Investasi

Pembiayaan Multifinance Capai Rp78,16 Triliun pada Januari 2026, Multiguna Jadi Komponen Utama

Retno Ayuningrum
×

Pembiayaan Multifinance Capai Rp78,16 Triliun pada Januari 2026, Multiguna Jadi Komponen Utama

Sebarkan artikel ini
Pembiayaan Multifinance Capai Rp78,16 Triliun pada Januari 2026, Multiguna Jadi Komponen Utama

Industri multifinance di Tanah kembali menunjukkan performa positif di awal tahun 2026. Data dari (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan baru oleh sektor ini mencapai Rp78,16 triliun per Januari 2026. Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang cukup signifikan, terutama didorong oleh segmen pembiayaan multiguna yang mendominasi komposisi.

Pembiayaan multiguna memang menjadi andalan utama industri multifinance saat ini. Dengan porsi mencapai 47,47%, segmen ini menyumbang nilai sekitar Rp37,10 triliun dari total penyaluran. Sementara itu, pembiayaan investasi dan modal kerja juga turut menyokong pertumbuhan, masing-masing senilai Rp18,72 triliun dan Rp17,04 triliun.

Dinamika Pembiayaan Multifinance di Awal 2026

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa industri multifinance terus menjadi salah satu pilar penting dalam keuangan nasional. Tidak hanya berperan dalam mendukung konsumsi masyarakat, tetapi juga membantu pengembangan usaha kecil dan menengah melalui berbagai skema pembiayaan yang fleksibel.

1. Pembiayaan Multiguna Mendominasi

Pembiayaan multiguna menjadi pilar utama dalam penyaluran baru multifinance. Dengan nilai mencapai Rp37,10 triliun, segmen ini digunakan untuk berbagai kebutuhan konsumtif dan produktif masyarakat. Fleksibilitas produk ini menjadikannya pilihan utama bagi banyak konsumen.

2. Investasi dan Modal Kerja Turut Naik

Selain multiguna, pembiayaan investasi dan modal kerja juga mencatatkan pertumbuhan yang solid. Investasi mencapai Rp18,72 triliun, sedangkan modal kerja menyumbang Rp17,04 triliun. Kedua segmen ini menjadi penopang penting bagi pengembangan usaha, terutama di tengah permintaan masyarakat yang terus meningkat.

3. Modal Kerja Diproyeksikan Tetap Tumbuh

Meski saat ini belum menjadi yang terbesar, pembiayaan modal kerja diproyeksikan akan terus menjadi penopang pertumbuhan multifinance sepanjang 2026. Kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa, serta ekspansi usaha, menjadi faktor pendorong utama.

Pertumbuhan Tertinggi di Papua Selatan

Salah satu kabar menarik dari data OJK adalah pertumbuhan tertinggi pembiayaan multifinance yang terjadi di Provinsi Papua Selatan. Di wilayah ini, penyaluran pembiayaan baru mencatatkan kenaikan 116,09% year-on-year (YoY) per Januari 2026.

1. Alat Berat Jadi Penopang Utama

di Papua Selatan didorong oleh penyaluran pembiayaan alat berat yang mencapai Rp484,. Ini menunjukkan bahwa sektor infrastruktur dan pertambangan di wilayah tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan yang lebih tinggi.

2. Potensi Wilayah Lain Masih Terbuka

Selain Papua Selatan, sejumlah wilayah lain juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan. OJK menyarankan multifinance untuk terus mengeksplorasi daerah-daerah dengan pertumbuhan yang menjanjikan, agar bisa memperluas jangkauan dan meningkatkan kontribusi terhadap nasional.

Proyeksi Pertumbuhan Multifinance di 2026

OJK memperkirakan pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance sepanjang 2026 akan berada di kisaran % hingga 8%. Proyeksi ini dianggap realistis mengingat kondisi ekonomi saat ini dan target yang telah ditetapkan oleh industri.

1. Optimalkan Potensi Sektor Strategis

Untuk mencapai target tersebut, multifinance perlu mengoptimalkan sektor-sektor yang memiliki potensi tinggi. Misalnya, sektor konsumtif seperti kendaraan bermotor, elektronik, dan kebutuhan rumah tangga.

2. Jaga Kualitas Aset dan Manajemen Risiko

Meskipun pertumbuhan menjadi fokus utama, pengelolaan risiko tetap menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Multifinance dituntut untuk terus menjaga kualitas aset dan menerapkan manajemen risiko yang ketat agar tidak terjadi penumpukan kredit macet.

Tabel Rincian Penyaluran Pembiayaan Multifinance per Januari 2026

Jenis Pembiayaan Nilai (Rp) Persentase (%)
Multiguna 37,10 triliun 47,47%
Investasi 18,72 triliun 23,95%
Modal Kerja 17,04 triliun 21,80%
Lainnya 5,29 triliun 6,78%
Total 78,16 triliun 100%

Disclaimer

Data yang disajikan dalam ini bersumber dari laporan resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2026. Angka-angka yang ditampilkan dapat berubah seiring dengan perkembangan kondisi ekonomi dan kebijakan yang berlaku. Informasi ini dimaksudkan untuk tujuan edukasi dan pemahaman umum saja.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.