Investor saham di pasar modal Tanah Air bakal mendapat kabar gembira dari dua bank besar, yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Kedua perusahaan telah mengumumkan rencana pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025. Pembayaran dividen ini akan masuk ke rekening pemegang saham pada awal April 2026 mendatang.
Bagi para investor yang memegang saham di kedua bank ini, momen ini bisa jadi peluang tambahan pendapatan pasif. Dividen tunai yang dibagikan merupakan bagian dari laba bersih tahunan yang dialokasikan kembali kepada pemegang saham sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka.
Jadwal Dividen Tunai BBNI Tahun Buku 2025
BBNI akan membagikan dividen tunai sebesar Rp13,02 triliun atau setara dengan Rp349,41 per lembar saham. Jumlah ini didasarkan pada jumlah saham yang beredar pada tanggal recording date. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyampaikan bahwa pembagian ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai optimal kepada pemegang saham sekaligus memperkuat struktur permodalan.
Berikut jadwal lengkap pembagian dividen tunai BBNI:
| Tahapan | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi | 17 Maret 2026 |
| Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi | 25 Maret 2026 |
| Cum Dividen Pasar Tunai | 26 Maret 2026 |
| Ex Dividen Pasar Tunai | 27 Maret 2026 |
| Recording Date | 26 Maret 2026 |
| Pembayaran Dividen Tunai | 7 April 2026 |
1. Pemahaman Dasar tentang Cum Dividen dan Ex Dividen
Sebelum masuk ke detail jadwal, penting untuk memahami perbedaan antara cum dividen dan ex dividen. Saham yang diperdagangkan dalam kondisi cum dividen berarti pembeli saham berhak atas dividen yang akan dibagikan. Sementara ex dividen berarti pembeli tidak lagi berhak atas dividen tersebut.
2. Momen Pasar yang Menguntungkan
Investor yang ingin mendapatkan hak atas dividen harus membeli saham sebelum tanggal ex dividen. Jika membeli saham setelah tanggal tersebut, maka hak dividen akan didapatkan oleh penjual sebelumnya.
3. Recording Date dan Hak Penerima Dividen
Recording date adalah tanggal penetapan daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen. Di BBNI, tanggal ini jatuh pada 26 Maret 2026. Artinya, siapa pun yang tercatat sebagai pemegang saham pada tanggal tersebut akan menerima pembayaran dividen tunai.
4. Pembayaran Dividen Tunai
Pembayaran dividen tunai dilakukan pada 7 April 2026. Dana akan masuk langsung ke rekening efek yang terhubung dengan rekening bank masing-masing pemegang saham.
Jadwal Dividen Tunai BBCA Tahun Buku 2025
Berbeda dengan BBNI, BBCA membagikan dividen tunai sebesar Rp336 per saham. Angka ini mencakup dividen interim yang telah dibayarkan sebelumnya sebesar Rp55 per saham. Sisa pembayaran sebesar Rp281 per saham akan diberikan sebagai dividen final. Total nilai dividen mencapai Rp41,3 triliun.
Dalam RUPST yang digelar pada Maret 2026, BBCA mencatatkan dividend payout ratio sebesar 72%, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 67,4%. Ini menunjukkan komitmen kuat BCA dalam membagikan laba kepada pemegang saham.
Berikut jadwal lengkap pembagian dividen tunai BBCA:
| Tahapan | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Pengumuman di BEI dan Situs Resmi | 13 Maret 2026 |
| Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi | 27 Maret 2026 |
| Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi | 30 Maret 2026 |
| Cum Dividen Pasar Tunai | 31 Maret 2026 |
| Ex Dividen Pasar Tunai | 1 April 2026 |
| Recording Date | 31 Maret 2026 |
| Pembayaran Dividen Tunai | 8 April 2026 |
5. Dividen Interim dan Final
BCA telah membayar dividen interim sebesar Rp55 per saham pada akhir Desember 2025. Sisanya, yaitu Rp281 per saham, akan dibayarkan sebagai bagian dari dividen final. Ini memberikan kepastian pendapatan tambahan bagi investor yang memegang saham sebelum tanggal ex dividen.
6. Dividend Payout Ratio yang Meningkat
Dengan rasio pembagian dividen sebesar 72%, BBCA menunjukkan performa keuangan yang solid. Angka ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya, menandakan bahwa laba bersih tahun 2025 juga mengalami peningkatan.
7. Rekam Jejak Investor
Investor yang ingin memanfaatkan pembagian dividen harus memastikan saham mereka tercatat pada tanggal recording date. Untuk BBCA, tanggal tersebut adalah 31 Maret 2026. Pembayaran akan dilakukan sehari setelah BBNI, yaitu pada 8 April 2026.
8. Strategi Investasi Menjelang Dividen
Menjelang tanggal ex dividen, harga saham biasanya mengalami kenaikan karena permintaan meningkat. Namun, setelah ex dividen, harga saham bisa turun sebanding dengan nilai dividen yang dibagikan. Ini adalah fenomena wajar dan perlu dipahami oleh investor agar tidak terjebak emosi pasar.
Perbandingan Dividen BBNI dan BBCA
| Aspek | BBNI | BBCA |
|---|---|---|
| Nilai Dividen per Saham | Rp349,41 | Rp336 |
| Total Dividen | Rp13,02 triliun | Rp41,3 triliun |
| Tanggal Pembayaran | 7 April 2026 | 8 April 2026 |
| Dividend Payout Ratio | Tidak disebutkan | 72% |
| Dividen Interim | Tidak | Ya (Rp55/saham) |
Disclaimer
Jadwal dan nilai dividen bisa berubah tergantung keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atau kondisi makroekonomi yang berlaku. Informasi ini disusun berdasarkan pengumuman resmi dari masing-masing perusahaan dan Bursa Efek Indonesia per tanggal Maret 2026. Disarankan untuk selalu memantau situs resmi emiten dan BEI untuk informasi terbaru.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













