Saham PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KRAS mencatatkan penguatan di tengah tekanan pasar yang terjadi pada akhir perdagangan 2 April 2026. Di tengah situasi yang cukup mengkhawatirkan, saham ini justru menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Dinilai memiliki kinerja operasional yang mulai pulih, KRAS menjadi salah satu saham yang tetap menarik minat investor meski IHSG sedang melemah.
Bukan rahasia lagi bahwa pasar saham saat ini sedang diwarnai oleh sentimen negatif. Mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga fluktuasi harga minyak mentah dunia, semuanya ikut menekan IHSG. Tapi di tengah situasi itu, KRAS justru bergerak berlawanan arah. Penguatan ini tidak terjadi begitu saja, melainkan didukung oleh fundamental perusahaan yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Kinerja Keuangan yang Membalikkan Keadaan
Salah satu faktor utama yang membuat saham KRAS tetap menarik adalah kinerja keuangan perusahaan yang berhasil dibalikkan. Tahun lalu, perusahaan masih mencatatkan kerugian sebesar Rp2,8 triliun. Namun pada tahun buku 2025, KRAS berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,7 triliun. Lonjakan yang sangat signifikan dan menjadi sinyal positif bagi investor.
- Laba bersih 2024: Rugi Rp2,8 triliun
- Laba bersih 2025: Untung Rp5,7 triliun
Lonjakan ini tidak terjadi begitu saja. Perusahaan menjalani proses transformasi yang intensif, termasuk restrukturisasi operasional dan efisiensi biaya. Hasilnya, kinerja operasional yang lebih sehat dan profitabilitas yang meningkat.
Strategi Transformasi KS Reborn
Langkah strategis yang diambil oleh Krakatau Steel tidak hanya sebatas perbaikan finansial. Perusahaan juga menjalankan program transformasi besar-besaran bernama "KS Reborn". Program ini merupakan jawaban atas tantangan global yang terus berubah, termasuk volatilitas pasar dan disrupsi teknologi.
Melalui KS Reborn, Krakatau Steel berusaha mengonversi tantangan menjadi peluang. Langkah ini tidak hanya untuk memperbaiki kinerja internal, tetapi juga untuk membangun kembali kepercayaan investor dan pemangku kepentingan lainnya.
Penjualan dan Pendapatan yang Naik Tajam
Selain laba bersih yang meningkat, pendapatan perusahaan juga menunjukkan peningkatan yang cukup mencolok. Pada tahun 2025, pendapatan KRAS mencapai USD 959,84 juta atau setara dengan Rp16,05 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Volume penjualan produk baja juga meningkat tajam, mencapai 944.562 ton. Ini merupakan kenaikan sebesar 29% dibandingkan tahun 2024. Kenaikan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk baja KRAS tetap tinggi di pasar domestik maupun ekspor.
Struktur Neraca yang Lebih Sehat
Tidak hanya laba dan pendapatan, struktur neraca perusahaan juga mengalami perbaikan. Total aset KRAS mencapai USD 2,77 miliar atau setara dengan Rp46,24 triliun. Sementara itu, total liabilitas berhasil ditekan turun sebesar 17,04% menjadi USD 2,04 miliar (Rp34,11 triliun).
Penurunan liabilitas ini menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mengelola kewajiban utang dengan lebih baik. Langkah ini sangat penting untuk memperkuat posisi keuangan jangka panjang dan memberikan ruang bagi pertumbuhan di masa depan.
Pergerakan Harga Saham yang Menjanjikan
Dari sisi teknikal, harga saham KRAS juga menunjukkan tren yang positif. Dalam rentang 52 minggu terakhir, harga saham KRAS bergerak antara 102 hingga 436. Kenaikan historis mencapai 164% dalam satu tahun terakhir.
Meski IHSG melemah pada pekan lalu, saham KRAS tetap stabil dan bahkan menguat. Ini menunjukkan bahwa investor mulai kembali mempercayai prospek perusahaan. Pergerakan ini juga bisa menjadi indikator awal fase akumulasi, di mana investor mulai membeli saham secara selektif.
Investor Melihat Potensi Jangka Panjang
Investor saat ini tidak hanya melihat kinerja jangka pendek. Mereka juga mulai memperhatikan potensi jangka menengah hingga panjang. Dalam situasi pasar yang cenderung defensif, saham dengan karakteristik turnaround story seperti KRAS menjadi pilihan menarik.
Perusahaan yang sebelumnya mengalami tekanan kinerja, kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Ini memberikan peluang bagi investor untuk memasuki pasar pada fase awal pemulihan, yang berpotensi memberikan return yang menarik di masa depan.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski kinerja mulai membaik, KRAS masih menghadapi sejumlah tantangan. Fluktuasi harga komoditas, ketidakpastian ekonomi global, dan tekanan terhadap mata uang Rupiah masih menjadi risiko yang perlu diwaspadai.
Namun, dengan strategi transformasi yang sudah dijalankan dan dukungan dari pemerintah melalui Danantara, KRAS memiliki fondasi yang cukup kuat untuk menghadapi tantangan tersebut. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam menjalankan rencana jangka panjang.
Kesimpulan
Saham KRAS memang menunjukkan dinamika yang berbeda di tengah tekanan pasar. Penguatan yang terjadi bukan hanya karena sentimen sesaat, tetapi didukung oleh fundamental perusahaan yang mulai pulih. Dengan kinerja keuangan yang membaik, strategi transformasi yang jelas, dan struktur neraca yang lebih sehat, KRAS layak menjadi perhatian investor yang mencari peluang di tengah ketidakpastian pasar.
Namun, seperti halnya investasi saham pada umumnya, perlu kehati-hatian dan analisis mendalam. Data dan kondisi pasar bisa berubah sewaktu-waktu, terutama dalam situasi ekonomi global yang dinamis.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu. Investasi selalu memiliki risiko, termasuk risiko kehilangan modal. Mohon melakukan analisis mandiri atau konsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan investasi.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













