Ilustrasi lowongan kerja Koperasi Merah Putih tengah ramai dibahas. Bukan sekadar isapan jempol, program ini memang benar-benar dibuka oleh pemerintah sebagai bagian dari ekosistem penguatan ekonomi kerakyatan. Tapi benarkah mereka yang lolos seleksi nanti bisa disebut sebagai pegawai BUMN? Atau justru ada istilah lain yang lebih tepat?
Sebenarnya, ini bukan lowongan biasa. Program ini digulirkan oleh Panitia Seleksi Nasional SDM Program Hasel Terbaik Cepat (PHTC) untuk menempatkan tenaga kerja di dua program utama: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Keduanya merupakan bagian dari Inpres Nomor 9 Tahun 2025 yang ditujukan untuk percepatan pembangunan ekonomi berbasis masyarakat.
Apa Itu Koperasi Merah Putih?
Koperasi Merah Putih adalah inisiatif pemerintah untuk membangun koperasi di tiap desa dan kelurahan sebagai ujung tombak perekonomian rakyat. Tujuannya jelas: memberdayakan ekonomi lokal melalui lembaga yang berbasis gotong royong dan kepemilikan bersama.
Program ini bukan hanya soal pendirian koperasi. Tapi juga soal pengelolaan yang profesional, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota. Maka dari itu, kehadiran sumber daya manusia yang tepat sangat krusial.
Status Kepegawaian: Pegawai BUMN atau Bukan?
Pertanyaan ini yang paling banyak muncul. Jawabannya: Ya dan tidak.
Ya, karena mereka yang diterima akan menjadi pegawai BUMN di bawah dua perusahaan induk:
- PT Agrinas Pangan Nusantara (untuk Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih)
- PT Agrinas Jaladri Nusantara (untuk Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih)
Namun, tidak sepenuhnya seperti pegawai BUMN biasa. Mereka akan diangkat dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Artinya, statusnya bukan pegawai tetap, tapi pegawai kontrak dengan durasi tertentu.
Rincian Formasi dan Persyaratan Umum
Program ini membuka sebanyak 35.476 formasi lowongan kerja. Rinciannya:
- 30.000 Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
- 5.476 Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih
Sebelum mendaftar, ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi calon pelamar.
1. Kualifikasi Pendidikan
Lulusan D3 atau S1 dari semua jurusan diperbolehkan mendaftar. Artinya, tidak ada pembatasan jurusan spesifik. Ini membuka peluang bagi lulusan dari berbagai disiplin ilmu untuk ikut serta.
2. Batas Usia
Usia maksimal pelamar adalah 35 tahun. Jadi, siapa pun yang sudah melewati usia tersebut belum bisa mengikuti seleksi.
3. IPK Minimal
Nilai IPK minimal yang diperbolehkan adalah 2,75. Ini menunjukkan bahwa kualitas akademik tetap menjadi pertimbangan, meski tidak menjadi satu-satunya faktor.
Jadwal Seleksi Lengkap
Berikut jadwal lengkap seleksi yang perlu diperhatikan oleh calon pelamar:
| Tahapan | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Pengumuman dan Pendaftaran Seleksi | 15-24 April 2026 |
| Seleksi Administrasi | 15-25 April 2026 |
| Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi | 26-27 April 2026 |
| Pengumuman Jadwal Seleksi Kompetensi | 1-4 Mei 2026 |
| Pelaksanaan Seleksi Kompetensi | 5-14 Mei 2026 |
| Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi | 17-19 Mei 2026 |
| Pengumuman Jadwal Seleksi Kompetensi Tambahan | 20-23 Mei 2026 |
| Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Tambahan | 24 Mei – 7 Juni 2026 |
| Pengumuman Hasil Akhir Kelulusan | 15-17 Juni 2026 |
Link dan Cara Pendaftaran
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi:
phtc.panselnas.go.id
Calon peserta disarankan untuk membuat akun terlebih dahulu dan menyiapkan dokumen yang diperlukan, seperti KTP, ijazah, transkrip nilai, dan dokumen pendukung lainnya. Ini penting agar proses seleksi administrasi berjalan lancar.
Waspada terhadap Penipuan
Pemerintah secara resmi menyatakan bahwa tidak ada pungutan biaya apapun dalam proses seleksi ini. Semua tahapan dilakukan secara transparan dan tidak ada sistem titip-menitip.
Calon pelamar juga diminta untuk tidak percaya pada pihak manapun yang menjanjikan kelulusan dengan bayaran. Segala bentuk penipuan bisa dilaporkan ke pihak terkait.
Kesempatan Emas untuk Generasi Muda
Program ini bisa jadi pintu masuk bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam pembangunan ekonomi nasional dari akar rumput. Selain itu, pengalaman kerja di bawah naungan BUMN juga bisa menjadi bekal karier yang berharga.
Bagi yang berminat, segera siapkan diri dan ikuti tahapan seleksi dengan serius. Jangan sampai kehabisan kesempatan karena kesiapan yang kurang.
Disclaimer
Informasi yang disajikan bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan resmi pemerintah. Data seperti tanggal, kuota, dan persyaratan bisa mengalami penyesuaian lebih lanjut. Disarankan untuk selalu mengakses laman resmi untuk informasi terbaru.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













