Beras Kualitas Super I: Rp18.250 per kilogram.
  6. Beras Kualitas Super II: Rp17.850 per kilogram.
  7. Minyak Goreng Curah: Rp20.450 per liter.
  8. Minyak Goreng Kemasan Bermerek I: Rp25.750 per liter.
  9. Minyak Goreng Kemasan Bermerek II: Rp23.750 per liter.

Perbedaan harga pada beras kualitas bawah, medium, hingga super menunjukkan adanya segmentasi pasar yang jelas. Konsumen memiliki pilihan yang beragam sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Dinamika Harga Cabai dan Gula Pasir

Komoditas hortikultura seperti cabai sering kali menunjukkan volatilitas harga yang cukup tinggi. Faktor dan masa panen menjadi penentu utama mengapa harga cabai merah besar dan cabai rawit hijau bisa berbeda cukup jauh di pasar.

Cabai merah besar saat ini berada di harga Rp53.950 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting tercatat Rp48.050 per kilogram. Untuk cabai rawit hijau, harga yang berlaku di tingkat eceran adalah Rp35.350 per kilogram.

Selain cabai, komoditas pemanis seperti gula pasir juga menunjukkan angka yang stabil di angka dua puluh ribuan. Gula pasir kualitas premium dibanderol Rp22.200 per kilogram, sementara gula pasir lokal berada di harga Rp20.200 per kilogram.

Memahami pola perubahan harga ini membantu dalam merencanakan pengeluaran bulanan secara lebih terukur. Berikut adalah beberapa faktor yang sering memengaruhi perubahan harga pangan di tingkat nasional:

  1. Gangguan distribusi logistik antar pulau.
  2. yang memengaruhi masa panen petani.
  3. biaya operasional transportasi.
  4. Lonjakan permintaan pada momen-momen tertentu.
  5. Ketersediaan stok di gudang penyimpanan daerah.

Masyarakat disarankan untuk selalu memantau informasi harga terbaru melalui kanal pemerintah atau aplikasi penyedia data pangan. Hal ini penting agar keputusan belanja dapat diambil dengan informasi yang akurat dan terkini.

Perlu diingat bahwa data harga yang disajikan di atas bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Harga di pasar tradisional mungkin berbeda dengan harga di pasar modern atau supermarket karena perbedaan biaya operasional dan rantai distribusi.

Disarankan untuk selalu melakukan pengecekan langsung ke pasar terdekat atau memantau aplikasi resmi PIHPS untuk mendapatkan angka yang paling relevan dengan lokasi tempat tinggal. Informasi ini ditujukan sebagai referensi umum untuk membantu memahami tren harga pangan di pasar nasional.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.