Nasional

Emas Global Melonjak 15% pada 2026 Seiring Optimisme Perdamaian Dunia

Rista Wulandari
×

Emas Global Melonjak 15% pada 2026 Seiring Optimisme Perdamaian Dunia

Sebarkan artikel ini
Emas Global Melonjak 15% pada 2026 Seiring Optimisme Perdamaian Dunia

Harga emas dunia mengalami tipis di tengah situasi geopolitik yang mulai menunjukkan tanda-tanda optimisme. Lonjakan ini terjadi seiring dengan melemahnya nilai dolar AS dan adanya harapan akan tercapainya gencatan senjata di kawasan Timur Tengah. Investor tampaknya mulai merespons positif terhadap perkembangan diplomatik antara Israel dan Lebanon, yang dianggap bisa meredam ketegangan yang selama ini mendorong permintaan terhadap aset aman seperti emas.

Lonjakan harga emas ini terjadi pada perdagangan Kamis waktu Chicago, atau Jumat pagi WIB. Pasar bereaksi terhadap pernyataan dari Israel yang menyatakan kesiapan untuk membuka negosiasi dengan Lebanon. Kabar ini dianggap sebagai langkah penting dalam upaya meredam yang sempat memanas akibat ke target Hizbullah. Harga emas pun ikut terdorong naik sebagai respons terhadap situasi yang mulai stabil.

Dinamika Harga Emas Dunia

Harga emas bergerak sensitif terhadap perkembangan geopolitik global. Saat ketidakpastian meningkat, emas biasanya menjadi pilihan utama investor untuk melindungi nilai portofolio mereka. Namun, begitu ada tanda-tanda penyelesaian konflik, harga emas bisa mengalami koreksi atau bahkan penurunan.

1. Kenaikan Harga Emas Spot

Harga (XAU/USD) mencatat kenaikan sebesar 1 persen, mencapai USD4.765,65 per ons. Kenaikan ini terjadi seiring dengan dan optimisme pasar terhadap prospek perdamaian di Timur Tengah. Emas spot merupakan harga pasar aktual untuk dan menjadi acuan utama dalam perdagangan global.

2. Harga Emas Berjangka Juga Naik

Sementara itu, harga emas berjangka, yang digunakan sebagai indikator harga kontrak masa depan, naik 0,3 persen menjadi USD4.790,25 per ons. Meskipun kenaikannya tidak sebesar emas spot, pergerakan ini menunjukkan bahwa investor tetap memandang emas sebagai instrumen bernilai tinggi di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas

Lonjakan harga emas tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa dan internal yang turut mendorong pergerakan harga logam mulia ini. Dari kebijakan moneter hingga ketegangan geopolitik, semuanya saling terkait.

1. Melemahnya Dolar AS

Dolar AS yang melemah menjadi salah satu faktor utama pendorong kenaikan harga emas. Saat nilai tukar dolar turun, harga komoditas yang diperdagangkan dalam dolar seperti emas cenderung naik. Hal ini karena investor asing membutuhkan lebih sedikit dolar untuk membeli emas, sehingga permintaan meningkat.

2. Optimisme Gencatan Senjata

Perkembangan diplomatik antara Israel dan Lebanon memberikan angin segar bagi pasar. Israel mengumumkan akan membuka negosiasi langsung dengan Lebanon untuk membahas pelucutan senjata Hizbullah dan hubungan damai antara kedua negara. Kabar ini dianggap sebagai langkah konkret menuju perdamaian, meskipun prosesnya masih panjang.

Perkembangan Terkini di Timur Tengah

Meskipun ada harapan, situasi di Timur Tengah tetap dinamis. Gencatan senjata antara AS dan Iran yang sempat memberikan kelegaan ternyata tidak sepenuhnya berhasil menenangkan pasar. Serangan Israel ke Lebanon beberapa waktu lalu kembali memicu ketegangan.

Iran, yang awalnya menunjukkan sikap terbuka terhadap pembicaraan, justru memperburuk suasana dengan menuduh Washington dan Israel melakukan pelanggaran. Negara itu bahkan menyebut kelanjutan pembicaraan perdamaian sebagai "tidak masuk akal." Namun, pernyataan dari Perdana Menteri Israel yang menyatakan kesiapan untuk berdialog kembali membuka peluang baru.

1. Israel dan Lebanon Sepakat Negosiasi

Langkah Israel untuk membuka negosiasi dengan Lebanon menjadi poin penting dalam upaya meredam konflik. Negosiasi ini akan difokuskan pada pelucutan senjata Hizbullah dan normalisasi hubungan antara Israel dan Lebanon. Jika berhasil, ini bisa menjadi awal dari stabilitas jangka panjang di kawasan.

2. Iran Hentikan Lalu Lintas Minyak

Sebagai respons terhadap ketegangan yang masih ada, Iran menghentikan lalu lintas kapal tanker minyak melalui . Langkah ini berpotensi mengganggu pasokan minyak global dan memicu kenaikan harga energi. Sementara itu, Presiden menyatakan bahwa pasukan AS akan tetap berada di sekitar Iran hingga "kesepakatan nyata" tercapai.

Pergerakan Logam Mulia Lainnya

Selain emas, logam mulia lainnya juga mengalami kenaikan. Investor tampaknya mulai memperluas portofolio mereka ke aset-aset bernilai tinggi lainnya sebagai antisipasi terhadap ketidakpastian global.

1. Perak Naik 1,7 Persen

Harga perak spot naik sebesar 1,7 persen menjadi USD75,3305 per ons. Perak, yang memiliki sifat industri lebih dominan dibandingkan emas, juga ikut bergerak positif. Ini menunjukkan bahwa permintaan investor tidak hanya terbatas pada emas saja.

2. Platinum Naik 2,3 Persen

Platinum, logam mulia yang lebih langka daripada emas, mencatat kenaikan yang lebih tajam. Harganya naik 2,3 persen menjadi USD2.114,95 per ons. Lonjakan ini bisa disebabkan oleh ekspektasi pemulihan permintaan industri, terutama dari sektor otomotif dan teknologi.

Tabel Pergerakan Harga Logam Mulia (Periode: 9-10 April 2026)

Logam Mulia Harga Sebelumnya (USD/ons) Harga Terkini (USD/ons) Kenaikan (%)
Emas Spot 4.718,47 4.765,65 1,00%
Emas Berjangka 4.775,97 4.790,25 0,30%
Perak Spot 74,0703 75,3305 1,70%
Platinum 2.067,40 2.114,95 2,30%

Disclaimer

Harga logam mulia sangat fluktuatif dan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti kebijakan moneter, kondisi geopolitik, dan dinamika pasar global. Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat terkini namun dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan situasi. Pembaca disarankan untuk selalu memantau sumber untuk informasi terbaru.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.