Finansial

Saham Bank Besar Mengalami Kenaikan pada Perdagangan Awal Hari Ini 17 Maret 2026

Fadhly Ramadan
×

Saham Bank Besar Mengalami Kenaikan pada Perdagangan Awal Hari Ini 17 Maret 2026

Sebarkan artikel ini
Saham Bank Besar Mengalami Kenaikan pada Perdagangan Awal Hari Ini 17 Maret 2026

Sesi perdagangan saham di (BEI) hari ini, Selasa (17/3/2026), dibuka dengan kabar positif dari sektor perbankan. Empat saham big banks alias bank jumbo—BMRI, BBNI, BBCA, dan BBRI—kompak menghijau di sesi pertama. Penguatan ini terjadi di tengah optimisme investor terhadap kinerja sektor perbankan menjelang musim dan momentum Lebaran.

Saham BMRI menjadi yang paling agresif naik, dengan kenaikan mencapai 1,06% ke level Rp 4.750 per saham. Diikuti oleh BBNI yang mencatatkan kenaikan 0,93% ke posisi Rp 4.360, level tertinggi dalam dua pekan terakhir. naik 0,74% ke Rp 6.800, sementara BBRI menguat 0,57% ke Rp 3.500. Semuanya tetap bertahan di zona hijau sejak pasar dibuka pukul 09:00 WIB.

Faktor Pendorong Penguatan Saham Big Banks

Penguatan ini bukan muncul begitu saja. Ada beberapa faktor yang mendukung performa saham-saham perbankan besar di awal perdagangan. Salah satunya adalah ekspektasi tinggi terhadap perputaran THR jelang Idulfitri. Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menyebut bahwa peningkatan volume transaksi digital dan bisa menjadi katalis positif.

Selain itu, beberapa bank besar juga baru saja mengumumkan rencana buyback saham. Langkah ini dianggap sebagai bentuk komitmen manajemen untuk meningkatkan nilai saham dan memberikan keuntungan langsung kepada pemegang saham.

1. Perputaran Uang THR dan Kenaikan Volume Transaksi Digital

Musim Lebaran selalu menjadi periode krusial bagi sektor perbankan. Uang THR yang masuk ke rekening nasabah berpotensi meningkatkan aktivitas transaksi, baik melalui transfer maupun pembayaran digital. Ini berdampak langsung pada pendapatan bank dari biaya transaksi dan .

2. Fundamental Perbankan yang Stabil

Kondisi keuangan bank besar masih tergolong solid. yang konsisten, rasio CAR (Capital Adequacy Ratio) yang sehat, serta pertumbuhan kredit yang terjaga menjadi alasan investor kembali memasukkan saham-saham ini ke dalam mereka.

3. Aksi Buyback Saham

Beberapa big banks baru saja mengumumkan rencana buyback. Langkah ini tidak hanya meningkatkan permintaan saham di pasar sekunder, tetapi juga memberi sinyal kuat bahwa manajemen percaya pada valuasi sahamnya saat ini.

Perbandingan Kinerja Saham Big Banks di Sesi Pertama (17/3/2026)

Berikut adalah rincian kenaikan harga saham empat big banks di sesi pertama perdagangan hari ini:

Kode Saham Harga Penutupan (Rp) Kenaikan (%)
BMRI 4.750 1,06%
BBNI 4.360 0,93%
BBCA 6.800 0,74%
BBRI 3.500 0,57%

ini menunjukkan bahwa seluruh saham big banks berhasil menguat tanpa ada satu pun yang masuk zona merah. Kenaikan tertinggi dimenangkan oleh BMRI, yang juga kerap menjadi sorotan investor institusional.

Strategi Investasi Menghadapi Musim THR

Menjelang Lebaran, investor biasanya mencari saham yang memiliki potensi rebound atau kenaikan jangka pendek. Saham perbankan, khususnya big banks, menjadi pilihan utama karena stabilitasnya dan potensi kenaikan dari faktor eksternal seperti THR dan buyback.

1. Fokus pada Saham dengan Buyback Plan

Bank yang mengumumkan buyback biasanya mengalami tekanan beli yang tinggi. Investor bisa memanfaatkan momentum ini untuk membeli saham dengan valuasi yang lebih aman.

2. Cermati Volume Transaksi Harian

Saham yang mengalami lonjakan volume transaksi menjelang Lebaran bisa menjadi indikator kuat adanya perputaran uang THR. Ini membuka peluang kenaikan harga jangka pendek.

3. Hindari Overexposure

Meski big banks memiliki risiko lebih rendah, tetap untuk tidak terlalu fokus pada satu sektor. Diversifikasi tetap menjadi kunci dalam strategi investasi jangka pendek.

Prediksi Saham Big Banks Jelang Lebaran 2026

Berdasarkan data historis dan kondisi pasar saat ini, big banks berpotensi terus menguat menjelang Lebaran. Namun, pergerakan saham juga bisa terpengaruh oleh kebijakan Bank Indonesia, inflasi, dan sentimen global.

Muhammad Wafi memperkirakan bahwa saham-saham ini akan tetap menjadi pilihan utama investor domestik maupun asing selama momentum THR belum berakhir. Terutama jika BI mempertahankan suku bunga acuan di level saat ini.

Disclaimer

Harga saham dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar, kebijakan makroekonomi, dan faktor eksternal lainnya. Data dalam artikel ini bersifat valid hingga sesi pertama perdagangan Selasa (17/3/2026) dan tidak menjamin performa di sesi berikutnya. Investasi saham memiliki risiko, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.