Finansial

Perbankan Digital Hadapi Tantangan Baru dalam Mengelola Likuiditas Tahun 2026

Danang Ismail
×

Perbankan Digital Hadapi Tantangan Baru dalam Mengelola Likuiditas Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Perbankan Digital Hadapi Tantangan Baru dalam Mengelola Likuiditas Tahun 2026

Perbankan digital di Tanah Air masih berjuang menjaga likuiditas di awal tahun 2026. Meski sejumlah bank mencatat penurunan rasio kredit terhadap simpanan (LDR), sebagian masih berada di level yang ketat. Angka LDR yang tinggi menunjukkan bahwa bank lebih agresif menyalurkan kredit dibandingkan dengan yang terkumpul, yang bisa berisiko jika tidak dikelola dengan baik.

Regulator menetapkan ambang batas LDR sehat di bawah 92%. Namun, beberapa bank digital justru melampaui angka tersebut. Bank mencatat LDR tertinggi di Februari 2026, yaitu 135,62%. Meski angka ini turun drastis dari 268,39% di Februari 2025, tetap saja masih jauh dari ambang batas ideal. Allo Bank juga mencatat LDR tinggi di level 123,91%, meski sedikit turun dari tahun sebelumnya.

Likuiditas Bank Digital di Awal 2026

1. Amar Bank: LDR Tertinggi tapi Menurun Tajam

Amar Bank mencatat LDR sebesar 135,62% di Februari 2026. Angka ini merupakan penurunan signifikan dari 268,39% di periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, rasio ini masih tergolong tinggi dan menunjukkan bahwa bank ini menyalurkan kredit lebih banyak daripada dana yang dikumpulkan.

2. Allo Bank: Strategi Penghimpunan Dana Jadi Kunci

Allo Bank mencatat LDR 123,91%. Bank ini mengandalkan strategi penghimpunan dana yang agresif, terutama dari simpanan ritel digital dan deposito. Suku bunga yang ditawarkan pun kompetitif, berkisar antara 4% hingga 6,5% per tahun.

3. Bank Jago dan Krom Bank: Mendekati Ambang Batas Ideal

mencatat LDR 99% dan Krom Bank di level 96,56%. Keduanya sudah mendekati ambang batas ideal, meski masih sedikit melampaui batas 92% yang ditetapkan regulator.

4. Sea Bank dan Superbank: Likuiditas Lebih Longgar

Sea Bank mencatat LDR 94,62%, sedangkan Superbank berhasil menurunkan LDR menjadi 79,56% dari sebelumnya 113,64%. Angka ini menunjukkan bahwa kedua bank ini memiliki likuiditas yang lebih longgar.

5. BCA Digital dan Neo Bank: Terlalu Longgar?

BCA Digital mencatat LDR hanya 59,97%, sedangkan Neo Bank di level 54,40%. Angka ini menunjukkan bahwa kedua bank belum sepenuhnya efisien dalam menyalurkan kredit.

Strategi Bank Digital Mengelola Likuiditas

1. Fokus pada Penghimpunan Dana Murah (CASA)

Allo Bank dan Krom Bank mengandalkan strategi CASA ( Saving Account) untuk menjaga likuiditas. Keduanya menawarkan suku bunga kompetitif untuk menarik nasabah.

2. Selektivitas dalam Penyaluran Kredit

yang belum stabil membuat sejumlah bank lebih selektif dalam menyalurkan kredit. Allo Bank dan Krom Bank mengaku lebih hati-hati dalam memilih calon debitur.

3. Optimalisasi Ekosistem Digital

Krom Bank berencana mengalihkan fokus pendanaan ke ekosistem digital dan alternatif funding seperti kerja sama institusional serta embedded finance.

Perbandingan LDR Bank Digital: Februari 2025 vs 2026

Nama Bank LDR Februari 2025 LDR Februari 2026
Amar Bank 268,39% 135,62%
Allo Bank 121,27% 123,91%
Bank Jago 97,07% 99%
Krom Bank 115,11% 96,56%
Sea Bank 89,23% 94,62%
BCA Digital 65,79% 59,97%
Neo Bank 63,25% 54,40%
Superbank 113,64% 79,56%

Penjelasan Rasio LDR dan Likuiditas

LDR atau Loan to Deposit Ratio adalah rasio yang menunjukkan seberapa besar kredit yang disalurkan bank dibandingkan dengan dana pihak ketiga yang dikumpulkan. Semakin tinggi LDR, semakin besar risiko likuiditas bank tersebut. Idealnya, LDR berada di bawah 92%.

Faktor yang Mempengaruhi Likuiditas Bank Digital

1. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK)

Bank yang berhasil menghimpun dana lebih banyak akan memiliki likuiditas yang lebih baik. Allo Bank dan Krom Bank berhasil menjaga likuiditas dengan meningkatkan DPK secara agresif.

2. Suku Bunga Simpanan

Suku bunga yang kompetitif menjadi tarik bagi nasabah untuk menempatkan dananya di bank digital. Krom Bank menawarkan suku bunga sebesar 6% per tahun.

3. Kondisi Ekonomi Makro

Ketidakpastian ekonomi global membuat sebagian bank lebih hati-hati dalam menyalurkan kredit. BCA Digital, misalnya, menerapkan dalam setiap keputusan.

Kinerja LCR Bank Digital

(LCR) adalah rasio yang menunjukkan kemampuan bank dalam menyediakan likuiditas selama 30 hari dalam kondisi stres. Krom Bank mencatat LCR sebesar 1.118%, jauh di atas batas minimum 100% yang ditetapkan OJK.

Tantangan di Depan

Meski sejumlah bank digital berhasil menurunkan LDR, likuiditas masih menjadi perhatian. Bank perlu terus mengembangkan strategi penghimpunan dana yang efektif dan selektif dalam menyalurkan kredit.

Disclaimer

Data dalam artikel ini bersumber dari laporan keuangan bank digital dan informasi dari manajemen masing-masing bank per Februari 2026. Angka dan kondisi bisa berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan ekonomi makro serta kebijakan regulator.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.